Posted in Uncategorized

IBUMU DAN BOGOR

Anakku, semenjak menikah dengan Ibumu, belum sekalipun Aku keluar kota meninggalkannya sendiri apatahlagi dalam keadaannya yang mengandungmu. betapa teganya Aku jika membiarkankan Ibumu sendiri di kos kami yang tidak lebih luas dari kamar kosku saat masih kuliah.

Kali ini dan yang pertama kalinya, Ibumu bersama kesendiriannya di kos. Aku sedang berada di Bogor karena tugas kantor selama 4 hari. lumayan lama kan Anakku. namun begitulah hidup, seringkali kita tidak bisa menghindari sebuah keadaan yang tidak sesuai keinginan kita.

Selama berada disini, pikiranku tertuju kepada Ibumu. bahkan ketika malam, bayang Ibumu menghiasi pikiranku. tahukah Kau Anakku, di malam pertama Aku disini, Ibumu sakit perut yang menurutnya amat sangat perih. Ah, betapa kacaunya pikiranku Nak mendengar Ibumu menahan sangat dalam kesendiriannya. Aku hanya bisa berdoa kepada Dzat Yang Maha Tunggal semoga Dia menjaga Ibumu.

Di kota hujan ini, Aku diklat kantorAnakku. bukan materi diklat yang ingin Aku ceritakan kepadamu namun salah seorang pematerinya yang lumayan memberiku beberapa wejangan dalam beberapa kesempatan disela-sela waktu istirahat.

Anakku, Dia lumayan expert dalam masalah otomotif. Kau tahu Anakku apa yang selalu dia pesankan kepadaku. “janganlah bekerja karena mengejar materi karena tidak akan ada habisnya.” terkesan klise memang Anakku namun percayalah bahwa pesan yang disampaikan dengan hal yang sama terkadang penerimaan kita tidak sama tergantung siapa yang menyampaikannya. nantilah Kau buktikan sendiri Anakku

Hotel Grand Sentul, 27 Januari 2016, 23:02

Posted in Uncategorized

BENDA KECIL ITU

Anakku, sudah hampir memasuki bulan kedua di tahun ini namun sedikit sekali cerita untukmu. Mungkin kepekaanku sedang dalam titik terendah sehingga banyak hal yang terlewatkan saat berada di jalan, di kantor atau dimanapun karena sejatinya, kota ini selalu menghadirkan beribu cerita yang bisa dijadikan hikmah bagi kehidupan kita.

Anakku, kali ini ijinkan Ayahmu berteori saja tentang manusia kini. Mungkin bukan orang lain yang akan kuceritakan namun diriku sendiri Anakku. Jangan heran Anakku ketika waktunya nanti Kau hadir di Bumi ini dan melihat banyak keanehan.

Di alammu sekarang, mungkin saja semua berjalan indah. Engkau menemui sesamamu bercanda ria dan bergembira bersama tanpa tendensi apa-apa. Tidak ada yang mengganggu relasi antar janin. Namun di Bumi ini Anakku, banyak sekali hal absurd yang membuat kepala kita pening. Orang berinteraksi dengan sesamanya hanya karena ada kepentingan, entah itu Uang, Kuasa atau bahkan Ego yang dipertontonkan. Itu hal dalam skala besar Anakku.

Kesinilah Anakku duduk bersamaku sambil mendengarkan ocehanku. Seperti janjiku bahwa Aku ingin menceritakan diriku di masa kini Anakku. Tidak perlulah untuk menceramahimu dengan Pengetahuan yang terlalu tinggi, tentang bahaya Laten Kapitalisme, tentang cita-cita Karl Marx atau tentang tingginya Makhrifat Rumi dalam menyusun syair-syairnya yang memabukkan. Aku hanya ingin bercerita tentangmu atas semua benda kecil berbentuk kotak yang hampir pasti merenggut rasa kemanusiaan. Aku dan Ibumu juga seperti itu Anakku.

