CERITA TENTANG PERJALANAN

Kau amat sangat tangguh Nak. Tuhan memberkati ketangguhan pada dirimu dan Ibumu. sudah beribu kilo Kau berjalan bersama Ibumu disaat umurmu baru menginjak 6 bulan dalam kandungan.

masih ingat kan Nak ceritaku saat Aku dan Ibumu membawamu naik pesawat ke kampung halamanku..??? jauh loh Nak. via pesawat saja butuh waktu 2 jam kemudian dari bandara Makassar ke kampung halamanku butuh waktu 6 jam jika perjalanan normal. tetapi saat itu, kita butuh waktu 8 jam untuk mencapai kampungku.

Aku tidak pernah putus-putusnya mengucapkan syukur atas kekuatan yang dilimpahkan semesta kepada Ibumu dan dirimu karena jika menurut kalkulasi medis, hamil semester 1 itu masa paling rawan.

minggu lalu, Aku dan Ibumu kembali membawamu berselancar ke kampung Ibumu di bagian Timur pulau ini. bayangkan Nak, 12 jam perjalanan diatas kereta bahkan saat berangkat, hanya Ibumu dan dirimu karena esoknya Aku masih harus ke kantor. malam berikutnya baru Aku menyusul kalian ke kampung Ibumu.

Tidak bisa kubayangkan jika terjadi apa-apa diatas kereta terhadap kalian sedangkan tidak ada yang menemani.

Diumurmu yang menginjak 6 bulan dalam kandungan, Kau telah menempur ribuan kilo perjalanan sementara janin yang lain ada yang tidak pernah bepergian karena Ibunya mungkin tidak kuat. bukan untuk berbangga Nak namun benar-benar Aku hanya ingin bersyukur sampai detik ini, Kau dan Ibumu masih sehat wal afiat.

Nantinya jika suatu saat kelak Kau harus bepergian di muka bumi ini, jangan takut Nak selama itu untuk kebaikan karena Kau telah membuktikan di dalam rahim bahwa Kau mampu menempuh ribuan jarak.

Aku bahkan berharap Kau sebaiknya sering melihat banyak tempat di bumi Nak. memungut setiap hikmah dan berinteraksi dengan semua makhluk. jangan sekali-kali mengungkung dirimu hanya dalam satu perspektif, banyak kebenaran di bumi ini Nak dan kebenaran yang kita yakini hanya friksi dari kebenaran Tuhan. jadi nanti jangan selalu merasa benar ya Nak.

Sudah dulu Nak. ntar makin panjang kalau berbicara masalah hidup dan nilai-nilai yang ada pada Manusia. belum waktunya Aku berdiskusi denganmu masalah tersebut. Aku hanya ingin memberitahumu bahwa jejakmu sudah jauh terpantri bahkan sebelum dirimu lahir ke bumi.

Sehat selalu ya Nak bersama Ibumu.

Rawamangun, 03 03 2016 13;50 WIB

Advertisements

INI MASALAH PERUT

hari ini tepatnya Selasa 22/03/2016, terjadi kegaduhan di kota ini Nak. ada aksi massa dari Perusahaan taxi yang menolak keberadaan transportasi berbasis aplikasi online.

Nak, seperti ini ceritanya. Taxi yang notabene kendaraan komersil plat kuning dan sudah beroperasi bertahun-tahun lalu kemudian merasa terancam eksistensinya dengan munculnya inovasi baru sebagai imbas dari teknologi yang semakin canggih. muncul Grab, Go-jek, Uber, dan Blue Jek sebagai kendaraan komersil dengan sistem aplikasi. Masyarakat di kota ini mengunduh aplikasi tersebut kemudian ketika akan bepergian, Mereka memesan lewat aplikasi dan berselang waktu yang tidak lama, Driver akan menjemput di tempat yang disepakati. harganya terjangkau oleh seluruh lapisan Masyarakat.

Masalah muncul ketika pihak Taxi merasa tersaingi dan mereka tidak terima jika Pemerintah tetap mengiijinkan kendaraan umu sistem aplikasi karena menurut Mereka, pihak transportasi berbasis online tersebut tidak membayar pajak. berangkat dari hal tersebut, terjadi gelombang penolakan dalam rentang waktu beberapa bulan terakhir. hari ini adalah salah satu aksi Perusahaan Taxi yang lumayan besar karena terjadi bentrokan dimana-mana. korban pun berjatuhan.

Nak, ini hanya pendapatku saja. alasan para pihak taxi menolak transportasi berbasis online bukan karena perusahaan transportasi online tidak membayar pajak tetapi lebih karena Perusahaan taxi merasa tersaingi. toh jika tidak membayar pajak dipermasalahkan, apa hubungannya dengan pihak taxi, kan gitu yah Nak. ini murni karena persaingan bisnis Nak.

Jika alasan pihak Taxi karena masalah pajak, kenapa Mereka tidak pernah menolak ojek pangkalan yang sudah dari dulu eksis namun tidak pernah membayar pajak. kan sama saja Nak, Ojek berbasis aplikasi online dan ojek pangkalan, bedanya cuma masalah inovasi dan Penumpang pasti memilih ojek online karena Mereka dimudahkan, itu saja.

