Posted in Uncategorized

DI SORE PENUH HIKMAH

Di suatu sore sehabis hujan deras. Aku membeli 2 sisir pisang pada seorang penjaja pisang yang menggunakan gerobaknya. 2 sisir pisang tersebut dihargai Rp. 40 ribu. Menurutku tidak mahal karena toh harga pisang di swalayan 1 sisir Rp. 50 ribu.

Aku sudah beniat untuk tidak menawar jualan Mereka yang menjajakandagangannya dengan cara berkeliling rumah entah menggunakan gerobak bahkan ada yang dipikul. Toh saat kita berbelanja di swalayan, kita tidak punya kuasa untuk menawar sedangkan selisih jualan di swalayan jauh lebih mahal dibandingkan dengan barang dagangan Pedagangan kaki lima.

2 minggu lalu, Aku diserang rasa bersalah saat menawar pisang. semula harga yang ditawarkan oleh pedagang hanya 2 ribu namun dengan teganya, Aku masih menawar menjadi 15 ribu. Si Penjual dengan legowo deal dengan tawaranku dengan muka ikhlas. Setelah Aku beranjak pergi, ingin rasanya kembali ke penjual tersebut untuk menyerahkan 5 ribu selisih yang kutawar.

Oh kembali ke Penjual pisang yang pertama, setelah menerima uang bayaranku, spontan dia mengucapkan syukur.

“Alhamdulillah,rejeki hari ini.” Gumamnya. Dari wajahnya nampak ekspresi yang senang setelah 2 sisir pisangnya laku.

Nak, bukan ingin mengatakan bahwa Aku sudah menyenangkan orang lain, tidak sama sekali Nak. Aku bahkan berpikir bahwa selama ini,Aku masih selalu lupa mensyukuri setiap nikmat yang tak pernah putus dari Tuhan kepadaku. Bahkan disaat seperti ini, Aku sudah bisa memenuhi setiap kebutuhanku, masih saja Aku terkadang mengeluh karena belum punya rumah atau bahkan sesuatu yang belum kumiliki sedangkan bagi Pedangan pisang kemarin sore, terjualnya 2 sisir pisang seharga 40 ribu pun, dia tak henti-hentinya mensyukuri nikmat Tuhan.

Nak, begitulah Bapakmu ini yang masih harus terus belajar dari kehidupan. Sebentar lagi Kau akan hadir menjadi Manusia dan sepenuhnya tanggung jawabku untuk mengajarimu hidup namun bahkan, Akupun masih belum cukup ilmu.

Nak, maafkan suatu waktu jika ternyata Akulah yang harus belajar darimu.

Semoga kita terjaga dari orang orang dikategorikan sebagai manusia yang kufur nikmat.

Mampang Prapatan, 22 05 16

Advertisements

Author:

Belajarlah menjadi Manusia, jangan pernah belajar menjadi Tuhan. jadilah Anugerah semesta yang membuat bahagia segenap makhluk. zen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s