Iya, benda kecil itu bernama Smartphone, dulu sih namanya Handpone saja yang artinya telepon genggam dengan fungsi saling tukar menukar kabar dengan sms dan telepon namun beberapa tahun belakang ketika benda tersebut sudah tidak bertombol lagi. Hanya butuh sentuhan untuk bisa menelepon dan sms kemudian ditambah lagi dengan fitur lain. Kita bisa internetan dan semua hal nampaknya akan dilakukan melalui Smartphone.

Anakku, amat sangat mengerikan melihat benda itu mulai menggantikan relasi antar manusia. Okelah jika Engkau tidak bisa membayangkan betapa berbahayanya benda itu, sini aku beritahu Nak tetapi simpan rahasia ini dan jangan beberkan kepada orang lain. Anakku, betapa begitu banyak waktuku tersisa hanya untuk bermain-main dengan benda tersebut. Mulai saat bangun pagi, Aku langsung mencarinya sekedar melihat jam, mengecek BBM dan melihat kontak di bbmku yang diperbaharui, mengecek berita terbaru di berita online, sekedar membuka aplikasi facebook untuk mengetahui update an terbaru dari kawan dunia maya. Setelah menghabiskan sekitar 20 menit dengannya setelah bangun, kemudian mandi dan bersiap berangkat ke kantor. Sebelum berangkat pun Aku akan mengecek HP dengan alasan yang sama bahkan ketika dalam perjalanan dan terjebak di lampu merah, lagi-lagi benda itu kupelototi. Sesampai di kantor sesaat turun dari motor, tangannya seperti refleks mengambilnya dari dalam saku celana. Sebelum bekerja, tidak afdol rasanya kalau tidak sekedar membuka layar HP. Setelah istirahat seperti itu lagi. Sebelum pulang kantor dan ketika tiba di rumah, bukannya menyapa Ibumu namun benda itu malah nangkring di telapak tanganku. Setelah makan malam bahkan berjam-jam lamanya sampai tertidur. Begitu terus menerus berulang.

Mengerikan sekali kan Anakku benda itu. Relasiku dengan Ibumu menjadi terganggu Anakku. Ah Aku sebenarnya muak dan sudah sering mengatur jadwal memegang benda itu namun selalu saja gagal. Memegang HP seperti gerakan refleks yang tidak terhindarkan bahkan seperti ada yang kurang ketika tidak melihatnya. Seringpula ketika benda itu ketinggalan di rumah ketika bepergian, kita serasa akan mati dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Aku ingin mengajarimu bijak dalam menyikapi berbagai hal namun dalam hal terkecil pun Aku yang gagal menyikapinya.

Anakku, betapa berkuasanya benda kecil itu di dalam hidup kita.

Pulogadung, 22 Januari 2016

Posted in Uncategorized

CERITA JUMAT MALAM

Anakku, aku berjanji kepada diriku untuk tidak berhenti belajar, untuk diriku sendiri dan tentunya belajar menjadi ayah dari dirimu.aku ingin suatu saat nanti, kita bercerita di taman belakang rumah dengan kopi dan pisang goreng masakan Ibumu. kita bercerita tentang apa saja. entah itu Film, Musik, Pengetahuan, Sepakbola dan apapun yang kau minati Anakku. sejatinya Aku tidak akan membatasi apapun dari dirimu.

Ada satu forum yang selalu kuikuti Nak. sebisa mungkin setiap Jumat malam minggu kedua. diadakan di TIM mulai pukul 20:00 WIB sampai subuh dini hari. Kenduri Cinta, Iya itu forum yang diprakarsai Emha Ainun Najib yang akrab disapa Cak Nun. banyak kesepakatanku dengan pemikiran-pemikiran beliau yang membuatku betah menahan kantuk untuk mendengar tauziahnya.

Anakku, ini cerita untukmu hari ini tentang diskusi Kenduri Cinta tentang Gerbang Wabal. meski semalam Aku sadar bahwa sabtu pagi harus berangkat ke Sukabumi dalam rangka acara kantor, Aku tetap memaksakan diri untuk ikut acara Kenduri Cinta dan benar saja, tidak sia-sia menurutku ikut Kenduri Cinta semalam.

sesampai di TIM, Aku hanya bisa mendapat space di pinggir panggung karena peserta sudah membludak. seperti biasa diskusi dipandu oleh pengurus Kyai Kanjeng. barulah sekitar pukul 22:30 WIB, Cak Nun datang dan mengambil tempat di panggung utama. ada yang berbeda dari Beliau dengan pakaian putih dan songkok khas Kyai Kanjeng.