Saya yang beberapa kali menggunakan jasa kedua transportasi tersebut bisa membandingkan Nak. tetapi ini murni subjektif Saya ya. menurut Saya bahwa transportasi online lebih ramah terhadap Penumpang dan harganya lumayan jauh lebih murah dari Taxi. saat menggunakan jasa Taxi, terkadang kita disuguhi oleh Sopir yang dingin dan bekerja seperti robot tanpa mengajak bicara sedikit pun kecuali menanyakan tujuan kita kemana. ini pendapat subjektif Nak, amat sangat subjektif jadi tidak perlu dipercaya.

Mari kita melihat kejadian hari ini Nak. apa perasaanmu ketika Saya yang seperti ini kemudian pulang ke rumah. Kau dan Ibumu melihatku dengan wajah yang bercucuran darah.? jujur Saya sedih jika posisi Saya sebagai anak dari Driver Gojek yang dikeroyok demi mencari sesuap nasi untuk keluarganya.

Di aksi sopir taxi hari ini, banyak kerusakan yang mencederai orang lain Nak. ada Ibu rumah tangga yang dipaksa keluar dari taxi yang sedang ditumpangi sambil menggendong bayinya karena sopir taxi yang sedang aksi tidak mengiijinkan taxi lain beroperasi. entah apa yang dirasakan oleh suami dari Ibu itu.

ada lagi Nak sopir taxi yang dihancurkan mobilnya karena tetap beroperasi sehingga para sopir yang sedang aksi merusak taxinya. apa yang dicari oleh para sopir taxi yang melakukan aksi-aksi seperti ini? asal Kau tahu Nak, Saya sama sekali tidak menolak aksi jalanan menuntut keadilan namun Saya tidak sepakat dengan pengrusakan yang dilakukan dengan sengaja.

Ini Kau lihat sendiri Nak. betapa sopir taxi yang tetap beroperasi melakukan tindakan reaktif karena dicegat oleh rekan mereka yang sedang aksi. mari kita menduga-duga Nak bahwa sopir taxi tersebut tetap nekat beroperasi karena mungkin saja keluarganya sedang butuh uang dan betapa kurang beradabnya mereka yang menghalangi seseorang mencari nafkah.

10120972977-1999203697992444753-IMG-5663780x390
Foto Kompas

Spanduk diatas benar-benar membuatku tidak habis pikir Nak. kok bisa-bisanya orang menulis seperti itu ya? ataukah keyakinan mereka bahwa semua makhluk punya rezeki sendiri-sendiri sudah tidak ada dalam kamus mereka. Saya pribadi sama sekali tidak percaya bahwa hanya karena Uber dan Grab sehingga rezeki sopir taxi berkurang. kalau kita berpikir seperti itu maka kita menumbuhkan bibit kesyirikan dalam hati kita. coba bayangkan Nak, betapa tidak rasionalnya jika ada seseorang yang berkurang rezekinya karean ada orang lain yang mendapatkan rezeki yang lebih. itu hanya pembenaran saja atas kekalahan kita terhadap kondisi.

Spanduk tersebut menurutku benar-benar melecehkan Tuhan. tidak mungkin kan Dia akan memberikan rezeki kepada makhlukNya secara tidak adil. Tuhan pasti akan memberi rezeki kepada MakhlukNya sesuai porsi dan usahanya masing-masing.

Nak, jangan berpikir picik terhadap hidup ya. jangan pesimis dan terpenting bahwa selalu berlaku baik terhadap orang lain. kendalikan dirimu dalam berinteraksi dengan orang lain jangan sampai ada orang lain terluka karena ulahmu.

Saya selalu mengamati detail-detail terkecil ketika terjadi sesuatu hal yang besar. kita selalu terlupa tentang hal yang remeh temeh Nak.

Kalau mau berbangga diri perihal aksi jalanan. Saya bisa juga Nak. dulu saat masih jaman kuliah di tanah Sulawesi, Saya sering ikut aksi jalanan dengan berbagai macam isu. berpanas ria dan berhadap-hadapan dengan Polisi. Saya pernah terkena lemparan batu intel polisi tepat di dadaku, juga bagian dengkul yang sakitnya tidak hilang dalam beberapa hari. Saya juga pernah menghancurkan kaca mobil patroli polisi yang lewat di depan pintu 1 kampus saat aksi menolak diterapkannya UU BHP.

cukupkah itu membuatku harus bangga Nak? tidak sama sekali Nak bahkan Saya dihantui perasaan bersalah atas setiap hal yang dirusak oleh tanganku sendiri secara sengaja dan tak mampu kuperbaiki lagi.

Cukuplah kita menjaga langkah kita Nak, lidah kita dan apapun yang berasal dari diri kita semoga saja tidak merugikan orang lain. tetap waspada terhadap setiap helaan nafas.

Selasa, 22 03 2016 14:24

APA KABAR NAK…?

