IBUMU BEKERJA

Nak, ada banyak hal yang belum kuceritakan kepadamu. kali ini Saya ingin memberitahumu mengenai Ibumu. sudah lama sebenarnya namun selalu terlupa. barulah tadi setelah membaca artikel ini tiba-tiba terlintas dibenakku untuk bercerita seperti apa pekerjaan Ibumu.

Ibumu seorang Pegawai Nak. Dia harus ikut berpeluh keringat membantu Saya mencari nafkah. Kami berdua berangkat pagi dan pulang malam. itu Kami jalani dengan tetap berusaha bersyukur. seringkali Saya mendengar perdebatan entah di dunia maya maupun di tengah teman-teman Saya tentang Perempuan yang ikut bekerja dan Perempuan yang memutuskan menjadi Ibu Rumah tangga yang sepenuhnya mengurus keluarganya, Suami dan Anak-anaknya.

Saya tidak pernah tertarik dalam perdebatan masalah tersebut Nak. alasannya jelas bahwa kedua hal tersebut hanyalah pilihan dan setiap pilihan seorang ada alasan dibaliknya dan kita sama sekali tidak punya alasan yang benar dalam menjustifikasi pilihan sadar yang diambil oleh seseorang.

dulu ada seorang teman Ibumu yang katanya bercita-cita ingin menjadi Ibu rumah tangga  yang waktunya full dipergunakan untuk mengurus segala tetek bengek masalah keluarganya. Saya mengapresiasi pilihan seperti itu Nak namun yang terjadi kemudian bahwa Dia selalu mengupdate di status sosmednya yang membanggakan pilihannya kemudian beberapa kali merendahkan Ibu yang memilih ikut bekerja diluar rumah. apa yang terjadi berikutnya Nak? ternyata setelah beberapa lama menjadi Ibu rumah tangga, Dia beberapa kali ternyata mengungkapkan keinginannya untuk bekerja diluar rumah, entah menjadi pegawai ataupun dosen.

Lah, apa sebenarnya yang terjadi dengan fenomena seperti itu Nak..?? jawabannya bahwa jangan menjustifikasi pilihan sesorang dan merasa bahwa pilihan kita lebih baik. Saya sama sekali tidak sedang membanggakan wanita yang bekerja kantoran karena pada dasarnya, banyak juga Perempuan yang bekerja diluar rumah merendahkan Perempuan yang memilih menjadi Ibu Rumah tangga full time. Saya hanya berpendapat bahwa semua itu tergantung pada pilihan sadar tiap Perempuan sepanjang mereka tetap perhatian kepada keluarganya. toh ada banyak anak-anak yang tumbuh dibawah asuhan Ibunya secara nonstop tetapi tetap saja menjadi tidak ” berhasil” dan ada anak-anak yang Ibunya bekerja kantoran malah “berhasil” namun begitupun sebaliknya.

Sebenarnya ada juga kekhawatiran Nak memikirkan bagaimana perkembanganmu setelah lahir nanti ketika Ibumu bekerja namun setiap kali keraguan tersebut muncul, Saya selalu meyakinkan Ibumu bahwa akan selalu ada jalan sepanjang niatan kita baik. anak-anak butuh kasih sayang dan masih tersisa banyak waktu untuk mencurahkan kasih sayang kepada Engkau wahai anakku.

Sekali lagi Saya ingin mengingatkanmu Nak supaya suatu saat nanti, Engkau harus menghargai pilihan seseorang karena tiap pilihan itu ada alasannya.

Mampang Prapatan XIII, 28 2 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s