Posted in Uncategorized

NAMAMU KELAK

Anakku, beberapa hari yang lalu, Mbahti mu di Madiun sudah mempersiapkan nama untukmu. ada dua pilihan nama yang diusulkan oleh Mbahmu, Gilang Safa Nugraha dan Dzaki Wicaksono.

sebenarnya sih Saya tidak terlalu perduli nantinya Kau dinamakan siapa Nak yang penting berupa doa yang baik. toh pada akhirnya nama hanya akan menjadi identitas untuk hal-hal yang formalitas. tetap saja cara asuh Saya dan Ibumu yang menentukan karaktermu kelak.

seandainya sejak lahir Kau sudah bisa memilih, mungkin pemilihan nama akan kuserahkan kepadamu Nak, nama seperti apa yang Kau suka. demokratis kan. Saya memang berpikir bahwa semua hal yang ada padamu adalah murni pilihanmu sendiri dan kami hanya memberikan pertimbangan.

berat Nak untuk memilihkan seseorang sesuatu yang akan melekat pada dirinya karena toh tanggung jawab sepenuhnya ada pada dirinya.

ini cerita nyata di keluargaku Nak. seorang saudara sepupuku dijodohkan oleh pamanku dengan seorang Perempuan yang masih saudara jauh. setelah sekian tahun berjalannya perkawinan Mereka, ada fase dimana Mereka menghadapi masalah keluarga yang pelik. keluarga yang lain bukan menyalahkan keduanya namun sedikit menyesalkan keputusan pamanku dulu yang menjodohkan mereka. disitulah letak besarnya beban ketika kita memilihkan sesuatu kepada orang lain Nak.

dan kembali ke permasalahan nama. karena Kau belum bisa memilih namamu sendiri dan nama itu urgent untuk identitasmu, mungkin Saya dan Ibumu yang akan memberimu nama. Saya suka nama yang bernuansa Jawa Nak, suku asli Ibumu. jikalau suatu saat ketika Kau sudah besar dan bisa memilih dalam hidupmu, Kau bisa saja mengganti pemberian nama Kami jika saja Kau tidak menyukainya.

Saya suka pilihan nama Safa Nugraha atau mungkin seiringnya waktu, ada referensi nama yang lebih baik lagi, itu tentatif Nak namun Saya ingin jika nama belakangmu tertera M atau MJ sebagai inisial namaku. nama depannya terserah Ibumu sepanjang masih mengandung doa yang baik untukmu yang penting ada inisial namaku di belakang namamu. mudah-mudahan Kau suka yah Nak.

begitulah Nak tentang nama itu.

“Apalah arti sebuah Nama.” William Shakespeare. klise untuk menuliskan kutipan ini namun tidak apa-apalah.

Jakarta, 030316

Advertisements

Author:

Belajarlah menjadi Manusia, jangan pernah belajar menjadi Tuhan. jadilah Anugerah semesta yang membuat bahagia segenap makhluk. zen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s