Nak, apa kabarmu di dalam perut Ibumu..??
Aku mengkhawatirkanmu Nak, sangat-sangat mengkhawatirkanmu sedari siang tadi sesaat pulang dari GBK jalan pagi. Ibumu merasa mual dan tidak mau makan. Pikiranku langsung meracu Nak dan setiap aliran kata dari mulutku adalah doa untuk kesehatanmu.
Iya, tadi Aku dan Ibumu jalan-jalan pagi di GBK kemudian lanjut lagi ke Stasiun Pasar Senen ngeprint tiket kereta. Entah karena kecapean, Ibumu merasa mules dan keringat dingin, Aku was-was Nak. Kuajak ibumu periksa ke Bidan namun Dia mengatakan baik-baik saja. Kulihat guratan di wajahnya yang tidak bisa membohongiku bahwa Dia sedang tidak enak badan.
Sesampai di rumah, Ibumu langsung tidur tanpa sempat makan siang. Aku hanya bisa melafalkan doa semampuku dan setumpuk harapan supaya semesta selalu menjagamu dan Ibumu.
Ibumu bangun saat senja sudah menyapa kota ini. Kutanya keadaannya, “agak mendingan daripada tadi siang.” Jawaban Ibumu sedikit menenangkanku meski Aku tetap mengkhawatirkanmu. Apa sesungguhnya yang terjadi padamu di perut Ibumu.
Nak, jika saja Kau sudah bisa berkeluh atas keadaanmu di rahim Ibumu, Aku akan bersedia mendengarkan semuanya dan menuruti apa keinginanmu karena hal terpenting bagiku saat ini adalah kesehatan Ibumu dan Dirimu.
Nak, Aku juga ingin minta maaf kepadamu karena mungkin selama Kau dikandung Ibumu, banyak ucapan-ucapan yang tidak layak keluar dari mulutku. Calon Ayah memang diharapkan untuk menjaga perkataan dan perilakunya selama calon bayinya berada di kandungan. menurutku sih bukan saja pada saat calon anaknya masih di kandungan akan tetapi seharusnya sepanjang hidup, perkataan dan perilaku harus terjaga.
Nak, jika sedang ada yang mengusik ketenanganku atau ketika Aku sedang berkendara dan ada yang menguji kesabaranku, mungkin saja Aku masih bisa menahan diri dan mengingat bahwa Isteriku sedang hamil namun yang paling susah dikontrol adalah ketika bercanda. Iya, mungkin menurutku ketika bercanda dengan teman, semua perkataan tidak terkontrol karena menganggap bahwa toh cuma bercanda namun lain halnya bagi orang lain, mungkin saja ada kata-kataku saat bercanda yang menyakiti orang lain dan hal tersebut tidak kusadari.

Ah Nak, mohon doamu supaya Aku terjaga dalam kedaan marah maupun senang. Tidak ada bedanya kedua kondisi tersebut Nak. Keduanya menjebak dan kita sepatutnya selalu mawas diri atas apa yang kita ucapkan dan diperbuat.

Aku juga ingin memberitahumu Nak bahwa Ibumu akan mudik ke kampungnya minggu depan dengan kereta. Butuh waktu kurang lebih 10 jam dari kota ini ke kota Ibumu. Itu artinya Ibumu harus kuat membawamu dalam rahimnya dalam perjalanan sejauh itu. Kumohon Nak, Kau kuat di rahim Ibumu dan kalian saling menjaga.

Ah, selalu mengkhawatirkanmu dalam setiap kondisimu. Mari kita saling mendoakan Nak. Saling menjaga,saling menguatkan dan tetap belajar untuk porsi kita masing-masing.

“Perjuangan ialah perjuangan. Sejarah dan Tuhan tidak mencatat kemenangan atau kekalahan tetapi yang dicacat adalah perjuanga itu sendiri.” Cak Nun

Jadi mari berjuang Nak. toh Tuhan tidak menanyakan hasil tapi proses yang Dia nilai. belajar adalah perjuangan awal Nak. belajar apa saja dengan tujuan mau tahu bukan tendensi materi.

Sekian ya Nak.

Mampang Prapatan XIII, 20 03 2016 22:41

SENJA BERSAMA AYAH

Nak, banyak hal njlimet berseliweran dalam otakku namun semampuku kusikapi dengan santai meski bukan solusi karena otakku tidak pernah berhenti bertanya tentang semua hal yang kujumpai. pertanyaan awal yang muncul, kenapa orang harus bertengkar masalah perbedaan Agama? kenapa Tuhan membiarkan makhlukNya berbeda dalam banyak hal yang membuat mereka saling bunuh?

tetapi pertanyaan-pertanyaan seperti itu tidak akan pernah tuntas dengan jawaban teoritis Nak. selalu saja perjalanan waktu dan pengalaman pribadi yang akan menjawabnya dan yakinlah Nak, pertanyaan yang sama dalam benak semua orang namun setiap dari  mereka akan memperoleh jawabannya masing-masing tergantung perjalanan hidup seseorang.

ini percakapanku dengan Ayahku dikala senja mulai menua kemarin. perbincanganku selalu bermula dari perbedaan mazhab yang ada di Negeri ini.  Aku dan Ayahku akan menghabiskan waktu berjam-jam ditelepon ketika membicarakan topik seputar mazhab Agama yang kami anut.

