MENAKAR DIRI

Saat menulis tulisan inipun Saya sedang menggunakan fasilitas kantor Nak. kemudian harus menceremahimu dengan perilaku wara’. ah Nak kok Saya merasa membohongi diri sendiri ya.

Nak, sedari kecil, Ibuku selalu mengingatkan untuk berhati-hati terhadap semua yang berbau syubhat apalagi haram. namun Kau tahu mungkin sudah terlalu sering Saya melanggar nasehat Beliau. dari hal yang tidak disengaja sampai pada hal-hal yang ‘pura-pura’ tidak disengaja. Kau tahu sendiri nanti Nak.

Aku pun tidak habis pikir, selama masuk dalam dunia kerja, Saya merasa selalu bersentuhan dengan pekerjaan yang memudahkanku melakukan kecurangan.dulu di Ngawi, Saya seorang Marketing buku yang juga merangkap sebagai kolektor. pernah beberapa kali Saya membaw tagihan puluhan juta Nak. mungkin saja jika pertahanan diriku tidak kuat, uang tersebut sudah masuk di kantor pribadiku.

saat liputan di sekolah, mudah sekali untuk mark up bon bensin namun Saya selalu berusaha untuk tidak melebihkan Nak meski harus nombok. banyak cara untuk memperoleh uang ketika menjadi marketing namun sekali lagi, hanya hati yang yang menjadi benteng terakhir. setahun bekerja sebagai Marketing tidak menjamin diriku bersih dari uang haram Nak. mungkin saja ada yang sudah masuk kedalam diriku bercampur dengan darah. bahkan jika mau kuberitahu, ada beberapa temanku yang harus mengganti uang Perusahaan sampai ratusan juta. sedihnya lagi, dari beberapa diantara mereka harus dirumahkan di kantor polisi karena tidak cukup uang mengganti uang yang Mereka salahgunakan.

Ada kawan yang harus menjual berhektar-hektar sawah orang tuanya demi melunasi tanggungan uang Perusahaan yang raib entah kemana dibawah tanggung jawab mereka. kasihan juga Nak bekerja banting tulang namun harus mengganti uang sebesar itu.

Aku ingat di hari-hari terakhir bekerja di Perusahaan itu, ada uang yang “dihalalkan” pihak Perusahaan untuk karyawannya jika mendapat jualan. semacam bonuslah, di Perusahaan tersebut disebut ‘Tambahan Rabat (TR).’ Aku mengantongi beberapa lembar uang dari bonus tersebut setelah keluar dari Perusahaan dan salah satunya kubelikan Notebook. mudah-mudahan saja uang itu benar-benar halal ya Nak.

Selepas bekerja sebagai Marketing. Aku terdampar di Perusahaan finance. disini mungkin Aku merasa sudah safe karena ditempatkan di posisi staff namun ternyata tidak. persinggunganku kembali pada masalah uang. tugas utamaku adalah menghandle nasabah yang mengalami kerugian ataupun kehilangan. Aku bertanggung jawab penuh pada analisa klaim dan ternyata itu adalah lahan basah dalam masalah uang Nak. Banyak Nasabah yang memberiku uang sebelum proses klaim mereka cair.

Aku selalu berusaha untuk tidak menerima uang pemberian Nasabah jika proses klaim mereka belum cair, namun beda halnya ketika klaim mereka sudah terbayarkan. nampaknya lebih berdamai dengan diri untuk menerima jika mereka memberi namun itupun Aku selalu memaksakan diriku untuk tidak menerima pemberian Nak. Kau harus tahu bahwa ketika hati kita sudah tertawan masalah uang, saat kita sudah terlena akan pemberian dan merasa senang menerima pemberian orang lain maka disaat itu, hati kita sedikit demi sedikit tertawan oleh uang ataupun harta dalam bentuk lain.

Nak, memang beberapa kali Aku menerima uang namun itupun dengan satu syarat, sebelumnya Aku sudah menolak beberapa kali. Kau harus tahu Nak bahwa memang ada beberapa orang yang ikhlas dan ketika kita menolk, ekspresi mereka seakan tidak senang jika kita menolak pemberiannya. jika syarat itu terpenuhi, barulah Aku menerima pemberian. tidak sampai disitu Nak, uang yang diberikan kepadaku secara cuma-cuma tidak pernah kuserahkan kepada Ibumu demi menjaga dirinya dari harta yang sumbernya syubhat. terkadang Aku membelikan bensin atau jika terpaksa kugunakan makan siang. #moduss. hehe. tetapi benar ucapanku yang diatas Nak bahwa Aku tidak berani memberikan uang kepada Ibumu yang sumbernya meragukan.

Pulogadung, 19 Februari 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s