KENDURI CINTA

Anakku, apakah di alam rahim ada barisan para janin yang rela begadang mulai pukul 20:00 WIB sampai Pukul 04:00 WIB..?? duduk manis tanpa merasa ngantuk bahkan buang air pun tidak.

Nak, disini ada forum kajian seperti itu. orang datang berbondong-bondong ke sebuah parkiran di Taman hanya untuk mendengarkan kajian tentang semesta. semalam suntuk Nak, bayangkan saja, apa yang menggerakkan orang-orang tersebut setiap minggu kedua dalam sebulan mencandui acara tersebut??

Di Jumat malam minggu ke-2 setiap bulan acara tersebut diadakan. sudah beberapa bulan terakhir Saya mengikuti acara tersebut Nak. Saya juga heran kok  Saya bisa menahan kantuk sampai pagi hanya mendengarkan Panelis yang bergantian berbicara, sedangkan kalau mau tahu Nak, Saya ini orangnya “tuti”, tukang tidur. he.he.

malam sabtu kemarin, Saya mendatangi acara tersebut saat jarum jam sudah menunjukkan pukul 21:00 Wib. acaranya sih dimulai pukul 08:00 wib namun Saya tahu bahwa diawal acara, hanya diisi bincang-bincang ringan oleh para Panitia. Panelis baru naik ke panggung sekitar pukul 22:00 wib bahkan terkadang pukul 23:00 wib.

Nak, Saya butuh waktu sekitar 20 menit  untuk sampai di tempat tersebut. menyusuri bilangan jln Rasuna Said menuju Menteng kemudian berbelok ke arah Cikini. tepat sekali perkiraanku. sesampai di tempat acara, belum ada Panelis yang datang. Saya masih menyaksikan 4 orang Panitia yang berbincang diatas panggung. menjelaskan kerja-kerja Panitia sebelum acara tersebut diadakan setiap malam Sabtu minggu kedua.

IMG_20160312_001703
Cak Nun sesaat setelah naik ke panggung

Saya memilih tempat di samping panggung. sekitar 20 menit setelah Saya datang, Cak Nun pun tiba di lokasi. seperti biasa, ketika beliau sudah terlihat oleh jamaah Maiyah, Mereka kemudian berkerumum salaman. Saya selalu tidak menyenangi pemandangan seperti itu ketika Beliau dikerubuti hanya untuk disalami bak artis yang mau manggung, bukan apa-apa namun Jamaah tersebut menghalangi jalannya menuju panggung.

Cak Nun selalu menyebarkan energi yang mampu menghipnotis para Jamaah Maiyah. saat Beliau mulai berbicara, Jamaah akan diam namun jangan heran ketika tiba-tiba Beliau melontarkan joke-joke yang lucu sehingga membuat Jamaah terpingkal-pingkal.

Malam itu, Cak Nun hadir dengan ditemani 2 Panelis. salah satu Panelis yang juga sahabat Cak Nun menerangkan tentang keadaan alam di masa mendatang. menurutnya bahwa di awal 2020an nanti, akan ada perubahan cuaca yang ekstrim bahkan sudah masuk dalam kategori membahayakan. alam sudah tidak bersahabat lagi nampaknya kepada Manusia. kita perlu untuk bahu membahu menjaga alam untuk tetap ramah terhadap penghuninya.

IMG_20160312_020859
Sudjiwo Tedjo tiba-tiba saja muncul

seorang Guru yang keren memposisikan dirinya dalam berbagai golongan kemudian mengajak muridnya diskusi. di suatu waktu, Sang Guru memposisikan dirinya sebagai penganut Syiah kemudian meminta muridnya bertanya apa saja seputar Syiah, kadang juga sebagai seorang Mu’tazilah dan mazhab lain. begitulah Guru yang arif dan luas wawasannya.

