SENJA MERAYAP

Le/Nduk, aku telah berjanji untuk berbagi semua cerita di ruang ini, cerita apa saja yang bisa menjadi bahan tertawaan kita saat engkau sudah bisa membaca dan bercerita. Meski janji sudah kuikrarkan, namun apalah Bapakmu ini yang terlalu sibuk dengan hal-hal yang absurd, memelototi sosmed dan semua hal yang tidak penting.

Le/Nduk, ini cerita tertinggal kemarin sore saat aku dan Ibumu pulang kerja. Kadang-kadang aku menjemput Ibumu di tempat kerjanya ketika dia pulang malam. Seperti biasa, selepas gedung kantor Ibumu, kami melewati lampu merah perbatasan Rasuna Said dan Mampang Prapatan. Kau harus tahu kondisi jalanan disana Le/Nduk, kendaraan seperti saja mainanan yang disusun rapi. Selalu saat kami melewati jalanan itu, butuh waktu sekitar setengah jam untuk keluar dari jebakan macet yang tidak berperi kemanusiaan.

cerita itu bermula saat kami menunggu lampu hijau. seorang pemuda disamping kami mengambil bungkus rokok yang diletakkan di motornya kemudian dikeluarkan  sebatang. bukan masalah merokoknya yang ingin kuceritakan kepadamu Le/Nduk, bukan sama sekali. kau harus tahu sikapku terhadap merokok yang tidak menganggap hal tersebut dilarang meski banyak orang yang kuat ilmu agamanya mengharamkan rokok. hal yang tidak kusepakati dari anak muda diatas karena ketika menyadari rokoknya sudah habis, dengan entengnya membuang bungkus rokok ditengah jalan.

IMG_20151125_180539
Bungkus Rokok itu

Le/Nduk, maafkan aku yang sok bijak karena jika engkau mau tahu aibku, dari dulu pun aku tidak menganggap membuang sampah sembarang tempat adalah masalah besar, Ibumu pula yang berjasa mengingatkanku tentang hal yang sering manusia remehkan yaitu membuang sampah di tempatnya.

Le/Nduk, Aku mulai menyadari membuang sampah disembarang tempat adalah hal keliru ketika melihat kenyataan begitu mengerikannnya sampah yang bertebaran di kota ini. Coba bayangkan Le/Nduk jika setiap orang dengan entengnya membuang sampah seenaknya, mungkin kita sudah tenggelam dalam lautan sampah.

dulu Aku pernah berlaku seperti itu Le/Nduk tetapi Aku sekarang belajar untuk memperbaiki khilaf yang sering kuperbuat.

Mampang Prapatan, 26-11-2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s