RUMUSAN HIDUP

Ini rumusanku.

Tiap kemauan yang berhubungan dengan inti hidup maka persiapkan diri untuk menghadapi ujianNya. Berniat untuk sabar maka persiapkan segenap diri lahir batin untuk menghadapi cobaan menuju tingkatan sabar. Dan itu bukan main-main karena ujiannya tentang hidup dan pasti berhubungan dengan diri.

Saya sudah melalui beberapa ujian dari setiap keinginanku menaikkan derajat kemanusiaanku namun selalu tersungkur dalam kegagalan.

Saya berniat meningkatkan kesabaran namun saat diperhadapkan dengan kondisi yang membutuhkan kesabaran extra namun ternyata Saya  tidak bisa berdamai melihat kondisi yang diperhadapkan kepadaku.

Saya tidak bisa berdamai melihat seorang Ibu yang diperlakukan tidak selayaknya orang tua oleh anaknya meski Ibu tersebut memiliki segudang kesabaran. Saya yang kalah meningkatkan kesabaran.

bagaimana Saya bisa berdamai dengan kondisi Ibu yang sudah menua namun harus membiayai anak dan mantunya yang sudah punya 3 anak bahkan Dia juga yang membiayai cucu-cucunya dan mengurus semua keperluan cucunya sedangkan anak dan menantunya tidak melakukan apa-apa bahkan bekerja pun tidak mau. dengan begitu si Ibu tidak mengeluh hanya mengucapkan doa lirih semoga perangai anaknya berubah. parahnya lagi, si Ibu harus mengutang sampai ratusan juta untuk membayar utang-utang anaknya.

Nak, kenyataan hidup itu benar-benar ada dan terjadi di hadapanku. Saya meringis Nak setiap kali menyaksikan keadaan pilu tersebut. meski kusadari bahwa untukku mungkin itu sebuah ujian ketahanan untuk bersabar bagiku namun sekali lagi Saya tidak bisa berdamai Nak dengan kondisi seperti itu. Saya terlalu sentimentil pada hal-hal yang berhubungan dengan seorang Ibu.

Hidup itu tentang ujian Nak. jika suatu waktu kau menginginkan sesuatu maka bersiaplah dengan ujiannya. jika berniat bersabar maka bersiaplah dengan kondisi yang diperhadapkan Ilahi kepadamu tentang kesabaran, begitupun dengan keinginan untuk menjadi Mukhlis dan segala pencapaian yang hendak kau gapai dalam hidupmu. semua akan diuji.

Saat ini juga kusisipkan pesan untukmu Nak. saat kau sudah bisa berpikir maka kumohon dengan segenap permohonanku kepadamu, jangan pernah menyusahkan orang lain apatahlagi Ibumu sendiri. jangan menyusahkan hatinya. jika seandainya kau tidak mampu membantunya pada hal-hal materiil maka setidaknya kau tidak menambah bebannya dengan permintaan yang macam-macam. 

 Mampang, 12 07 16

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s