Membuka Tauziahnya, Beliau mengajak hadirin melantunkan Dzikir Ya Wabal yang berlangsung hampir sejam. Aku bahkan harus menghela nafas beberapa kali Anakku sepanjang Dzikir tersebut. Ah payah Ayahmu ini Nak. ketika berdzikir tidak kuat namun ketika memelototi HP bisa sampai berjam-jam.

IMG_20160115_220234

Benar saja, setelah selesai Dzikir, Cak Nun menyentil bahwa seringkali kita merasa penat ketika berdzikir agak lama sedangkan ketika main HP bahkan bisa berjam-jam lamanya. Anakku, Cak Nun kemudian menanggapi teror Bom yang terjadi di Sarinah seperti yang Aku ceritakan padamu sebelumnya ini Anakku. Beliau mengatakan bahwa Bom terjadi karena ada ketidakadilan di Bumi ini kemudian melanjutkan bahwa dengan pernyataannya ini, bukan berarti Beliau mendukung tindakan teror.

Cak Nun juga menaggapi respon masyarakat yang meyebarluaskan #KamiTidakTakut. Beliau mengatakan bahwa tindakan tersebut seperti orang yang menghibur diri sendiri. adanya teror otomatis akan membuat kita takut. ketika berjalan di keramaian dengan anak isteri lalu ada bom meledak, atau teman-teman sedang nongkrong di kafe dan bom meletus dan ketakutan tentang keselamatan keluarga dan teman yang kita cintai karena sejatinya kita tidak bisa memprediksikan dimana para tukang teror melancarkan aksinya.

Setelah Cak Nun. sabrang kemudian melanjutkan analisanya tentang energi yang kemudian dikupas dari segi matematika dan fisika. ada poin penting dari pemaparan Sabrang bahwa hidup itu seperti matematika. kita akan selalu berjalan menuju Tuhan namun hanya ada dua kemungkinan, ada yang jalanannya berliku kemudian sampai kepada pencarian akan Ketuhanan dan ada pula yang jalannya cepat. Sabrang menganalogikan pada bilangan Genap dan Ganjil. jika mendapat bilangan Genap, coba dibagi 2 dan ketika bertemu dengan bilangan ganjil, kalikan 3 kemudian tambah 1.begitu seterusnya dan niscaaya ujungnya akan sampai pada angka 1. angka 1 tersebut adalah puncak Ketuhanan.

Anakku, diskusi tersebut masih sangat panjang namun mengingat ada janji yang harus ditunaikan pagi dini hari, terpaksa Aku beranjak pulang tepat pukul 02:30 WIB. sesampai di rumah, Ibumu sudah terbuai mimpi.

Jika tiba waktunya nanti, Aku ingin melihatmu seperti mereka yang selalu haus akan ilmu Nak. namun ingat seharusnya mencari ilmu itu bukan karena tendensi materi atau duniawi namun ingatlah selalu Anakku bahwa belajar dan selalu belajar ditujukan untuk mencari kebenaran, kebenaran sejati menurutku Nak. meski dalam hidup kita tidak sampai pada puncak keagungan Ilmu namun setidaknya, segala daya upaya telah kita kerahkan untuk sampai pada titik itu Nak. Aku kok merasa Nak bahwa Tuhan itu nantinya akan menilai usaha dan niat kita bukan terhadap hasil yang diperoleh. menurutku lo yah Nak. jangan diyakini juga, Kau cari saja nanti jalanmu sendiri.

