BELAJAR MENGAJI

Nak, pulang kampung kemarin, sekali waktu Saya menjemput saudara sepupumu yang mengaji di rumah salah seorang kerabat yang berprofesi sebagai Guru. Saya menunggu sekitar 20 menit sebelum hajatan mengaji para bocah di kampungku selesai. suara riuh para bocah terdengar. Saya terkesiap Nak.merasa diri benar-benar sudah berumur

seperti baru kemarin saat Saya berada diposisi seperti itu. sore hari, Saya berangkat mengaji bersama kawan sepermainan. sistem mengaji kami dulu, setiap anak disuruh mengulang sekitar 10 kali bacaannya kemudian satu persatu dipanggil oleh guru mengaji. diuji bacaannya kemudian diberi kesempatan melangkah ke ayat selanjutnya. hal paling tidak menyenangkan ketika kita mendapatkan urutan terakhir karena itu artinya, kita akan pulang belakangan.

nah, Saudara sepupumu yang kemarin kujemput di tempat mengajinya punya sistem yang lebih baik. setelah Mereka selesai bacaannya, tidak ada yang diperbolehkan pulang karena harus menunggu yang lain kemudian shalat Isya berjamaah. barulah setelah shalat Isya, semua anak mengaji pulang bersamaan.

begitulah Nak masa kecil yang pada umumnya dilalui saat di kampung. sebagian besar dihabiskan untuk belajar. itulah modal awal kita memasuki gerbang kehidupan yang lebih terjal dikemudian hari. adapun juga ketika beranjak dewasa, hal-hal seperti itu yang sering dikenang.

Saya berharap saat Kau tumbuh kelak, Kau merasakan hal yang sama Nak.

 

Pulogadung, 120516

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s