Kau harus tahu Nak bahwa keluarga besarku di kampung nun jauh disana adalah pengikut Muhammadiyah garis keras. Mereka akan sangat antipati terhadap semua hal yang tidak pernah diajarkan oleh kelompok Muhammadiyah namun harus Ku garis bawahi Nak bahwa meski demikian, Mereka tidak akan mengkafirkan orang yang memilih kelompok selain Muhammadiyah. Ibuku pernah bilang begini ” biarlah Mereka melakukan adat seperti itu tapi kan kita “Muhammadiyah” sudah tidak melakukannya.”

Ayah mengajakku diskusi tentang kebiasaan memperingati haul orang yang meninggal. Ayah mengingatkanku supaya jangan makan daging ketika ada acara memperingati kematian seseorang. Aku sih dari dulu memang sudah tidak makan daging yang dipotong ketika acara kematian, entah karena tak terbiasa sehingga ada rasa tidak enak namun Aku ingin tahu alasan Ayahku kenapa tidak boleh.

“Kan makanan-makanan tersebut hanya dimaksudkan sebagai sedekah dari keluarga kepada alm,?” Aku memancing Ayah supaya Dia mengemukakan pendapatnya.

” yah namanya memotong hewan untuk orang mati tidak boleh, toh kita sudah tidak pernah melakukan adat seperti itu.”

Jawaban Ayah sama sekali tidak memuaskanku namun begitulah, Ayah akan selalu berpatokan pada kebiasan-kebiasaan orang Muhammadiyah dan Aku mafhum atas keputusannya toh yang terpenting bagiku bahwa Ayah tidak pernah mengkafirkan dan menyalahkan orang yang berbeda dengannya.

tiba-tiba saja semalam Ibu menelepon dan membahas hal yang sama. Aku hanya menanggapi dengan bercanda kemudian Aku dan Ibu tertawa terbahak-bahak. Kami sering menertawakan hidup dengan cara Kami masing-masing.

Ibu hanya berpesan supaya Aku tidak makan daging hewan yang dihidangkan disetiap acara kematian.

Nak, Si Mbah dan Kakungmu asyik kok. nanti Aku ajak Kamu mengunjungi Mereka sesering mungkin di kampungku.

Rawamangun, 17 Maret 2016

KENDURI CINTA

Anakku, apakah di alam rahim ada barisan para janin yang rela begadang mulai pukul 20:00 WIB sampai Pukul 04:00 WIB..?? duduk manis tanpa merasa ngantuk bahkan buang air pun tidak.

Nak, disini ada forum kajian seperti itu. orang datang berbondong-bondong ke sebuah parkiran di Taman hanya untuk mendengarkan kajian tentang semesta. semalam suntuk Nak, bayangkan saja, apa yang menggerakkan orang-orang tersebut setiap minggu kedua dalam sebulan mencandui acara tersebut??

Di Jumat malam minggu ke-2 setiap bulan acara tersebut diadakan. sudah beberapa bulan terakhir Saya mengikuti acara tersebut Nak. Saya juga heran kok  Saya bisa menahan kantuk sampai pagi hanya mendengarkan Panelis yang bergantian berbicara, sedangkan kalau mau tahu Nak, Saya ini orangnya “tuti”, tukang tidur. he.he.

malam sabtu kemarin, Saya mendatangi acara tersebut saat jarum jam sudah menunjukkan pukul 21:00 Wib. acaranya sih dimulai pukul 08:00 wib namun Saya tahu bahwa diawal acara, hanya diisi bincang-bincang ringan oleh para Panitia. Panelis baru naik ke panggung sekitar pukul 22:00 wib bahkan terkadang pukul 23:00 wib.

Nak, Saya butuh waktu sekitar 20 menit  untuk sampai di tempat tersebut. menyusuri bilangan jln Rasuna Said menuju Menteng kemudian berbelok ke arah Cikini. tepat sekali perkiraanku. sesampai di tempat acara, belum ada Panelis yang datang. Saya masih menyaksikan 4 orang Panitia yang berbincang diatas panggung. menjelaskan kerja-kerja Panitia sebelum acara tersebut diadakan setiap malam Sabtu minggu kedua.

IMG_20160312_001703
Cak Nun sesaat setelah naik ke panggung

Saya memilih tempat di samping panggung. sekitar 20 menit setelah Saya datang, Cak Nun pun tiba di lokasi. seperti biasa, ketika beliau sudah terlihat oleh jamaah Maiyah, Mereka kemudian berkerumum salaman. Saya selalu tidak menyenangi pemandangan seperti itu ketika Beliau dikerubuti hanya untuk disalami bak artis yang mau manggung, bukan apa-apa namun Jamaah tersebut menghalangi jalannya menuju panggung.

Cak Nun selalu menyebarkan energi yang mampu menghipnotis para Jamaah Maiyah. saat Beliau mulai berbicara, Jamaah akan diam namun jangan heran ketika tiba-tiba Beliau melontarkan joke-joke yang lucu sehingga membuat Jamaah terpingkal-pingkal.

Malam itu, Cak Nun hadir dengan ditemani 2 Panelis. salah satu Panelis yang juga sahabat Cak Nun menerangkan tentang keadaan alam di masa mendatang. menurutnya bahwa di awal 2020an nanti, akan ada perubahan cuaca yang ekstrim bahkan sudah masuk dalam kategori membahayakan. alam sudah tidak bersahabat lagi nampaknya kepada Manusia. kita perlu untuk bahu membahu menjaga alam untuk tetap ramah terhadap penghuninya.

