Posted in Uncategorized

RELASI BAPAK DAN ANAK

Nak, pekerjaan Bapakmu ini mengharuskanku sering bertemu dengan orang-orang yang kehilangan kendaraannya. setahun lebih begulat di divisi ini membuatku mengerti banyak tentang orang yang kehilangan, tentang harapan yang ditolak bahkan tentang cintanya seorang Bapak atau bahkan Ibu terhadap anaknya.

Nak, Aku bisa merasakan betapa sedih orang yang sedang kehilangan motor apatahlagi bagi mereka yang harus banting tulang untuk membelinya namun dengan entengnya, Para Maling di kota ini mencuri motor seperti tidak ada harganya. Sedih Nak menghadapi kenyataan seperti itu.

Kehilangan barang memang terkadang menyisakan rasa tidak ikhlas Nak, seperti Ibumu yang kehilangan helm di kantornya kemarin bahkan helm tersebut sudah disimpan di tempat yang aman. kami belum bisa menyelami sikap para Sufi yang tidak pernah merasa kehilangan apa-apa karena semua adalah milik Allah SWT bahkan diri kita pun bukan milik kita jadi sebenarnya apa yang membuat kita merasa sangat berat ketika apa yang bukan milik kita diambil oleh orang? nampaknya sekarang Aku harus belajar untuk tidak memiliki apa-apa Nak meski itu berat.

tadi ada lagi seorang Ayah bersama Anaknya yang datang ke kantor klaim kehilangan motornya. Nak, disatu sisi Aku sedih melihat paras wajah Ayahnya  yang nampak amat sangat lesu sesaat setelah kujelaskan bahwa motornya tidak bisa diklaim dikarenakan si Anaknya belum punya SIM bahkan si Anak yang duduk disamping tertunduk lesu seperti ingin mengusap butiran cahaya bening yang hampir saja tumpah di sudut matanya. Namun disisi lain, Aku menyayangkan sikap Ayahnya yang terlalu memanja Anaknya membelikan motor yang masih dibawah umur. peraturan di negeri kita Nak, seorang baru bisa mempunyai izin mengemudi ketika sudah menginjak umur 17 tahun sedangkan anak tadi baru 16 tahun. sejujurnya Aku sedih melihat pemandangan tadi Nak.

Ayahnya bercerita bahwa motor itu dibelikan sebagai hadiah karena Anaknya lulus SMP dan lulus di SMK. Aku tahu betapa tingginya rasa sayang Bapak tersebut kepada Anaknya. tetapi satu hal yang keliru ketika rasa sayang tersebut diwujudkan dalam bentuk yang terlalu memanjakan sementara mengabaikan sisi dari keselamatan si Anak. bagaimanapun, mengendarai kendaraan tanpa SIM adalah pelanggaran apatahlagi seorang Anak yang masih berstatus Pelajar. Setelah kehilangan motor, Anaknya tidak mau berangkat kerja bahkan hampir nekat bunuh diri. betapa bersalahnya Aku Nak jika itu terjadi hanya karena klaimnya ditolak tetapi Aku tidak punya kuasa atas hal tersebut Nak.

Nak,  semoga saja Aku bisa dengan bijak memaknai rasa sayang seorang Bapak terhadap Anaknya tanpa harus selalu memenuhi semua permintaan Anak karena bentuk rasa sayang juga itu adalah ketika kita menolak permintaan anak yang membahayakan keselamatannya atau bahkan tidak baik untuk dirinya.

Aku kemudian mengira-ngira perasaan Pelaku penipuan. entah dipikiran mereka sudah tidak ada rasa bersalah atas tindakan mereka atau bahkan mungkin terdesak oleh masalah ekonomi, entahlah Nak. tetapi mari sejenak untuk menafikan bahwa para bandit maling kendaraan di kota ini melakukannya bukan karena masalah ekonomi. betapa kesalahan mereka akan berdampak pada hal lain seperti Anak yang kemarin kehilangan motornya. seperti yang kudengar kemarin bahwa Anak itu hampir saja bunuh diri bahkan Dia seperti orang linglung, jika itu terjadi maka betapa Maling tersebut melakukan banyak kesalahan yang berurutan. mengambil yang bukan hak mereka, menyebabkan seorang seorang Anak tidak mau sekolah, membuat orangtua mungkin saja memarahi Anaknya dan banyak lagi rentetan konsekuensi dari perbuatan si Pelaku Nak. Mungkin itu sebabnya Tuhan tidak akan memafkan dosa manusia yang berhubungan dengan Manusia lain sebelum manusia yang didzalimi memaafkannya.

cerita, tentang kehilangan kendaraan tersebut masih berlangsung Nak. tadi siang, Ibunya meneleponku dan berusaha untuk meyakinkanku agar klaimnya dibayarkan namun apalah dayaku ini Nak, hanya pekerja yang ikut pada aturan baku tanpa punya kuasa apa-apa untuk sekedar membantu orang yang kesusahan. bahkan si Ibunya mengancam untuk memasukkan kasus ini di pers namun apa dayaku Nak. Dia menelepon kedua kalinya dan bicara langsung dengan pimpinanku Nak. Si Ibunya diajak datang ke kantor untuk membicarakan dengan baik-baik kejadian tersebut. entah ceritanya seperti apa besok Nak.

Aku punya banyak stok cerita tentang interaksiku dengan orang lain Nak. entah itu menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan sama sekali namun begitulah konsekwensi pekerjaan yang sedang kujalani sekarang Nak. kapan-kapan akan kuceritakan semuanya disini untukmu sekedar pengingat bahwa Bapakmu pernah melalui beberapa periode perjalanan waktu entah dalam keadaan senang maupun susah.

Rawamangun, 01 12 2015

Advertisements

Author:

Belajarlah menjadi Manusia, jangan pernah belajar menjadi Tuhan. jadilah Anugerah semesta yang membuat bahagia segenap makhluk. zen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s