Posted in Uncategorized

APA KABAR NAK…?

Nak, apa kabarmu di dalam perut Ibumu..??
Aku mengkhawatirkanmu Nak, sangat-sangat mengkhawatirkanmu sedari siang tadi sesaat pulang dari GBK jalan pagi. Ibumu merasa mual dan tidak mau makan. Pikiranku langsung meracu Nak dan setiap aliran kata dari mulutku adalah doa untuk kesehatanmu.
Iya, tadi Aku dan Ibumu jalan-jalan pagi di GBK kemudian lanjut lagi ke Stasiun Pasar Senen ngeprint tiket kereta. Entah karena kecapean, Ibumu merasa mules dan keringat dingin, Aku was-was Nak. Kuajak ibumu periksa ke Bidan namun Dia mengatakan baik-baik saja. Kulihat guratan di wajahnya yang tidak bisa membohongiku bahwa Dia sedang tidak enak badan.
Sesampai di rumah, Ibumu langsung tidur tanpa sempat makan siang. Aku hanya bisa melafalkan doa semampuku dan setumpuk harapan supaya semesta selalu menjagamu dan Ibumu.
Ibumu bangun saat senja sudah menyapa kota ini. Kutanya keadaannya, “agak mendingan daripada tadi siang.” Jawaban Ibumu sedikit menenangkanku meski Aku tetap mengkhawatirkanmu. Apa sesungguhnya yang terjadi padamu di perut Ibumu.
Nak, jika saja Kau sudah bisa berkeluh atas keadaanmu di rahim Ibumu, Aku akan bersedia mendengarkan semuanya dan menuruti apa keinginanmu karena hal terpenting bagiku saat ini adalah kesehatan Ibumu dan Dirimu.
Nak, Aku juga ingin minta maaf kepadamu karena mungkin selama Kau dikandung Ibumu, banyak ucapan-ucapan yang tidak layak keluar dari mulutku. Calon Ayah memang diharapkan untuk menjaga perkataan dan perilakunya selama calon bayinya berada di kandungan. menurutku sih bukan saja pada saat calon anaknya masih di kandungan akan tetapi seharusnya sepanjang hidup, perkataan dan perilaku harus terjaga.
Nak, jika sedang ada yang mengusik ketenanganku atau ketika Aku sedang berkendara dan ada yang menguji kesabaranku, mungkin saja Aku masih bisa menahan diri dan mengingat bahwa Isteriku sedang hamil namun yang paling susah dikontrol adalah ketika bercanda. Iya, mungkin menurutku ketika bercanda dengan teman, semua perkataan tidak terkontrol karena menganggap bahwa toh cuma bercanda namun lain halnya bagi orang lain, mungkin saja ada kata-kataku saat bercanda yang menyakiti orang lain dan hal tersebut tidak kusadari.

Ah Nak, mohon doamu supaya Aku terjaga dalam kedaan marah maupun senang. Tidak ada bedanya kedua kondisi tersebut Nak. Keduanya menjebak dan kita sepatutnya selalu mawas diri atas apa yang kita ucapkan dan diperbuat.

Aku juga ingin memberitahumu Nak bahwa Ibumu akan mudik ke kampungnya minggu depan dengan kereta. Butuh waktu kurang lebih 10 jam dari kota ini ke kota Ibumu. Itu artinya Ibumu harus kuat membawamu dalam rahimnya dalam perjalanan sejauh itu. Kumohon Nak, Kau kuat di rahim Ibumu dan kalian saling menjaga.

Ah, selalu mengkhawatirkanmu dalam setiap kondisimu. Mari kita saling mendoakan Nak. Saling menjaga,saling menguatkan dan tetap belajar untuk porsi kita masing-masing.

“Perjuangan ialah perjuangan. Sejarah dan Tuhan tidak mencatat kemenangan atau kekalahan tetapi yang dicacat adalah perjuanga itu sendiri.” Cak Nun

Jadi mari berjuang Nak. toh Tuhan tidak menanyakan hasil tapi proses yang Dia nilai. belajar adalah perjuangan awal Nak. belajar apa saja dengan tujuan mau tahu bukan tendensi materi.

Sekian ya Nak.

Mampang Prapatan XIII, 20 03 2016 22:41

Advertisements

Author:

Belajarlah menjadi Manusia, jangan pernah belajar menjadi Tuhan. jadilah Anugerah semesta yang membuat bahagia segenap makhluk. zen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s