IMG_20160312_020859
Sudjiwo Tedjo tiba-tiba saja muncul

seorang Guru yang keren memposisikan dirinya dalam berbagai golongan kemudian mengajak muridnya diskusi. di suatu waktu, Sang Guru memposisikan dirinya sebagai penganut Syiah kemudian meminta muridnya bertanya apa saja seputar Syiah, kadang juga sebagai seorang Mu’tazilah dan mazhab lain. begitulah Guru yang arif dan luas wawasannya.

Cak Nun meyakini bahwa kebenaran objektif mengenai ayat Tuhan hanya ada pada diri Tuhan sendiri. kita semua berjarak dengan maksud Tuhan di setiap ayatNya maka jangan pernah sesekali memonopoli kebenaran dan menyalahkan kebenaran yang diyakini oleh orang lain karena toh kebenaran yang kita yakini pun hanyalah persepsi diri kita masing-masing.

menurut Caknun, kuliah hanyalah untuk menyenangkan orang tua karena seringkali bangku kuliah malah mengebiri otak kita untuk mendapatkan kebebasan berpikir dan belajar banyak hal. Saya menjumpai banyak sekali teman saat masih kuliah yang menyelesaikan kuliahnya demi memenuhi cita orang tua karena mereka sudah sampai pada pemahaman seperti itu.

Cak Nun melanjutkan bahwa ada kalanya kita harus kaya ketika kekayaan mendekatkan kepada Allah dan begitupun  sebaliknya. intinya dalam hidup bahwa bukan masalah kaya atau tidak tetapi ketika kita butuh sesuatu, Tuhan selalu memenuhi. di bagian ini, Saya sedikit terenyuh mengingat betapa gigihnya Saya menawar harga kontrakan rumah yang menurutku mahal tetapi toh Saya masih bisa melunasinya.

Sekira pukul 02:00 Wib, Sudjiwo Tedjo naik ke panggung setelah dipanggil oleh Cak Nun. ternyata Dia sudah mengikuti acara tersebut dari awal dan tidak berniat menjadi pembica namun mungkin saja ada Panitia yang menyadari kehadirannya sehingga dengan terpaksa Dia dihadirkan di panggung oleh Cak Nun.

Sudjiwo Tedjo dengan karakternya yang blak-blakan pun melontarkan pendapat-pendapatnya yang membuat Saya manggut-manggut. menurutnya bahwa dalam setiap ayat Tuhan terdapat banyak kalimat kemesraan yang diselipkan sehingga kita sebagai Manusia seharusnya menangkap maksud Tuhan dengan estetika tanpa harus terlalu konseptual.

Di suatu waktu, Tuhan berkata “Dan Tuhan kamu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdoa) akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina.” ” (QS Al-Ghafir [40]: 60).  namun dilain waktu bahwa Tuhan memberi apa yang kita butuhkan.

Kan paradoks yah Nak tetapi disitulah kemesraan Tuhan kepada hambaNya. toh di dunia ini, apa sih yang tidak paradoks. ada orang yang mendapat bala namun disisi lain ada orang lain yang memperoleh untung. misalnya ketika terjadi bom di Sarinah, banyak yang dirugikan bahkan jatuh beberapa korban namun disisi lain, media memanen untung dengan berita-berita seperti itu yang diburu oleh Masyarakat. nah kurang paradoks gimana lagi Tuhan ya Nak tetapi itulah asyiknya Tuhan. kemesraanNya meliputi penerimaan kita terhadap ceritaNya.

IMG_20160312_035616
sisa pesta semalam

maaf Nak tulisan ini jauh dari sistematis karena tidak semua kutuliskan kepada dirimu saat ini. Saya hanya memilah beberapa bagian yang menurutku bisa untuk kuceritakan meski banyak sekali hal yang kuperoleh dari diskusi tersebut.

ketika acara sudah selesai, Saya selalu menunggu momen disaat para Jamaah sudah beranjak pergi dan memperhatikan Panitia membereskan segala sesuatunya bahkan juga para Pemulung yang  mulai beraksi mengumpulkan bekas botol air mineral.

Nak, disetiap acara seperti itu, seringkali kita melupakan barisan manusia yang berjasa sehingga acara seperti itu berlangsung. kita dengan seenaknya membuang sampah sembarang tanpa mau peduli bahwa setelah acara selesai, ada orang yang menanggung beban memungut sampah yang kita buang.

Ini ulasan resmi dari panitia Kenduri Cinta

Mampang Prapatan, 13 Maret 2016

CHEK UP (LAGI)

Nak, sudah beberapa kali Saya menceritakanmu kebiasaan kami setiap sabtu pekan ke-2 setiap bulannya membawamu ke Rumah Sakit “Evasari” sekedar untuk mengetahui keadaanmu didalam rahim Ibumu.

