ULANG TAHUN IBUMU

18 Juli 1990. 26 tahun lalu, ada seorang bayi mungil yang menyatakan kesanggupannya menjalani hidup di dunia. Aku tak tahu pasti namun setengah keyakinanku, dia menumpahkan beban hidupnya dalam tangisan kemudian menatap dunia dengan optimis.

ditakdirkan menjadi seoran gadis Jawa dan menghabiskan 26 tahun hidupnya di tanah Jawa. dia menjelma menjadi gadis yang benar-benar jawa dengan perangai yang lembut dan berdamai dengan hidup bahkan untuk hal-hal yang tidak mengena di hatinya.

Itu Ibumu Nak. Aku tidak tahu persis seperti apa dia menjalani masa kecilnya karena aku bertemu dengannya saat usianya sudah masuk 22 tahun lebih 6 bulan. namun yang pasti, hidupnya sedikit lebih berat ketika Ayahnnya meninggalkan dia selama-lamanya saat usianya baru menginjakkan 13 tahun.

Dia menjalani hari-harinya bersama seorang Ibu yang dia kasihi. aku  yakin begitu dalam kasihnya terhadap si Ibunya apatahlagi ketika Ayahnya sudah tiada.

Kami dipertemukan oleh pekerjaan di Surabaya. pertemuan yang terlalu singkat menurutku karena hanya berlangsung 3 bulan tetapi begitulah takdir Nak. kita tak pernah bisa menerka kemana takdir akan membawa hidup kita ke depan.

Aku dan Ibumu menjalin komunikasi yang intens setelah bekerja di Surabaya sampai akhirnya, pada oktober 2015, kami sepakat untuk hidup bersama dalam ikatan pernikahan yang kemudian menghasilkan dirimu “Damar Kahuripan Semesta.”

Hari ini Nak, Ibumu ulang tahun yang ke 26. sedari pagi aku tidak menyadari momen hari ini sebelum nenekmu memberitahuku tentang ulang tahun Ibumu. memang sih budaya mengucapkan selamat hari ulang tahun di keluargaku sama sekali tidak ada artinya dan jika kau mau tahu, kami bahkan kedua orang tuaku tidak pernah peduli dengan momen ulang tahun. bukan karena mereka acuh terhadap anak-anaknya namun lebih karena ulang tahun tidak punya arti apa-apa di keluarga kami. hari ulang tahun hanyalah pengulangan tanggal dan bulan.

tidak ada salahnya, di momen hari ulang tahun Ibumu ini, aku memanjatkan doa-doa suci semoga Ibumu dan juga dirimu nak senantiasa dilimpahkan kesehatan lahir batin. semoga kita sekeluarga dijaga dari hal-hal yang syubhat dan haram. semoga Ibumu menjadi Ibumu yang penyayang dan penyabar membesarkanmu dalam kasih sayang tiada akhir.

semoga kita selalu diliputi kebahagiaan lahir batin dalam kesederhanaan tanpa mengabaikan kebahagiaan yang lain.

Sehat selalu lahir batin Isteriku. Ibu dari anak-anakku kelak.

18 Juli 2016 15:32 WIB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s