Posted in Uncategorized

KITA SEMUA PUNYA AIB

T : sy mnta ijazah doanya agr bs cpt hafal Al-Qur’an & pljran kuliah..”
J : Jngn bnyk nonton tv, jng bnyk brgunjing, bnyk2lah berselawat.”

T diatas orang yang bertanya kepada Gus Mus via Twitter dan J itu Gus Mus yang menjawab pertanyaan. sungguh beliau mengerti hakekat hidup ini Nak. Saya ingin belajar bersamamu dari hidup ini. Saya belajar menjadi Ayah dan Kau belajar menjadi anak meski intinya kita sedang belajar bersama-sama menjadi Manusia sebenarnya.

Nak, Saya ingin sekali mendidikmu dari perilakuku sendiri. maksudnya apa yang kuperlihatkan kepadamu adalah sesuatu yang baik.

nantinya jika Saya tidak menuruti permintaanmu sesuatu yang membuatmu larut dalam kemewahan, maafkan Nak karena benar-benar Saya ingin mendidikmu menjadi pribadi yang fokus pada substansi, belajar tentang apa sebenarnya yang harus dijalani di dunia ini meski sadar-sesadarnya, Saya sendiri belum sampai pada apa yang kuinginkan untukmu, namun setidaknya kita bisa belajar bersama-sama.

Saya mengamini jawaban Gus Mus atas jawaban diatas.

Nak, TV telah menjelma menjadi realitas kedua dalam hidup kita dan begitu berpengaruhnya TV dalam hidup kita yang menawarkan keindahan duniawi. kita terjebak dalam angan-angan yang melenakan.

Saya pernah berada dalam posisi itu Nak. terlalu banyak menonton TV dan mencoba untuk meniru apa yang menurut TV keren dan semua absurditas yang ditawarkan kepada penontonnya.

tidak apa-apa yah Nak kalau nantinya tidak ada TV di rumah kita atau kalau memang harus terpaksa membeli TV, yang kita tonton sepakbola aja ya Nak.

tentang bergunjing Nak. Saya dan Ibumu sedang berusaha untuk tidak pernah menceritakan keburukan orang lain. ketika pulang kerja dan berkumpul dengan Ibumu di rumah, Kami hanya bercerita tentang film kesukaan, lagu favorit dan apa saja yang tidak bersinggungan dengan orang lain. mudah-mudahan kita bisa istiqomah Nak.

masalah bershalawat seharusnya tidak lepas dari helaan nafas kita Nak. namun lagi-lagi ini hanyalah teori yang menggumpal di kepalaku. lebih banyak mulutku mengucap hal yang tidak penting daripada bershalawat.

itulah Nak Ayahmu yang sedang belajar dan masih harus terus belajar

Rawamangun, 29 04 16

Advertisements

Author:

Belajarlah menjadi Manusia, jangan pernah belajar menjadi Tuhan. jadilah Anugerah semesta yang membuat bahagia segenap makhluk. zen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s