Kami calon orang tua masa kini yang menyandarkan kepercayaan kami kepada barisan para Dokter untuk mengontrol kesehatanmu. Tidak seperti Ibu Saya dulu Nak. Seingatku, dalam masa kehamilannya, khususnya saat mengandung adikku yang bungsu karena saat itu memoriku sudah bisa menyimpan kenangan, jarang sekali kulihat Ibuku memeriksakan kandungnya ke Dokter atau minimal Bidan, hal yang kutahu bahwa Beliau hanya menjaga makanannya untuk si janin dan tetap bekerja. Toh pada saat itu Ibuku mengandung anak kembar dan melahirkan normal namun setelah anak pertama sudah lahir, kembarannya tidak kunjung keluar dari rahim Ibuku alhasil Beliau harus dirujuk ke Rumah Sakit untuk di operasi cesar meski pada saat itu, anak yang kedua meninggal saat dilahirkan.

Nak, bukannya Saya membandingkan Ibuku dan Ibumu karena memang zaman mereka berbeda. Sekarang tingkat pengetahuan medis meningkat pesat dan tidak ada salahnya kami selalu memeriksakan dirimu setiap bulannya sebagai upaya untuk menjaga kesehatanmu.

Nak, kemarin di Rumah Sakit yang biasa kita datangi, Ibumu diperiksa oleh Dr. Berryl Burhan, seorang dokter kandungan yang umurnya mungkin sudah 50an. Dulu Ibumu pernah ganti Dokter karena ingin ditangani oleh Dokter Perempuan namun Ibumu memutuskan untuk kembali memeriksakan kandungannya pada Dokter Berryl karena menurut Ibumu orangnya komunikatif dan toh pada saat USG, Dokter tersebut dibantu oleh seorang Perawat.

Menurut perkiraan medis bahwa umurmu sudah 26 minggu Nak. Tidak terasa Kau benar-benar menjejaki awal perjalananmu. Masih panjang setapak yang harus dilalui Nak dan kita cuma butuh menjadi orang baik kemudian berbahagia selalu. Begitu hidup Nak.

Dari hasil USG kemarin, Engkau berjenis kelamin laki-laki. Aku dan Ibumu sebenarnya tidak mempermasalahkan jenis kelaminmu karena bagi kami berdua, yang terpenting Kau sehat selalu dan pada waktunya nanti lahir dalam keadaan sehat wal’afiat tanpa kurang apapun. toh kita sekarang hidup di Zaman dimana Pria dan Wanita tidak diukur dari bentuk jenis kelaminnya, semua punya kans yang sama untuk menggapai cita-cita mereka.

Nak, Kau mengari kami bagaimana menjadi orang tua pemula yang selalu was-was terhadap keadaanmu. kali ini Saya mulai mengerti bagaimana perasaan kedua orang tua Saya Nak.

Mampang Prapatan, 13 03 16

GERHANA

Anakku, suatu saat nanti, saat Kau sudah tumbuh dan berpikir tentang banyak hal. jangan batasi dirimu dari apa yang Kau dapatkan sebagai warisan orang tuamu karena bumi ini luas Nak. jangan pernah membatasi dirimu untuk belajar hal-hal yang baru termasuk pula budaya.

Kemarin Gerhana Matahari total Nak. sebenarnya sih tidak ada budaya spesial di kampung Saya dalam menyambut Gerhana namun beda halnya dengan budaya di kampung Ibumu Nak. entah bagaimana sejarahnya dan tujuannya seperti apa namun mereka percaya bahwa ketika terjadi Gerhana maka seorang Ibu hamil harus mandi suci kemudian mengusap-usap janinnya sebanyak 3X.

Nak, Gerhana ada fenomena alam yang terjadi secara berkala sehingga beberapa suku melakukan ritual-ritual yang turun temurun dari Para Leluhurnya. mungkin saja Mereka menganggap bahwa hal tersebut pertanda sesuatu.

Dulu saat Saya masih bocah, kami takut melihat Gerhana karena ada cerita yang umum ditengah Masyarakat di kampung Saya bahwa ketika kita melihat Gerhana maka kita akan mengalami kebutaan.

Begitulah cerita-cerita yang hadir terhadap fenomena alam yang langka Nak. Agama yang Saya anut mengajarkan bahwa ketika terjadi Gerhana maka disunnahkan untuk melakukan Shalat Sunnah Gerhan yang bisa dikerjakan secara berjamah. Saya tidak ikut shalat sunnah Gerhana Nak bahkan Saya menghabiskan waktu tidur sepanjang pagi ketika orang-orang larut dalam euforia menyambut Gerhana.

Begitulah Nakk cerita tentang Gerhana.

 

Mampang, 9 03 16

PERCAKAPAN DI MEJA MAKAN

Nak, Saya selalu berpesan bahwa hidup bukan cuma masalah perut, bukan melulu tentang makan namun harus kita sadari juga bahwa kita butuh makan agar proses biologis diri kita tetap berjalan. tubuh yang sehat diperlukan agar kita fokus menjalani hidup sesuai syariat Manusia.

Saya tergerak menulis tentang makanan setelah membaca artikel ini Nak. bagaimana seharusnya kita menghargai makanan karena begitu banyak orang yang tidak beruntung seperti kita di muka bumi ini yang hanya makan sekali 3 hari atau dalam seminggu, Mereka hanya makan sekali.

