SAUDARA

Dedek, Saya ingin menceritakan salah satu saudaramu di kampung sana. Anaknya Masku. Dia baru menginjak umur 1 tahun 1 bulan. tidak terlalu banyak sih yang kutahu tentangnya karena praktis semenjak kelahirannya, Saya baru 2x bertemu langsung dengannya. pertama kali saat lebaran idul fitri 2015 dan libur tahun 2015.

Andra, begitu sapaan akbranya. Seperti laiknya bocah seumurannya, Dia akan menangis sekeras-kerasnya ketika ada hal yang tidak sesuai dengan keinginannya atau mungkin juga Dia menginginkan sesuatu. tangidan bagi Mereka adalah senjata. ketika Dia tidak melihat Ibunya, ketika lapar atau bahkan ketika boker celana.

IMG_20160202_142841
Andra

Dari cerita yang sering Saya dengar, Andra lebih dekat dari Ibunya. ya mayoritas anak sulung akan dekat dengan Ibunya. nantinya Aku berharap Kau dekat saja dengan Ibumu Dek meski Aku juga kepingin dekat denganmu.

suatu saat nanti, ketika kalian sudah beranjak gede, sering-seringlah bertemu dan saling bertukar kabar. Aku berharap Kau akrab dengan semua saudara sepupumu Dek. salah satu cara untuk mengakrabkan persaudaraan secara emosi adalah sering bertemu saat masih kecil. eh itu tanggung jawab kami ding yang harus sering membawamu silaturrahim ke kampung. hehe.

Aku sering tidak bisa mengerti Dek melihat saudara kandung yang seperti orang asing. kalau saudara sepupu mungkin masih wajarlah Dek karena intensitas bertemunya yang jarang namun jika saudara kandung yang tidak akrab bahkan merasa asing. ahsudahlahh. bukan karena Aku akrab dengan saudara-saudaraku Dek namun menurut pikiranku seharusnya saudara kandung itu Akrab bahkan bila perlu seperti teman.

IMG_20160202_142836
Liat Apa Nak..???

Okelah Aku bercerita tentang persaudaraanku dengan 3 kakakku dan 2 adikku. di masa kecil, seringkali kami berkelahi entah itu dengan saudaraku yang cewek maupun saudaraku yang cowok. kenanganku begitu jernih saat Aku menendang adikku yang bungsu hanya karena ayam peliharaanku kejatuhan palu yang dipegangnya. kemudian adikku yang di kalimantan, Aku ingat pernah melemparnya dengan batu sebesar kepalan tangan sampai jidatnya harus meninggalkan luka. kakakku yang Perempuan pernah kutakuti ketika Dia mengamuk, sampai Aku tidak berani mendekat.

etapi itu dulu Dek saat seragam kami masih merah hati. setelah itu saat seragam sudah berganti putih biru, perlahan kami sudah agak jarang berkelahi sampai menjelang dewasa. perbedaan pendapat masih selalu saja ada namun tidak pernah sampai pada tahap yang membuat kami berkonfrontasi. kehangatan antar saudara akan terjalin ketika sudah menjalani hidup masing-masing bahkan kita terkadang saling merindukan.

IMG_20160202_142832
Ekspresi

Eh, maafkan Aku Dek. janjiku kan ingin menceritakan saudara sepupumu yang bernama Andra. Ah jadi lupa Dek apa yang ingin kuceritakan gegara terlalu lama curcol yah. yasudahlah Dek, intinya Kami orang tua bertanggung jawab sebatas untuk sering membawamu bersilaturrahim dengan Mereka dan Kau punya tanggung jawab sendiri untuk mengakrabkan diri secara emosional.

persaudaraan yang dibangun dari kecil akan lebih awet daripada ketika sudah dewasa. untuk cerita tentang Andra atau juga saudaramu yang lain, Fadel dan Meisya. nantilah kuajak dirimu bertemu dengan Mereka.

kalian berempat akan kuajari cerita tentang para barisan bocah yang sedang dalam masa pertumbuhan. kucarikan kalian dongeng terbaik, kisah heroik dan kemudian ketika kalian beranjak dewasa, jangan pernah menggadaikan hidup dengan hal-hal yang absurd. semoga Aku bisa mendidikmu memiliki prinsip dalam hidup Dek. menjadi orang baik lalu kemudian menjadi Manusia seutuhnya. oke itu aja Dek

Ramangun, 2 Februari 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s