IBUMU

ini cerita random Nak. draft di blog ini yang selalu gagal Aku tuntaskan.

Aku tidak tahu harus menceritakan apa lagi tentang kebaikan Ibumu karena setiap detik kulalui bersamanya hanyalah kebaikan dan kesabaran yang ditunjukkannya kepadaku

tadi pagi, Ibumu memeriksa dompetku. Ibumu mendapati dompetku hanya berisi uang 50 ribu dan diam-diam Ibumu memasukkan uang 100 ribu ke dompetku.

Tahu Kau Nak kebiasaanku yang kurang disenangi Ibumu..? Aku paling banter membawa uang di dompet 100 rb dan selalu saja Ibumu tidak sepakat karena menurutnya, jalanan Jakarta penuh tanda tanya. ada saat dimana kita perlu sedikit uang lebih saat di jalan.

maklumlah Nak, masih terbawa kebiasaan saat kuliah dulu. dulu bukan menghemat tetapi memang tidak ada yang dikantongi.

ke kampus cuma bawa uang ongkos pete-pete, makannya paling numpang di kos teman itupun makan mie rebus yang kuahnya dibanyakin.

Ibumu itu Nak. punya segudang milisi kesabaran yang tidak kupunyai. Aku selalu gagal mengikuti alur kesabarannya.

mari kita sama-sama belajar untuk bersabar Nak.

dengar-dengar Nak. tirakat paripurna dalam maqam kerohanian adalah orang yang sama sekali tidak dianggap bahkan diremehkan dan kehadirannya seperti tidak diinginkan namun pribadi tersebut tetap tidak merasa terganggu fokusnya terhadap Tuhan. melakukan sesuatu bukan karena menginginkan balasan. nothing to lose. pribadi yang olehnya ikhlas adalah puncak kebahagiaan.

Rawamangun, 28/04/2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s