ADIL

Anakku, Saya tidak punya kapabilitas untuk menjelaskan secara terperinci adil itu seperti apa dan bagaimana mengaplikasikannya? adil itu terlalu rumit untuk dipelajari secara teoritis. ada banyak pengertian adil Nak antara lain adil adalah memberikan apa saja sesuai dengan haknya. Keadilan berarti tidak berat sebelah, menempatkan sesuatu ditengah-tengah, tidak memihak, berpihak kepada yang benar, tidak sewenang-wenang. Keadilan juga memiliki pengertian lain yaitu suatu keadaan dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara memperoleh apa yang menjadi haknya sehingga dapat melaksanakan kewajibannya. saya ambil dari sini. masih banyak interpretasi tentang keadilan Nak dan nantilah Kau belajar lebih banyak lagi secara teoritis.

Anakku, mari kita belajar apa itu adil dari hal-hal terkecil karena Saya sendiri berpendapat bahwa adil itu kontekstual. mungkin Saya kata adil berbeda antara satu orang dengan orang lainnya.

Begini Nak. ini cerita-cerita lepas aja yah. dulu waktu di kampung. Aku dan saudara-saudaraku hidup dalam keluarga yang pas-pasan. tidak kekurangan memang karena kami masih bisa makan 3x sehari yang seringkali dianggap sebagai standar kehidupan yang layak namun juga orang tua Saya tidak punya uang lebih untuk membelikan kami kebutuhan sekunder apatahlagi kebutuhan tersier bahkan terkadang orang lain menganggap sebuah barang sebagai kebutuhan sekunder namun kami sudah menganggapnya sebagai kebutuhan tersier misalnya kulkas.

Namun Saya bahagia dibesarkan oleh kedua orang tua Saya Nak. mereka mengajarkanku hal-hal bukan secara teoritis namun lebih pada aplikasinya termasuk juga bagaimana menerapkan keadilan. dulu ketika Ibuku membuat kue kemudian menyajikannya diatas meja, Ibuku selalu menyisakan buat anaknya jika ada diantara kami yang kebetulan diluar rumah pada saat bersantap bahkan ketika ada saudara Saya yang mengambil lebih dan tidak menyisakan saudaranya, Ibu bahkan sampai murka.

Adil itu bukan teori Nak. lagipula sesuatu yang amat sulit untuk diaplikasikan karena selalu tidak bebas nilai. ketika kita tidak menyukai seseorang maka terkadang kita tidak bisa berbuat adil kepadanya. Pram mengatakan bahwa “adillah sejak dalam pikiran.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُونُوا۟ قَوَّٰمِينَ لِلَّهِ شُهَدَآءَ بِٱلْقِسْطِ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ عَلَىٰٓ أَلَّا تَعْدِلُوا۟ ٱعْدِلُوا۟ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (Al-Maidah Ayat 8).

Ibu akan marah besar bila kami

merebut jatah makan yang bukan hak kami.

Ibuku memberi pelajaran keadilan dengan kasih sayang,

ketabahan Ibuku mengubah rasa sayur murah menjadi sedap.”

“Puisi Widji Thukul”

 

Pulogadung, 26/2/2016

Advertisements

2 thoughts on “ADIL

  1. Saya juga tidak tahu persis mengapa kedua orangtua saya memberi saya nama “adil”. Yang saya tahu “adil” itu artinya “tidak berat sebelah” (not heavy one side) dan sesuai proporsinya (kontekstual, menurut penulis). Uniknya, kata orang lain, secara tidak disadari ternyata sikap dan perilaku saya selama ini adalah mengarah pada sebagaimana pengertian “adil” itu. Jadi nama itu mengandung doa (kata para ulama), bukan “apalah artinya sebuah nama?” (what is in a name?) seperti kata Shakespeare. Salam hangat.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s