Cak Nun meyakini bahwa kebenaran objektif mengenai ayat Tuhan hanya ada pada diri Tuhan sendiri. kita semua berjarak dengan maksud Tuhan di setiap ayatNya maka jangan pernah sesekali memonopoli kebenaran dan menyalahkan kebenaran yang diyakini oleh orang lain karena toh kebenaran yang kita yakini pun hanyalah persepsi diri kita masing-masing.

menurut Caknun, kuliah hanyalah untuk menyenangkan orang tua karena seringkali bangku kuliah malah mengebiri otak kita untuk mendapatkan kebebasan berpikir dan belajar banyak hal. Saya menjumpai banyak sekali teman saat masih kuliah yang menyelesaikan kuliahnya demi memenuhi cita orang tua karena mereka sudah sampai pada pemahaman seperti itu.

Cak Nun melanjutkan bahwa ada kalanya kita harus kaya ketika kekayaan mendekatkan kepada Allah dan begitupun  sebaliknya. intinya dalam hidup bahwa bukan masalah kaya atau tidak tetapi ketika kita butuh sesuatu, Tuhan selalu memenuhi. di bagian ini, Saya sedikit terenyuh mengingat betapa gigihnya Saya menawar harga kontrakan rumah yang menurutku mahal tetapi toh Saya masih bisa melunasinya.

Sekira pukul 02:00 Wib, Sudjiwo Tedjo naik ke panggung setelah dipanggil oleh Cak Nun. ternyata Dia sudah mengikuti acara tersebut dari awal dan tidak berniat menjadi pembica namun mungkin saja ada Panitia yang menyadari kehadirannya sehingga dengan terpaksa Dia dihadirkan di panggung oleh Cak Nun.

Sudjiwo Tedjo dengan karakternya yang blak-blakan pun melontarkan pendapat-pendapatnya yang membuat Saya manggut-manggut. menurutnya bahwa dalam setiap ayat Tuhan terdapat banyak kalimat kemesraan yang diselipkan sehingga kita sebagai Manusia seharusnya menangkap maksud Tuhan dengan estetika tanpa harus terlalu konseptual.

Di suatu waktu, Tuhan berkata “Dan Tuhan kamu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdoa) akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina.” ” (QS Al-Ghafir [40]: 60).  namun dilain waktu bahwa Tuhan memberi apa yang kita butuhkan.

Kan paradoks yah Nak tetapi disitulah kemesraan Tuhan kepada hambaNya. toh di dunia ini, apa sih yang tidak paradoks. ada orang yang mendapat bala namun disisi lain ada orang lain yang memperoleh untung. misalnya ketika terjadi bom di Sarinah, banyak yang dirugikan bahkan jatuh beberapa korban namun disisi lain, media memanen untung dengan berita-berita seperti itu yang diburu oleh Masyarakat. nah kurang paradoks gimana lagi Tuhan ya Nak tetapi itulah asyiknya Tuhan. kemesraanNya meliputi penerimaan kita terhadap ceritaNya.

IMG_20160312_035616
sisa pesta semalam

maaf Nak tulisan ini jauh dari sistematis karena tidak semua kutuliskan kepada dirimu saat ini. Saya hanya memilah beberapa bagian yang menurutku bisa untuk kuceritakan meski banyak sekali hal yang kuperoleh dari diskusi tersebut.

ketika acara sudah selesai, Saya selalu menunggu momen disaat para Jamaah sudah beranjak pergi dan memperhatikan Panitia membereskan segala sesuatunya bahkan juga para Pemulung yang  mulai beraksi mengumpulkan bekas botol air mineral.

Nak, disetiap acara seperti itu, seringkali kita melupakan barisan manusia yang berjasa sehingga acara seperti itu berlangsung. kita dengan seenaknya membuang sampah sembarang tanpa mau peduli bahwa setelah acara selesai, ada orang yang menanggung beban memungut sampah yang kita buang.

Ini ulasan resmi dari panitia Kenduri Cinta

Mampang Prapatan, 13 Maret 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s