Posted in Uncategorized

CHEK UP (LAGI)

Nak, sudah beberapa kali Saya menceritakanmu kebiasaan kami setiap sabtu pekan ke-2 setiap bulannya membawamu ke Rumah Sakit “Evasari” sekedar untuk mengetahui keadaanmu didalam rahim Ibumu.

Kami calon orang tua masa kini yang menyandarkan kepercayaan kami kepada barisan para Dokter untuk mengontrol kesehatanmu. Tidak seperti Ibu Saya dulu Nak. Seingatku, dalam masa kehamilannya, khususnya saat mengandung adikku yang bungsu karena saat itu memoriku sudah bisa menyimpan kenangan, jarang sekali kulihat Ibuku memeriksakan kandungnya ke Dokter atau minimal Bidan, hal yang kutahu bahwa Beliau hanya menjaga makanannya untuk si janin dan tetap bekerja. Toh pada saat itu Ibuku mengandung anak kembar dan melahirkan normal namun setelah anak pertama sudah lahir, kembarannya tidak kunjung keluar dari rahim Ibuku alhasil Beliau harus dirujuk ke Rumah Sakit untuk di operasi cesar meski pada saat itu, anak yang kedua meninggal saat dilahirkan.

Nak, bukannya Saya membandingkan Ibuku dan Ibumu karena memang zaman mereka berbeda. Sekarang tingkat pengetahuan medis meningkat pesat dan tidak ada salahnya kami selalu memeriksakan dirimu setiap bulannya sebagai upaya untuk menjaga kesehatanmu.

Nak, kemarin di Rumah Sakit yang biasa kita datangi, Ibumu diperiksa oleh Dr. Berryl Burhan, seorang dokter kandungan yang umurnya mungkin sudah 50an. Dulu Ibumu pernah ganti Dokter karena ingin ditangani oleh Dokter Perempuan namun Ibumu memutuskan untuk kembali memeriksakan kandungannya pada Dokter Berryl karena menurut Ibumu orangnya komunikatif dan toh pada saat USG, Dokter tersebut dibantu oleh seorang Perawat.

Menurut perkiraan medis bahwa umurmu sudah 26 minggu Nak. Tidak terasa Kau benar-benar menjejaki awal perjalananmu. Masih panjang setapak yang harus dilalui Nak dan kita cuma butuh menjadi orang baik kemudian berbahagia selalu. Begitu hidup Nak.

Dari hasil USG kemarin, Engkau berjenis kelamin laki-laki. Aku dan Ibumu sebenarnya tidak mempermasalahkan jenis kelaminmu karena bagi kami berdua, yang terpenting Kau sehat selalu dan pada waktunya nanti lahir dalam keadaan sehat wal’afiat tanpa kurang apapun. toh kita sekarang hidup di Zaman dimana Pria dan Wanita tidak diukur dari bentuk jenis kelaminnya, semua punya kans yang sama untuk menggapai cita-cita mereka.

Nak, Kau mengari kami bagaimana menjadi orang tua pemula yang selalu was-was terhadap keadaanmu. kali ini Saya mulai mengerti bagaimana perasaan kedua orang tua Saya Nak.

Mampang Prapatan, 13 03 16

Advertisements

Author:

Belajarlah menjadi Manusia, jangan pernah belajar menjadi Tuhan. jadilah Anugerah semesta yang membuat bahagia segenap makhluk. zen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s