Posted in Uncategorized

KANTOR DAN DOA LELUCON

Nak, aku tidak sedang membenci sesuatu ataupun Seseorang, tidak pula sedang mengajarimu bergibah tapi terkadang ada hal yang tidak menyenangkan harus diingat supaya kita tidak melakukan hal yang sama kepada orang lain.

Nak, di kantorku tempat bekerja sekarang, bercanda adalah hal yang lumrah bahkan Aku merasa terkadang candaan sudah melewati batas. Entahlah Nak, mungkin benar bahwa orang bercanda tidak ada batasannya sehingga semua keluar dari mulut tanpa ada filter sama sekali. Sering dalam bercanda, orang akan berusaha sekuat tenaga mengeluarkan energinya untuk melucu karena kebahagiaan mereka saat membuat orang tertawa dan dianggap jenaka sehingga sering hal yang tidak seharusnya dijadikan bahan candaan pun diutarakan.

Nak, sekali lagi Aku tidak sedang membenci namun terkadang, titik kesabaranku sepertinya menguap ketika mereka mencandaiku dengan membawa Ibumu dan Kau yang bahkan masih di dalam rahim. Doa-doa candaan yang tidak baik pun dikeluarkan. Aku penat Nak dengan candaan seperti itu dan sama sekali bagiku bukan hal yang lucu namun Aku masih berusaha diam Nak. Belajar kesabaran dari Ibumu yang sepertinya tidak berbatas.

Ayahmu bukan pecundang Nak, bukan pula penakut. Kita orang Sulawesi tidak pernah diajar menjadi penakut. Aku hanya berusaha belajar bersabar mengikuti cara Ibumu dalam menghadapi sesuatu karena jika kuikuti tabiat masa remajaku, mungkin tiap hari Aku berkelahi disini dengan hal-hal yang tidak kusenangi.di kampung Bapakmu dulu Nak, berkelahi adalah salah satu cara menyelesaikan hal yang tidak disenangi.

Mereka hanya sedang bercanda namun Aku tahu dari raut muka dan nada bicaranya, mereka sedang berkata jujur melalui candaan.

Sejatinya, Aku amat tidak suka jika mereka menjadikan Kau dan Ibumu sebagai candaan namun pada suatu saat jika mulut mereka tidak direm, Aku kusumpal dengan kata-kata yang membuat mereka tersadar.

Nak, suatu waktu ketika Engkau berteman, janganlah terlalu membiarkan dirimu larut dalam candaan yang tidak terkontrol. Tetap arif dalam keadaan apapun bahkan saat marah dan bercanda.

Mampang Prapatan 13, 16/02/16

 

Advertisements

Author:

Belajarlah menjadi Manusia, jangan pernah belajar menjadi Tuhan. jadilah Anugerah semesta yang membuat bahagia segenap makhluk. zen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s