MINGGU SIANG

Biarlah Lahful Mahfuz menjadi urusan Allah. Kita dimasukkan Neraka pun tidak apa-apa yang penting kita mengikuti aturan Allah” Aa Gym.

Maaf Nak kalau terlalu banyak bercerita kepadamu namun sayang juga jika Aku tidak sedini mungkin mengumpulkanmu begitu banyak cerita yang kulalui. Aku payah untuk mengingat hal-hal Nak. memoriku terlalu dipenuhi oleh sesuatu yang tidak penting sehingga satu-satunya cara merawat ceritaku untukmu adalah menuliskannya.

Nak, Minggu ini, Aku dan Om mu yang sedang liburan disini berniat membelikan ole-ole untuk saudara sepupumu di kampung. kami beranjak ke bilangan Monas karena setahuku, disitu banyak dijual mainan anak-anak sesuai pesanannya.

Setelah membeli tas anak-anak dan mainan, kami menuju Masjid Istiqlal yang hanya 10 menit jarak tempuh. sehari sebelumnya memang kutahu bahwa akan ada tauziah Aa Gym.

Sudah banyak jamaah yang memadati masjid Istiqlal saat kami tiba disana bahkan Aa Gym sedang memberi Tauziahnya. Aku dan Om mu terpaksa duduk di saf belakang.

Nak, Aku senantiasa menghadiri majelis-majelis ilmu tanpa memandang pematerinya. dulu ada seniorku di Makassar yang selalu mengingatkanku bahwa ikutilah semua majelis ilmu dan ambillah yang baik, jangan ikuti yang buruk. hal yang Beliau tekankan kepadaku bahwa jangan sekali-kali berani mengkafirkan orang lain apatahlagi orang itu masih mengaku Islam.

Oh iya Nak, kembali ke ceramah Aa Gym kemarin. Beliau menceritakan masa dimana mengalami keguncangan saat poligami bahkan sampai ada yang menerbitkan buku “Raport merah Aa Gym.” Beliau mengatakan amat sangat bersyukur dengan adanya buku tersebut sebagai pengingat.

Nak, ada beberapa inti dari ceramah Aa gym kemarin

  1. Jangan pernah merasa benar dan menyalahkan orang lain.
  2. jangan ujub
  3. saat sudah menjadi orang tua, ikhlaslah dalam membesarkan anak-anak sehingga tidak ada perasaan lebih daripada anak-anak karena sesungguhnya orang tua lebih banyak berdosa dari anak-anak
  4. biarkanlah urusan Syurga dan Neraka menjadi otoritas Allah SWT dan tidak perlu mengurusi, toh Allah tahu yang terbaik.

Nak, poin keempat itu muncul ketika seorang jamaah bertanya kebingungannya bahwa Allah sudah mencatat semua ketentuan di dunia ini di Lauh Mahfuzh. Aa gym menjawab bahwa biarkanlah itu menjadi kewenangan Tuhan, kita hanya perlu untuk mengikuti aturan-aturan yang sudah ditentukan.

Nak, ada titik temu dari 2 majelis Ilmu yang kuikuti minggu ini. majelis Kenduri Cinta dan majelis Aa Gym. kedua majelis itu menekankan supaya kita tidak mengurusi otoritas Tuhan

13122015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s