Posted in Uncategorized

SENJA BERSAMA AYAH

Nak, banyak hal njlimet berseliweran dalam otakku namun semampuku kusikapi dengan santai meski bukan solusi karena otakku tidak pernah berhenti bertanya tentang semua hal yang kujumpai. pertanyaan awal yang muncul, kenapa orang harus bertengkar masalah perbedaan Agama? kenapa Tuhan membiarkan makhlukNya berbeda dalam banyak hal yang membuat mereka saling bunuh?

tetapi pertanyaan-pertanyaan seperti itu tidak akan pernah tuntas dengan jawaban teoritis Nak. selalu saja perjalanan waktu dan pengalaman pribadi yang akan menjawabnya dan yakinlah Nak, pertanyaan yang sama dalam benak semua orang namun setiap dari  mereka akan memperoleh jawabannya masing-masing tergantung perjalanan hidup seseorang.

ini percakapanku dengan Ayahku dikala senja mulai menua kemarin. perbincanganku selalu bermula dari perbedaan mazhab yang ada di Negeri ini.  Aku dan Ayahku akan menghabiskan waktu berjam-jam ditelepon ketika membicarakan topik seputar mazhab Agama yang kami anut.

Kau harus tahu Nak bahwa keluarga besarku di kampung nun jauh disana adalah pengikut Muhammadiyah garis keras. Mereka akan sangat antipati terhadap semua hal yang tidak pernah diajarkan oleh kelompok Muhammadiyah namun harus Ku garis bawahi Nak bahwa meski demikian, Mereka tidak akan mengkafirkan orang yang memilih kelompok selain Muhammadiyah. Ibuku pernah bilang begini ” biarlah Mereka melakukan adat seperti itu tapi kan kita “Muhammadiyah” sudah tidak melakukannya.”

Ayah mengajakku diskusi tentang kebiasaan memperingati haul orang yang meninggal. Ayah mengingatkanku supaya jangan makan daging ketika ada acara memperingati kematian seseorang. Aku sih dari dulu memang sudah tidak makan daging yang dipotong ketika acara kematian, entah karena tak terbiasa sehingga ada rasa tidak enak namun Aku ingin tahu alasan Ayahku kenapa tidak boleh.

“Kan makanan-makanan tersebut hanya dimaksudkan sebagai sedekah dari keluarga kepada alm,?” Aku memancing Ayah supaya Dia mengemukakan pendapatnya.

” yah namanya memotong hewan untuk orang mati tidak boleh, toh kita sudah tidak pernah melakukan adat seperti itu.”

Jawaban Ayah sama sekali tidak memuaskanku namun begitulah, Ayah akan selalu berpatokan pada kebiasan-kebiasaan orang Muhammadiyah dan Aku mafhum atas keputusannya toh yang terpenting bagiku bahwa Ayah tidak pernah mengkafirkan dan menyalahkan orang yang berbeda dengannya.

tiba-tiba saja semalam Ibu menelepon dan membahas hal yang sama. Aku hanya menanggapi dengan bercanda kemudian Aku dan Ibu tertawa terbahak-bahak. Kami sering menertawakan hidup dengan cara Kami masing-masing.

Ibu hanya berpesan supaya Aku tidak makan daging hewan yang dihidangkan disetiap acara kematian.

Nak, Si Mbah dan Kakungmu asyik kok. nanti Aku ajak Kamu mengunjungi Mereka sesering mungkin di kampungku.

Rawamangun, 17 Maret 2016

Advertisements

Author:

Belajarlah menjadi Manusia, jangan pernah belajar menjadi Tuhan. jadilah Anugerah semesta yang membuat bahagia segenap makhluk. zen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s