Month: June 2016

KELAHIRANMU

Sudah 4 hari umurmu Nak tetapi Aku belum jua menceritakanmu bagaimana proses kelahiranmu ke dunia ini. Kebiasaan menunda benar-benar penyakit yang harus kusingkirkan dari daftar kebiasaanku. Jumat, 19 Ramadan 1437 H dini hari. Ibumu berniat sahur namun saat buang air kecil, ada darah yang keluar sehingga niatnya untuk sahur diurungkan. Pagi hari, Ibumu masih sempat … Continue reading KELAHIRANMU

Advertisements

PERNIKAHAN TIDAK MELULU TENTANG MALAM PERTAMA

Menikah bukan perkara individu antar individu namun lebih dari itu, menikah dalam artian lebih luas menyatukan dua keluarga yang berbeda dalam banyak hal. Pesan yang bermakna seperti di atas sudah beberapa kali kudengar dari beberapa orang sebelum menikah meski pada saat itu, Saya memahaminya masih parsial. Sebelum menikah, persepsi Saya tentang calon Isteri hanyalah terbatas … Continue reading PERNIKAHAN TIDAK MELULU TENTANG MALAM PERTAMA

SELAMAT DATANG DI TENGAJ KAMI

Engkau sudah lahir Anakku. Jumat tanggal 24 Juni 2016 pukul 18:30 WIB. maaf Bapakmu tidak berada di samping Ibumu saat mempertaruhkan jiwa raganya melahirkanmu. ini Bapakmu masih di atas kereta api Bima menuju kampung melihatmu. Nak, Aku dan Ibumu menyayangimu di atas kereta Bima 24 juni 2016 19:01 WIB

BERPISAH SEMENTARA

Terlalu sentimentil perpisahan kemarin. Sejak menikah dengan Ibumu 8 bulan yang lalu, ini kali pertama kami harus berpisah lama, 3 bulan meski entah sebulan sekali, Aku akan mengunjungi kalian di kampung Ibumu. Nak, ada banyak alasan bagi pasangan Suami Isteri untuk berpisah sementara. Aku dan Ibumu pun begitu adanya. Kau sebentar lagi lahir Nak dan Ibumu ingin melahirkan di kampung halamannya dekat Ibunya. 3 bulan mungkin tidak terlalu lama Nak namun tetap saja menyiksa. Toh yang namanya rindu itu, meski hanya sehari serasa waktu tidak pernah berputar. Itulah mengapa rindu lebih menyakitkan bagi yang sedang mengidapnya. Dokter Beryl langganan kita sudah mewanti-wanti untuk tidak bepergian jauh namun niat Ibumu dari awal melahirkan di kampung mengalahkan semua rasa cemas Jumat sore, kita berempat, Aku, Ibumu, Mbah ti dan Kau berangkat dari Gambir ke Madiun via KA. Bangunkarta. Aku hanya diam sepanjang perjalanan dengan beribu kalimat doa demi keselamatanmu sampai di kampung. Sejatinya, Aku sangat khawatir jika saja Ibumu kontraksi di Kereta dan harus melahirkanmu di atas Sepur kan menyedihkan Nak.  Namamu bisa saja Sepur atau Kereta dan semua yang berhubungan dengan kereta, kan sangat tidak lucu ya Nak. Di Kereta, setiap saat Aku melirik Ibumu jika saja dia merasa mules dan sesekali kutanya bagaimana perutnya. Namun semesta merahmati kita Nak dan Kau pun ternyata seorang calon lelaki yang tegar karena sesampai di Madiun, Ibumu merasa baik-baik saja Sehari menemani Ibumu di kampung. Aku harus balik ke ibu kota hari minggu pagi. Malam minggu, Ibumu tidak berhenti menangis, entah apa yang dirasakannya namun Aku sendiri tidak bisa menggambarkan seperti apa perasaanku saat itu. Aku hanya bisa mengelus kepala Ibumu sambil menenangkan perasaanku, terlalu random perasaan yang menghinggapiku kemarin malam. Nak, Aku mengusapmu sesaat sebelum berangkat ke stasiun. Sekian detik, Kau sudah luput dari pandanganku saat Aku sudah berbelok di persimpangan.  Nak, sehat selalu sampai Kau lahir. Aku akan menjengukmu sesering Kau inginkan. Rawamangun, 21.06.16 Tulisan ini sudah menumpuk di draft 2 minggu lalu sesaat setelah Aku tiba di Ibu kota mengantar Ibumu pulang kampung

TRAKTIRAN

"Namanya Saya si A, biasa dipanggil si B namun lebih senang dipanggil makan." guyonan ini sebenarnya paling umum yang dilontarkan oleh beberapa orang yang mencoba melucu saat memperkenalkan diri. Nak, setiap orang suka ditraktir, diajak makan dan dibayarin makanannya. itu hal yang lumrah. namun jika boleh kita berbagi nasehat Nak, lebih baik hindarkan diri dari … Continue reading TRAKTIRAN