Sebelum menyudahi cerita ini Nak, bolehlah Aku menyarankanmu referensi dalam belajar tentang apa saja. yah belajarlah kepada pribadi seperti Cak Nun yang mendahulukan Cinta kepada sesama, bacalah karya Gus Mus, Gus Dur dan siapapun dari mereka yang mendahulukan cinta daripada Ego. mereka itu orang-orang hebat Nak namun siapa tahu nantinya ketika Kau sedang dalam proses belajar, Engkau bertemu dengan orang yang seperti Mereka. Nak, memahami orang itu gampang, lepaskan tendensimu terhadap orang tersebut dan rasakan dari dalam hatimu. Engkau akan mengenal siapa yang pantas Kau jadikan Guru.

Rawamangun, 22 Januari 2016

Posted in Uncategorized

LEDAKAN BUKAN PETASAN

Anakku, hampir saja Aku terlupa menceritakan padamu kejadian hari di kota kita. Tadi ada Bom di jantung kota ini Anakku. Sasarannya adalah kafe branding barat. Entah apa yang ada di pikiran pelaku Anakku. Mereka mengatasnamakan misi suci melakukan teror di tengah kota. Tidakkah mereka sedikit merenung jika di posisi korban. ah, naif sekali pikiranku ini anakku. tidak mungkinlah mereka berpikir sampai disitu karena di kepala mereka, tindakan tersebut adalah jihad untuk mencapai “syurga.”

Anakku, kelak engkau akan tahu bahwa tindakan diluar nalar sekalipun seringkali terjadi atas nama Tuhan, membela Tuhan ataupun jalan menuju Syurga. kaupun akan menjumpai orang yang bertikai atas nama kebenaran. namun Aku sering bingung dengan kelompok yang bertikai memperebutkan kasih sayang Tuhan, Aku bingung dengan mereka yang berperang berebut Syurga, Akupun bingung dengan mereka yang saling membunuh atas nama kebenaran. hu hu, menurutku mereka hanya berlomba meninggikan ego masing-masing atau mungkin juga ada kepentingan diatas semua itu.

Ah itu teoriku saja Anakku.Pikiranku sudah terlalu kusut menerjemahkan tindakan yang merusak atas nama keagungan Tuhan. namun bukankah tindakan seperti itu paradoks kan Anakku..?

Tapi jangan takut Anakku. Negeri kita masih aman kok. jangan pesimis untuk hadir ditengah kami. Negeri kita masih relatif aman dibandingkan dengan beberapa Negeri di Timur Tengah atau di Afrika yang tidak habis-habisnya dilanda Perang. bayi yang baru lahir disana sudah harus berjuang mempertahankan dirinya. mengerikan sekali Anakku kondisi seperti itu. Itulah mengapa Aku tidak habis pikir dengan mereka yang menciptakan teror di Negeri kita yang adem ayem, meskipun ada gesekan-gesekan namun tidak sampai menimbulkan suasana mencekam seperti di daerah konflik.

Anakku, banyak hal yang mesti dipelajari atas fenomena yang terjadi di hidup ini. untuk orang yang sudah sampai pada Makhrifat tingkat atas, mereka akan menganggap bahw kejadian tersebut normal. mereka akan mengatakan bahwa dengan adanya teror, maka disisi lain, orang yang mencari makan di dunia jurnalistik akan kecipratan rejeki. mereka punya bahan untuk diberitakan.

Ah Anakku, sekali lagi Aku meyakinkanmu bahwa hidup ini paradoks. kita hanya butuh pilihan-pilihan sadar untuk menempatkan hidup kita di jalan yang benar, setidaknya menurut kita berdasarkan pengetahuan yang kita miliki adalah jalan itu benar. 

Bom yang meledak di Plaza Sarinah hanyalah selingan dalam hidup Anakku. kita patut berduka atas kejadian itu namun bukan berarti mengutuk membabi buta. Nantilah kau belajar banyak atas hidup. satu yang ingin kucamkan kepadamu Anakku dan juga untukku sendiri bahwa tetaplah hidup dengan dalih mencari kebenaran bukan materi dan kemewahan dunia, kalau itu sudah menjadi motovasi kita dalam hidup, Aku yakin suatu saat kita memahami hakekat kehidupan. mari sama-sama berjuang Anakku.

