MEROKOK

Nak, jangan heran jika saat lahir, Kau menjumpai manusia yang dari mulutnya selalu berasap. iya merokok Nak. mungkin bagi kita yang laki-laki di negeri ini, merokok adalah hal yang lumrah namun jika di Negeri barat sana Nak, Perempuan dan laki-laki tidak ada bedanya, merokok bagi Perempuan sama lumrahnya ketika kita menjumpai laki-laki merokok. hanya saja di budaya orang timur seperti kita, ada sterotype bahwa Perempuan yang merokok identik dengan Perempuan “nakal.”

ngomong-ngomong tentang merokok, di keluarga Saya banyak yang merokok Nak. Bapakku seorang perokok dan dua kakak laki-laki pun termasuk pecandu rokok. Saya, entah karena Saya sejak kecil termasuk kuper sehingga tidak terjebak dalam budaya merokok. 2 adik laki-laki ku pun nampaknya bukan seorang perokok, entahlah jika mereka sembunyi-sembunyi.

beda lagi di keluarga Ibumu Nak. mereka tidak ada yang merokok. setahu Saya dari cerita Ibumu bahwa Bapaknya bukanlah perokok berat meski sesekali menghisap rokok saat banyak masalah. kakak satu-satunya pun sama sekali tidak merokok. katanya pernah belajar merokok namun tidak berlanjut menjadi pecandu. jadi rumah Ibumu itu bebas asap rokok. berbeda 180″ dengan rumahku yang sudah layaknya aktivitas fogging ketika kedua kakak lelaki dan Bapakku memulai ritual mengisap rokok.

Saya sendiri pernah belajar merokok Nak. seingatku Saat itu Saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Saya lupa kelas berapa tepatnya. Saya dan  beberapa teman membeli sebungkus rokok dan belajar mengisapnya di hutan dekat sungai. kalau tidak salah ingat, rokok tersebut gudam garam. tetapi entah kenapa Saya tidak sampai menjadi perokok. pernah juga Saya menemukan sebatang rokok di rumah Eyangku dan kuisap karena berhubung saat itu tidak ada orang di rumah. rumah eyangku dulu semacam basecamp bagi para remaja seusia Pamanku.

Nak, sebenarnya tidak ada yang penting-penting amat menceritakanmu tentang rokok. hanya cerita kosong saja mengenang masa kecilku namun jika suatu saat nanti Kau tumbuh dan bergaul dengan teman-temanmu yang Perokok, tidak apalah Kau merokok sebatang atau dua batang namun ingat Nak, sesuatu yang berlebihan itu selalu tidak baik adanya. kalaupun Engkau mau merokok, jangan berlebihan.

Saya masih fleksibel masalah rokok Nak namun tidak untuk minum beralkohol apatahlagi obat-obatan yang menghilangkan kesadaran, Sabu-sabu dkk, Saya pasti akan melarangmu mencoba kedua barang tersebut Nak. bukan ingin menjadi fasis terhadap anakku sendiri namun Saya punya prinsip tentang hal yang harus Saya larang maupun yang masih bisa Saya bebaskan untukmu.

Jika saja Kau tidak menerima nantinya keputusanku melarangmu tentang beberapa hal, alangkah baiknya kita berdiskusi Nak. jika saja rasionalisasimu mengalahkanku, barulah Saya akan membebaskanmu.

 

Rawamangun, 18 Februari 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s