Posted in Uncategorized

CERITA TENTANG PERJALANAN

Kau amat sangat tangguh Nak. Tuhan memberkati ketangguhan pada dirimu dan Ibumu. sudah beribu kilo Kau berjalan bersama Ibumu disaat umurmu baru menginjak 6 bulan dalam kandungan.

masih ingat kan Nak ceritaku saat Aku dan Ibumu membawamu naik pesawat ke kampung halamanku..??? jauh loh Nak. via pesawat saja butuh waktu 2 jam kemudian dari bandara Makassar ke kampung halamanku butuh waktu 6 jam jika perjalanan normal. tetapi saat itu, kita butuh waktu 8 jam untuk mencapai kampungku.

Aku tidak pernah putus-putusnya mengucapkan syukur atas kekuatan yang dilimpahkan semesta kepada Ibumu dan dirimu karena jika menurut kalkulasi medis, hamil semester 1 itu masa paling rawan.

minggu lalu, Aku dan Ibumu kembali membawamu berselancar ke kampung Ibumu di bagian Timur pulau ini. bayangkan Nak, 12 jam perjalanan diatas kereta bahkan saat berangkat, hanya Ibumu dan dirimu karena esoknya Aku masih harus ke kantor. malam berikutnya baru Aku menyusul kalian ke kampung Ibumu.

Tidak bisa kubayangkan jika terjadi apa-apa diatas kereta terhadap kalian sedangkan tidak ada yang menemani.

Diumurmu yang menginjak 6 bulan dalam kandungan, Kau telah menempur ribuan kilo perjalanan sementara janin yang lain ada yang tidak pernah bepergian karena Ibunya mungkin tidak kuat. bukan untuk berbangga Nak namun benar-benar Aku hanya ingin bersyukur sampai detik ini, Kau dan Ibumu masih sehat wal afiat.

Nantinya jika suatu saat kelak Kau harus bepergian di muka bumi ini, jangan takut Nak selama itu untuk kebaikan karena Kau telah membuktikan di dalam rahim bahwa Kau mampu menempuh ribuan jarak.

Aku bahkan berharap Kau sebaiknya sering melihat banyak tempat di bumi Nak. memungut setiap hikmah dan berinteraksi dengan semua makhluk. jangan sekali-kali mengungkung dirimu hanya dalam satu perspektif, banyak kebenaran di bumi ini Nak dan kebenaran yang kita yakini hanya friksi dari kebenaran Tuhan. jadi nanti jangan selalu merasa benar ya Nak.

Sudah dulu Nak. ntar makin panjang kalau berbicara masalah hidup dan nilai-nilai yang ada pada Manusia. belum waktunya Aku berdiskusi denganmu masalah tersebut. Aku hanya ingin memberitahumu bahwa jejakmu sudah jauh terpantri bahkan sebelum dirimu lahir ke bumi.

Sehat selalu ya Nak bersama Ibumu.

Rawamangun, 03 03 2016 13;50 WIB

Advertisements

Author:

Belajarlah menjadi Manusia, jangan pernah belajar menjadi Tuhan. jadilah Anugerah semesta yang membuat bahagia segenap makhluk. zen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s