Month: November 2015

MENJELANG TIDUR

Nak, tiba-tiba saja Saya memikirkanmu malam ini saat insomnia menyerangku, entah karena efek kopi Aceh hadiah teman Ibumu yang baru tiba dari aceh atau mungkin pikiranku yang terlalu penat. Ibumu sudah larut dengan mimpinya disampingku dan sesekali kuusap rambutnya. Nak, sejatinya pikiranku tetiba melesat jauh ke negara-negara di Timur Tengah yang sedang dilanda konflik. Betapa … Continue reading MENJELANG TIDUR

Advertisements

SEJENAK MELUNAKKAN PIKIRAN

Nak, hidup ini menurut Saya tidak harus dijalani dengan serius dan bekerja terus menerus. sesekali butuh bernyanyi ria atau plesiran ke ruang terbuka sekedar untuk menghela nafas dari sesaknya kehidupan. Nak, kemarin Aku mengajak Ibumu karaoke. semoga itu tidak termasuk perbuatan yang sia-sia. Nak Aku khawatir dengan kondisi Ibumu yang sedang mengandungmu, Aku malah mengajaknya … Continue reading SEJENAK MELUNAKKAN PIKIRAN

TANGISI KHILAFMU

Le/Nduk, tahu kan kenapa aku menulis judul seperti diatas? nantinya setelah kau lahir dan bergaul dengan banyak orang, kau akan temui orang yang berbuat sesuatu yang menurut agama kita menyalahi aturan namun mereka membanggakan perilaku tersebut. secara gamblang misalnya seorang pemabuk yang suka menceritakan kebiasaannya mabuk-mabukan. ada orang seperti itu Le/Nduk, mereka tahu bahwa mereka … Continue reading TANGISI KHILAFMU

TERBURU-BURU

Sikap terburu-buru itu tidak baik Le/Nduk. Bapakmu ini hampir saja celaka semalam karena terburu-buru saat pulang dari kantor. tidak ada pembenaran sama sekali dariku meski semalam Aku sudah ditunggu Ibumu dengan pesanan makanannya. namun sekali lagi Le/Nduk, itu bukan alasan bagiku untuk terburu-buru apatahlagi sedang mengendarai motor. dua kali Aku hampir celaka Le/Nduk. pertama ketika … Continue reading TERBURU-BURU