JAKARTA-CIANJUR

Anakku, baru kali ini Aku dan Ibumu berpisah lumayan lama setelah kami menikah. iya Nak, Kami harus terpisah jarak selama 2 minggu selama Ibumu mengikuti diklat kantornya di Ciloto, Jawa Barat. lumayan lama dan jauh kan Nak. tapi tak apalah Nak karena jarak bukanlah semua masalah bagi hubungan Kami.

Ibumu sebenarnya amat sangat berat ikut diklat tersebut bahkan sehari sebelumnya Dia menangis. namun Aku selalu membesarkan hatinya bahwa terkadang ketika kita akan melangkah ke sebuah kondisi, amat sangat berat namun ketika sudah dijalani dan dinikmati, kita terkadang merindukan momen yang dulunya amat dihindari.

Ah, kita memang manusia maha pengeluh Nak. apa-apa dikeluhkan. Aku apalagi, terlalu gampang mengeluhkan hal yang tidak sesuai dengan suasana hatiku padahal kan seringkali terdapat banyak hikmah dalam setiap kejadian yang tidak disukai.

Ada rasa bersalah yang selalu membayangiku Nak. membiarkan Ibumu harus ikut banting tulang mencari nafkah bahkan disaat mengandungmu sekalipun, meski kusadari bahwa tanggung mencari nafkah dalam sebuah keluarga sepenuhnya berada di tangan Suami. apalah Aku ini Nak yang hanya seorang karyawan rendahan dan belum mempu mencukupi kebutuhanmu dan Ibumu. sedih rasanya melihat Ibumu dengan perut yang sudah begitu berat harus berjuang demi keluarga.

Rawamangn, 9 Februari 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s