Posted in Uncategorized

CERITA AKHIR PEKAN

Nak, Aku punya cerita untukmu di akhir pekan kali ini. Ada acara favoritku di TIM yang diadakan jumat malam. rutin dilaksanakan setiap bulan di minggu pertama jumat malam. acara yang mungkin semacam oase bagiku di tengah kota ini yang bahkan tidak memberikan kita sedikit ruang untuk mengatur nafas. kota ini seperti memburu kita mengejar waktu demi waktu yang dikalkulasikan dengan materi.

Ah Nak, seringkali Aku penat dengan kota ini. bukan fisik namun lebih ke Psikis. bagaimana tidak, di Ibu kota ini setiap hari telingaku mendengar sumpah serapah di jalanan, klakson yang dibunyikan tanpa henti di tengah kemacetan, manusia-manusia melanggar lalu lintas namun ngeyel seakan mereka yang benar, dan banyak lagi Nak.

Jika saja tidak ingat akan ikrar suci untuk selalu menemani Ibumu dimanapun dia berada, mungkin Aku sudah menyingkir dari kota ini dan memilih pedesaan yang asri sambil menikmati hidup. Bapakmu ini Payah ya Nak. usia belum juga 1/2 dari usia Nabi namun terlalu cepat mengalah dengan hidup.

IMG_20151211_223324

Oh iya Nak, tadi kan Aku mau menceritakanmu kegiatan itu, kenapa sekarang malah curcol. ya sudah, kumulai saja ceritaku Nak.

Gerimis yang tidak kunjung reda tidak jua menyurutkan niatku untuk ikut acara Kenduri Cinta. meski baru tiba dari kantor sehabis Maghrib. Aku dan adikku yang kebetulan liburan di Jakarta kuajak sekalian. Kami tiba di TIM sekitar pukul 20:00 WIB. saat itu pelataran TIM tempat acara Kenduri Cinta masih lengang, tidak seperti beberapa bulan lalu saat Aku dan Ibumu ikut acara yang sama.

tidak sia-sia rupanya Aku ikut datang di acara kenduri cinta Nak. Ada banyak pelajaran yang bisa kuambil Nak namun ada satu cerita yang benar-benar membuatku takjub.

Seorang narasumber bernama Richard. Dia muallaf Nak namun kau tahu apa yang istimewa dari pertemuannya dengan Islam? Dia belajar dan mencari Nak bukan lewat kejadian mistis atau mendengar ayat Al-Qur’an, pencariannya lewat bermusik, lagi-lagi bukan musik religi Nak namun musik punk rock.

Aku  tertarik mendengar penuturannya. tentang pilihan hidupnya di musik Rock dan tentang pilihan bacaan-bacaannya. Si Richard mengaku pernah memilih menjadi Atheis dan membaca buku Marx, Nietsche dll. dulu saat masih kuliah, Aku punya teman-teman yang gemar musik Rock, komunitas Punk dan juga mereka yang doyan mengkonsumsi wacana Marx, Nietsche dan seabrek wacana radikal dari pemikir barat. kita sering menjustifikasi mereka jauh dari Agama namun percayalah Nak, banyak dari mereka yang menurutku malah lebih religius dengan Akhlak yang mereka tampakkan. itu makanya ketika nantinya kau lahir dan bertumbuh dewasa, Aku tidak akan membatasi pergaulanmu Nak sepanjang kau bertanggung jawab atas pilihan sadarmu dan memegang prinsip yang kau yakini.

bagian lain yang membuatku tertunduk malu ketika si Richard yang notabene adalah muallaf tersedu menangis haru ketika menceritakan kisah Nabi Muhammad. menurutku itu tangisan yang benar dari dalam hatinya Nak. dia bercerita kisah Nabi Muhammad SAW saat dilempari kotoran oleh seorang Yahudi namun Beliau tidak marah bahkan ketika si Yahudi sakit, Beliau datang mengantarkan makanan.

Cerita kedua yang membuat si Richard tidak bisa menahan tangisnya ketika Nabi Muhammad SAW di thaif dilempar batu namun Nabi malah mendoakan mereka.
Aku malu Nak, di usia yang sekarang ini, seberapa sering Aku merenungi kisah Nabi Muhammad SAW untuk menumbuhkan kecintaanku terhadap Beliau.

IMG_20151211_232658
Cak Nun

Inti acara ketika Cak Nun hadir di atas panggung Nak. Beliau seumuran dengan Kakekmu namun Cak Nun masih enerjik dan tetap segar bugar meski dengan kegiatannya yang begitu padat. Aku salah satu pengagum pikirannya yang tidak pernah merasa benar dan tidak menyalahkan orang lain. Cak Nun seperti halnya Gus Dur, Gus Mus menempatkan cinta sebagai pondasi beragama.

Jika nanti di akhirat saat mau dimasukkan ke Syurga, Allah mengatakan bahwa Aku memasukkanmu ke Syurga bukan karena ibadahmu namun karena CintaKu” Cak Nun

kalimat Cak Nun diatas menampar kita yang merasa sudah ahli ibadah bahwa sebenarnya semua itu tidak ada apa-apanya di mata Tuhan. ada bahasa satir yang amat kusuka malam itu Nak ketika Cak Nun mengatakan, jika saja Tuhan ingkar janji dan semua yang rajin beribadah dimasukkan ke dalam Neraka sedangkan yang malas beribadah dimasukkan ke dalam syurga, itu terserah Tuhan. Dia yang menentukan segalanya kok.

mengkafirkan orang lain adalah sesuatu yang amat sangat membahayakan Nak. tidak mudah untuk mengkafirkan orang lain bahkan menurutku Nak, tidak perlu untuk mengurusi hubungan personal orang lain dengan Tuhannya. itu urusan mereka. Aku sering meradang jika mendengar orang lain mengkafirkan sesamanya apatahlagi sesama orang yang mengaku Islam.

Masih banyak pembahasan Cak Nun di malam itu Nak. tentang bahagia yang tidak membutuhkan materi dan tentang kecintaannya terhadap Negeri Indonesia.

Ketika jam menunjukkan pukul 01;00 WIB, Adikku sudah tidak sanggung menahan kantuknya dan mengajakku pulang sehingga  dengan berat hati, Aku dan Adikku pulang meski masih beberapa sesi lagi Cak Nun akan memaparkan pikiran-pikirannya.

Nak, maafkan Ayahmu yang mungkin banyak salah dan doakan supaya setiap harinya merperbaiki diri. Aku bahkan tidak berani memproklamirkan Islam seperti apa yang kujalani Nak namun setidaknya Aku berusaha untuk tidak menghadirkan perasaan paling benar di dalam hati dan selalu berusaha untuk menempuh jalan mendekat kepada Tuhan.

Nak, sesungguhnya Aku menyukai jalan hidup orang Sufi. mereka yang lebih melihat kedalam dirinya, sibuk memperbaiki diri mereka sehingga tidak punya lagi waktu untuk mengurusi kesalahan orang lain. namun ingat Nak, pemahaman ini beda jauh dengan apatis yang tidak mau peduli penderitaan orang lain.

ah, benar Nak. ibadah kita tidak ada artinya jika itu mau dijadikan sebagai jembatan untuk mendapatkan syurga.

Taman Ismail Marzuki, 11122015

 

Advertisements

Author:

Belajarlah menjadi Manusia, jangan pernah belajar menjadi Tuhan. jadilah Anugerah semesta yang membuat bahagia segenap makhluk. zen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s