Posted in Uncategorized

BENDA KECIL ITU

Anakku, sudah hampir memasuki bulan kedua di tahun ini namun sedikit sekali cerita untukmu. Mungkin kepekaanku sedang dalam titik terendah sehingga banyak hal yang terlewatkan saat berada di jalan, di kantor atau dimanapun karena sejatinya, kota ini selalu menghadirkan beribu cerita yang bisa dijadikan hikmah bagi kehidupan kita.

Anakku, kali ini ijinkan Ayahmu berteori saja tentang manusia kini. Mungkin bukan orang lain yang akan kuceritakan namun diriku sendiri Anakku. Jangan heran Anakku ketika waktunya nanti Kau hadir di Bumi ini dan melihat banyak keanehan.

Di alammu sekarang, mungkin saja semua berjalan indah. Engkau menemui sesamamu bercanda ria dan bergembira bersama tanpa tendensi apa-apa. Tidak ada yang mengganggu relasi antar janin. Namun di Bumi ini Anakku, banyak sekali hal absurd yang membuat kepala kita pening. Orang berinteraksi dengan sesamanya hanya karena ada kepentingan, entah itu Uang, Kuasa atau bahkan Ego yang dipertontonkan. Itu hal dalam skala besar Anakku.

Kesinilah Anakku duduk bersamaku sambil mendengarkan ocehanku. Seperti janjiku bahwa Aku ingin menceritakan diriku di masa kini Anakku. Tidak perlulah untuk menceramahimu dengan Pengetahuan yang terlalu tinggi, tentang bahaya Laten Kapitalisme, tentang cita-cita Karl Marx atau tentang tingginya Makhrifat Rumi dalam menyusun syair-syairnya yang memabukkan. Aku hanya ingin bercerita tentangmu atas semua benda kecil berbentuk kotak yang hampir pasti merenggut rasa kemanusiaan. Aku dan Ibumu juga seperti itu Anakku.

Iya, benda kecil itu bernama Smartphone, dulu sih namanya Handpone saja yang artinya telepon genggam dengan fungsi saling tukar menukar kabar dengan sms dan telepon namun beberapa tahun belakang ketika benda tersebut sudah tidak bertombol lagi. Hanya butuh sentuhan untuk bisa menelepon dan sms kemudian ditambah lagi dengan fitur lain. Kita bisa internetan dan semua hal nampaknya akan dilakukan melalui Smartphone.

Anakku, amat sangat mengerikan melihat benda itu mulai menggantikan relasi antar manusia. Okelah jika Engkau tidak bisa membayangkan betapa berbahayanya benda itu, sini aku beritahu Nak tetapi simpan rahasia ini dan jangan beberkan kepada orang lain. Anakku, betapa begitu banyak waktuku tersisa hanya untuk bermain-main dengan benda tersebut. Mulai saat bangun pagi, Aku langsung mencarinya sekedar melihat jam, mengecek BBM dan melihat kontak di bbmku yang diperbaharui, mengecek berita terbaru di berita online, sekedar membuka aplikasi facebook untuk mengetahui update an terbaru dari kawan dunia maya. Setelah menghabiskan sekitar 20 menit dengannya setelah bangun, kemudian mandi dan bersiap berangkat ke kantor. Sebelum berangkat pun Aku akan mengecek HP dengan alasan yang sama bahkan ketika dalam perjalanan dan terjebak di lampu merah, lagi-lagi benda itu kupelototi. Sesampai di kantor sesaat turun dari motor, tangannya seperti refleks mengambilnya dari dalam saku celana. Sebelum bekerja, tidak afdol rasanya kalau tidak sekedar membuka layar HP. Setelah istirahat seperti itu lagi. Sebelum pulang kantor dan ketika tiba di rumah, bukannya menyapa Ibumu namun benda itu malah nangkring di telapak tanganku. Setelah makan malam bahkan berjam-jam lamanya sampai tertidur. Begitu terus menerus berulang.

Mengerikan sekali kan Anakku benda itu. Relasiku dengan Ibumu menjadi terganggu Anakku. Ah Aku sebenarnya muak dan sudah sering mengatur jadwal memegang benda itu namun selalu saja gagal. Memegang HP seperti gerakan refleks yang tidak terhindarkan bahkan seperti ada yang kurang ketika tidak melihatnya. Seringpula ketika benda itu ketinggalan di rumah ketika bepergian, kita serasa akan mati dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Aku ingin mengajarimu bijak dalam menyikapi berbagai hal namun dalam hal terkecil pun Aku yang gagal menyikapinya.

Anakku, betapa berkuasanya benda kecil itu di dalam hidup kita.

Pulogadung, 22 Januari 2016

Advertisements

Author:

Belajarlah menjadi Manusia, jangan pernah belajar menjadi Tuhan. jadilah Anugerah semesta yang membuat bahagia segenap makhluk. zen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s