Anakku, Ada satu kebiasaan kurang baik yang tidak kusepakati dengan Ibumu. Dia sepertinya menggampangkan membuang sisa makanannya begitu saja ketika Dia sudah merasa kenyang. Saya sih tidak pernah memaksa untuk menghabiskan makanan jika memang sudah kenyang tapi mbok ya dikira-kira ketika membeli makanan. jika dirasa tidak sanggup menghabisi maka dibeli seadanya aja, jangan lapar mata dan itu sering dilakukan Ibumu. Saya sering jengkel ketika makan dengan Ibumu dan selalu terulang ketika Dia dengan begitu mudahnya hanya memakan sedikit nasi yang dibelinya lalu kemudian berakhir di tong sampah.

Sejak kecil, Ibuku selalu mengajarkan Saya untuk tidak bermain-main dengan makanan. Beliau selalu murka ketika kami anak-anaknya memperlakukan makanan dengan semena-mena. mungkin karena Ibuku merasakan betapa susahnya mencari nafkah sehingga Beliau sangat menghargai makanan.

Dulu ketika ada sisa nasi, Ibuku mengumpulkannya kemudian dijemur alhasil berubah wujud menjadi krupuk kemudian dimakan lagi. begitulah cara Ibuku menghargai makanan.

Saya sendiri tahu betapa panjang dan beratnya pekerjaan mengubah Padi menjadi nasi. Bapakku seorang Petani. Saya sedari SD sudah ikut menggarap sawah sehingga merasakan berat menjadi Petani. awal mula, benih padi ditabur dalam pembibitan. sambil menunggu bibit tersebut berumur sebulan, sawah dibajak menggunakan kerbau yang harus ditarik oleh manusia. bayangkan Nak, dulu jika musim menggarap sawah sudah tiba, Saya dan saudara lelaki Saya yang lain tidak punya libur untuk bermain. sepulang sekolah, kami harus berangkat ke sawah kemudian pada libur hari minggu, mulai pagi dini hari, Kami harus berangkat ke sawah dan baru pulang rumah saat senja menyapa.

setelah benih padi berumur 1 bulan, baru mulai masuk musim tanam. pada saat padi sudah berisi, Saya dan saudara-saudaraku harus menjaga padi tersebut dari serangan hama burung. butuh waktu sebulan juga sampai padi menguning kemudian dipanen. setelah masa panen selesai, padi tersebut harus dijemur sampai kering kemudian digiling. barulah ketika selesai digilang, beras sudah siap dimasak jadi nasi.

Proses tersebut butuh waktu kurang lebih 4 bulan dari musim menggarap sampai panen. menurut Saya, proses paling membosankan saat menjaga padi karena kita harus ke sawah setelah subuh dan pulang rumah menjelang Maghrib. proses tersebut berlangsung setiap hari selama sebulan.

Anakku, Saya menceritakan pengalaman masa kecil bukan niatan riya’ tetapi setidaknya bisa menjadi pembelajaran bagi kita untuk menghargai makanan. cerita Saya diatas khusus proses dari padi menjadi nasi Nak, belum lagi jika kita bercerita tentang bagaimana ikan sampai di meja makan kita atau lauk yang lainnya. semua butuh kerja keras yang harus apresiasi.

Entah nantinya ketika Kau besar Nak, Kau tidak merasakan proses produksi seperti itu namun setidaknya Kau belajar banyak dari pengalaman orang yang terlibat langsung supaya Kau bisa menghargai semua apa yang Kau makan ataupun yang Kau kenakan. tidak ujug-ujug langsung ada Nak.

Itulah mengapa Saya selalu tidak sepakat dengan Ibumu jika menggampangkan menyisakan makanannya dan membuang sisa makanannya begitu saja.

عن جابر رضي الله عنه قَالَ: َسمِعْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه و سلم يَقُوْلُ: إِنَّ الشَّيْطَانَ يَحْضُرُ أَحَدَكُمْ عِنْدَ كُلِّ شَيْءٍ مِنْ شَأْنِهِ حَتىَّ يَحْضُرَهُ عِنْدَ طَعَامِهِ فَإِذَا سَقَطَتْ مِنْ أَحَدِكُمْ اللُّقْمَةُ فَلْيُمْطِ مَا كَانَ بِهَا مِنْ أَذًى ثُمَّ لِيَأْكُلْهَا وَ لاَ يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ فَإِذَا فَرَغَ فَلْيَلْعَقْ أَصَابِعَهُ فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِى فىِ أَيِّ طَعَامِهِ تَكُوْنُ اْلبَرَكَةُ

Dari Jabir bin Abdullah radliyallahu anhu berkata, aku pernah mendengar  Rosulullah  Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya setan mendatangi salah seorang dari kalian pada setiap keadaannya, hingga akan mendatanginya disaat makan. Sebab itu apabila jatuh sepotong makanan, maka hendaklah ia membuang (membersihkan) kotorannya lalu memakannya. Dan hendaklah ia tidak membiarkannya dimakan oleh setan dan jika telah selesai makan, hendaklah ia menjilati jari jemarinya, karena ia tidak tahu pada bahagian makanan yang manakah adanya berkah”. [HR Muslim: 2033 (135).

