Posted in Uncategorized

CARA KERJA SEMESTA

Nak, sekilas Aku sudah bercerita kepadamu tentang kehilangan helm Ibumu di kantor tetapi ada potongan langkah lain yang mendahului kejadian tersebut yang belum kuceritakan kepadamu Nak.

Minggu sore, kami belanja di Mall Ambassador Nak. Tak sengaja Aku menginjak satu jajanan Chocolatos yang jatuh entah siapa yang menjatuhkannya. Hancur Nak dan sudah tidak layak dijual. Aku berbalik arah dan berkata kepada Ibumu supaya jajanan tersebut dibayar saja karena sudah rusak saat kuinjak. Ibumu berkata bahwa harusnya itu satu pack jadi kalau cuma satu satu buah, tidak bisa dibayar di kasir. Aku mengiyakan kemudian menaruh di rak.

timthumb.php
Ini Nak jajanannya

namun ada perasaan bersalah di relung hatiku Nak. terpikir tentang jajanan tersebut yang tidak sengaja kuinjak. Aku memang sudah berjanji Nak untuk tidak berbuat khilaf yang berhubungan dengan orang lain.

entah ada korelasinya namun tidak. esok harinya Nak, helm Ibumu hilang di kantornya. padahal Ibumu sudah menyimpannya di rak tempat penyimpanan helm. anehnya, tidak pernah ada teman kantor Ibumu yang kehilangan helm di tempat tersebut. Aku menduga Nak bahwa itulah balasan dari Chocolatos yang kuinjak dan tidak kubayar. Aku dzalim Nak. meski nampaknya tidak rasional namun begitulah keyakinan yang kupercayai sampai sekarang Nak bahwa semesta amat sangat rapi dalam menjalankan skenarionya. persoalan rasional atau tidak, itu hanya di pikiran kita yang amat sangat terbatas padahal sebenarnya tidak ada yang irrasional Nak, semua rasional berdasarkan keyakinan tiap Manusia.

Semesta memberikanku pelajaran tentang akibat sebuah perbuatan entah itu disengaja ataupun tidak apatahlagi karena Aku tahu namun tidak berusaha untuk segera membayar kesalahanku sehingga Semesta memaksaku membayar khilafku dengan caranya.

Nak, lain kali Bapakmu ini akan berusaha untuk memperbaiki khilaf. Aku dan Ibumu bermukim di Ibu kota Nak dan kami sadar bahwa hidup disini butuh stok kesabaran yang berlipat dibandingkan kota lain. selalu saja ada kejadian yang menguji kesabaran kita di kota ini Nak.

Nak, Aku dan Ibumu selalu berusaha untuk menjaga makanan yang masuk ke dalam perut kami. makanan memang terkadang menjadi penentu karakter kita Nak. Aku dan Ibumu sudah bersepakat tidak akan mengambil sesuatu yang syubhat apatahlagi yang bukan hak kita. Aku dan Ibumu bersepakat untuk tidak membawa makanan dari kantor yang dibeli dengan uang kantor.

doakan Nak semoga kami selalu memberimu asupan nutrisi yang benar-benar halal dan baik.

1 12 15

Advertisements

Author:

Belajarlah menjadi Manusia, jangan pernah belajar menjadi Tuhan. jadilah Anugerah semesta yang membuat bahagia segenap makhluk. zen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s