Mengenang Bom Sarinah. Jakarta, 15 Januari 2016

Posted in Uncategorized

CHEK UP KE-3

Sabtu kemarin, kami membawamu cek up di rumah sakit Evasari. kami ingin dokter perempuan yang menangani Ibumu namun berhubung Dr. Nana yang menjadi langganan sudah pulang maka kami memutuskan untuk chek up dengan Dr. Berryl Imran Burhan, SpOG. sebelumnya pertama kali kami konsultasi kandungan Ibumu dengan Dokter ini kemudian ganti Dokter dengan Dr. Nana.

Ada hal lucu Nak ketika chek up dengan Dr. Berryl. Dia menyarankan Ibumu untuk banyak minum susu karena dari hasil tes Laboratorium, Hb Ibumu rendah. kami menimpali bahwa sebelumnya saat Chek up dengan Dr. Nana, Dia menyarankan supaya tidak terlalu banyak minum susu bahkan menurutnya tidak minum susu pun tidak menjadi masalah. raut muka Dr. Berryl langsung berubah kemudian berguman “kok Dr. Nana menyarankan untuk tidak minum susu.”

Lucu memang Nak. mereka dengan spesialis yang sama namun sarannya yang kontradiktif. Aku dan Ibumu hanya saling pandang dan senyum tanpa arti. Kami memutuskan untuk mencari referensi yang mana sebenarnya anjuran yang paling baik untuk Ibu hamil. akhirnya kami lebih condong bahwa Ibu hamil tersebut harus banyak minum susu.

Terlepas dari permasalahan diatas, Aku dan Ibumu senang melihat hasil USG dimana tubuhmu sudah berbentuk. kamu kelihatan seperti bergerak. kami bersemangat melihatmu Nak

Menurut perhitungan medis bahwa Kau sudah memasuki umur 4 bulan. betapa tidak terasa waktu yang berlalu Nak. kami menunggu kehadiranku dengan beribu kalimat doa yang selalu kami panjatkan

Rawamangun, 11-01-2016

Posted in Uncategorized

CERITA PERTAMA 2016

sudah seminggu di tahun 2016 namun belum ada cerita untukmu Nak oleh karena tidak ada cerita yang menarik. mungkin hanya memberitahumu sabtu kemarin, Saya mengantar Ibumu cek up dirimu.

Ibumu cek fisik, periksa darah dan urine. menurut dokter untuk mengindentifikasi apakah ada bakteri atau tidak. hasilnya baru akan diketahui seminggu kemudian. doakan saja nak supaya Ibumu sehat-sehat saja dan begitupun adanya dirimu di alam rahim.

Nak, di RS yang terletak disekitaran pasar Genjing tersebut, selalu ramai dengan pasangan yang datang entah melahirkan, cek up kandungan ataupun memeriksakan kesehatan bayi mereka.

Aku menunggu di ruangan depan saat Ibumu masuk di lap. di depanku ada Ibu hamil bersama Suaminya. disampingku ada pasangan dan bayinya yang mungkin belum genap berumur sebulan. mungkin Aku yang terlalu sensitif dengan suara keras namun Aku membenci orang tua yang berbicara keras menjurus seperti membentak di depan anak-anaknya.

Bapak dari Bayi yang duduk disampingku bicara keras kepada Isterinya yang ingin meletakkan bayinya di sofa ruang tunggu. mungkin Ibu muda tersebut lelah namun sepertinya sang suami tidak terlalu senang jika bayinya diletakkan sejenak.

Nak, doakan Aku supaya nantinya ketika kau sudah hadir di tengah kehidupan kami, tidak ada suara keras yang kau dengar dari mulutku. kalau Ibumu, Aku sudah yakin engkau hanya akan mendengar suara lembutnya namun Aku tidak yakin diriku apakah bisa untuk setiap saat berkata lembut kepadamu dan juga kepada Ibumu.

okelah Nak, perjalanan masih panjang. tidurlah dengan nyenyak di alammu sambil menunggu waktu membawa ke dunia.

Pulogadung, 05 Januari 2016