Rawamangun, 04 03 2016

NAMAMU KELAK

Anakku, beberapa hari yang lalu, Mbahti mu di Madiun sudah mempersiapkan nama untukmu. ada dua pilihan nama yang diusulkan oleh Mbahmu, Gilang Safa Nugraha dan Dzaki Wicaksono.

sebenarnya sih Saya tidak terlalu perduli nantinya Kau dinamakan siapa Nak yang penting berupa doa yang baik. toh pada akhirnya nama hanya akan menjadi identitas untuk hal-hal yang formalitas. tetap saja cara asuh Saya dan Ibumu yang menentukan karaktermu kelak.

seandainya sejak lahir Kau sudah bisa memilih, mungkin pemilihan nama akan kuserahkan kepadamu Nak, nama seperti apa yang Kau suka. demokratis kan. Saya memang berpikir bahwa semua hal yang ada padamu adalah murni pilihanmu sendiri dan kami hanya memberikan pertimbangan.

berat Nak untuk memilihkan seseorang sesuatu yang akan melekat pada dirinya karena toh tanggung jawab sepenuhnya ada pada dirinya.

ini cerita nyata di keluargaku Nak. seorang saudara sepupuku dijodohkan oleh pamanku dengan seorang Perempuan yang masih saudara jauh. setelah sekian tahun berjalannya perkawinan Mereka, ada fase dimana Mereka menghadapi masalah keluarga yang pelik. keluarga yang lain bukan menyalahkan keduanya namun sedikit menyesalkan keputusan pamanku dulu yang menjodohkan mereka. disitulah letak besarnya beban ketika kita memilihkan sesuatu kepada orang lain Nak.

dan kembali ke permasalahan nama. karena Kau belum bisa memilih namamu sendiri dan nama itu urgent untuk identitasmu, mungkin Saya dan Ibumu yang akan memberimu nama. Saya suka nama yang bernuansa Jawa Nak, suku asli Ibumu. jikalau suatu saat ketika Kau sudah besar dan bisa memilih dalam hidupmu, Kau bisa saja mengganti pemberian nama Kami jika saja Kau tidak menyukainya.

Saya suka pilihan nama Safa Nugraha atau mungkin seiringnya waktu, ada referensi nama yang lebih baik lagi, itu tentatif Nak namun Saya ingin jika nama belakangmu tertera M atau MJ sebagai inisial namaku. nama depannya terserah Ibumu sepanjang masih mengandung doa yang baik untukmu yang penting ada inisial namaku di belakang namamu. mudah-mudahan Kau suka yah Nak.

begitulah Nak tentang nama itu.

“Apalah arti sebuah Nama.” William Shakespeare. klise untuk menuliskan kutipan ini namun tidak apa-apalah.

Jakarta, 030316

MARET

Sudah masuk bulan Maret Nak. umurmu sudah memasuki 5 bulan 1 minggu. serasa baru kemarin Saya ke rumah Ibumu melamarnya dan pada akhirnya Kau hadir di perut Ibumu sebagai buah kasih kami berdua.

Nak, Selalu setiap calon orang tua mengatakan bahwa mereka tidak sabar menunggu anaknya lahir yang masih di dalam kandungan namun Saya tidak mau terburu-buru Nak. biarlah waktu yang membawamu ke pelukanku. hal terpenting sekarang adalah Kau menikmati hidupmu di rahim Ibumu sambil mempersiapkan diri untuk menghadapi dunia yang sedang kami jalani.

butuh berlipat-lipat mentall yang kuat Nak untuk menjadi Manusia. sekedar hidup sih gampang jika kita tidak berusaha untuk mengetahui hakekat penciptaan kita, cuma butuh makan dan tidur namun tidak seperti itu Nak. hidup bukan sekedar makan, tidur, berkembang biak lalu mati lagi.

Sebenarnya Saya bingung juga apa yang mesti Kau persiapkan ya Nak. harusnya Saya dan Ibumu yang mempersiapkan banyak hal karena Kami berperan besar nantinya mendidikmu seperti apa dan akan menentukan karaktermu.

Oke Nak. di titik ini Saya menyadari bahwa Sayalah yang seharusnya mempersiapkan diri lebih baik lagi menjadi Ayahmu, partnermu, kawanmu atau apapun nantinya Kau kenali Saya sebagai siapa.

Saya masih harus belajar banyak bersabar, belajar banyak hal tentang peduli kepada manusia lain dan belajar kesalehan sosial. Saya masih kurang dalam banyak hal Nak meski terkadang Saya selalu membaca kisah seorang Ayah yang luar biasa namun bagi Saya, masih sebatas teori.

Banyak Nak kisah hebat tentang seorang Ayah namun Saya selalu menyukai figur Ayah yang memposisikan dirinya sebagai partner terhadap anak-anaknya, entah itu partner bermain, diskusi dan apapun yang dibutuhkan oleh seorang anak.

Saya tidak menyukai seorang figur Ayah yang haus penghormatan dari Anak-anaknya karena menurut Saya, penghormatan atau sikap respek seorang anak terhadap Ayahnya adalah buah dari sikap seorang Ayah kepada Anaknya.

Pulogadung, 02 03 2016 16;34