Posted in Uncategorized

2 BULAN

Nak, kamu sudah 2 bulan ya??

oh begitu waktu berlari dan tak terasa membawamu menyusuri setapak demi setapak kehidupan. kau tidak bisa mengingkari hal itu nak. nikmatilah setiap detik yang diberikan oleh semesta.

pada suatu waktunya nanti, kau akan belajar banyak hal tentang apa saja. tentang hidup yang tidak sesuai dengan harapan dan tentang orang-orang yang tegilnya minta ampun

kau akan menjumpai beribu karakter manusia, mulai dari mereka yang dengan teganya menzolimi sesama sampai kepada mereka yang punya berlipat kesabaran atas apa yang menimpanya.

aku sendiri tidak mengharapkanmu apa-apa nak. selama kau bahagia dan tidak menzolimi sesama penghuni semesta maka itu cukup bagiku.

doa pun tidak ada dariku karena kau lebih baik dariku. seharusnya aku yang memohon doa kekuatan untuk diriku sendiri. aku masih harus belajar banyak hal darimu. aku sungguh masih sering tidak istiqomah dalam setiap apa yang kuinginkan.

nak, 2 bulan adalah angka yang telah kau lewati dan akan melewati banyak hal sebanyak yang semesta berikan.

keep happy n healthy. enjoy your life Nak.

Cipaku 24 Agustus 2016

Posted in Uncategorized

SAMPAI SUATU WAKTU

“Memaafkan itu mudah, melupakan itu susah. lebih baik memendam dan berdamai daripada konflik tapi tinggal menunggu waktu untuk meledak”.

aku sama sekali tidak mengerti maksud kalimat di atas nak, setidaknya untuk saat ini meski kuyakin jikalau kalimat itu ditujukan padaku.

semoga saja suatu saat aku memahami toh yang harus kau tahu nak bahwa orang yang berda di sampingmu selalu dan dekat sekali denganmu adalah orang yang paling berbahaya atas dirimu. berbahaya dalam banyak hal.

begitulah sabda semesta nak.

180816

Posted in Uncategorized

TIDAK ADA CERITA HARI INI

Nak, sepertinya terlalu lama saya tidak menceritakanmu apa-apa di sini. seminggu atau sebulan lamanya. iya, waktu yang terlalu lama dalam bisu.

banyak hal yang saya lewati selama tidak bercerita kepadamu nak. sekarang, saya sudah tidak berkantor di Rawamangun karena tepatnya tanggal 18 Juli bulan lalu, saya dimutasi ke kantor di bilangan Cipaku.

saya pun harus belajar dari awal karena di tempatkan pada divisi yang berbeda. selalu sulit saat harus memulai dari zona yang baru. adaptasi, berinteraksi dengan orang baru, belajar bidang yang baru dan hal-hal kecil lainnya. namun lebih sulit lagi kalau kita tidak berani keluar dari zona nyaman nak. selalu berada dalam situasi yang sama. jika waktunya tiba, perluaslah zona nyamanmu nak.

oh iya. nanti sore saya akan menjemputmu dan membawamu ke kota ini. sedih rasanya harus menempatkanmu di kota yang tak lagi memberikan ruang kosong kepada penghuninya untuk sedikit berleha-leha. terlalu kompetitif hidup di kota ini nak namun untuk sementara, ladang kita di sini.

umurmu menjelang 2 bulan tepatnya tanggal 24 agustus. entah seperti apa perkembanganmu sekarang karena sudah 3 minggu saya tidak pernah melihatmu secara langsung, hanya bisa memandang foto-fotomu yang dikirimkan oleh ibumu.

nantinya nenekmu akan ikut kita. mungkin waktumu lebih banyak bersamanya karena saya dan ibumu harus bekerja namun percayalah nak, kami akan selalu ada waktu untukmu.

Cipaku, 12 08 16

Posted in #15harimenulis, Uncategorized

MENGENANG LEBARAN

Lebaran kali ini serasa tragedi yang terlalu perih dikenangkan. banyak cerita yang tandas dalam perasaan yang tak menentu.

Lebaran Idul Fitri sudah seperti momen menuntaskan rindu kepada terkasih, orang tua, kekawan dan masa lalu. namun kali ini sepertinya harus terlewati.

jauh hari, aku sudah berjanji kepada isteri untuk berlebaran di kampungnya yang juga berarti akan merasakan momen lebaran di rumah keluarga baru.

4 hari menjelang lebaran, aku mudik ke kampung isteri di daerah perbatasan jawa tengah dengan jawa timur. ada rasa haru yang membuncah dalam dada saat menyadari aku tidak berlebaran dengan keluarga, dengan sahabat di kampung halaman, namun kuluruskan niat bahwa begitulah konsekuensi dari sebuah pernikahan bahwa ada banyak hal-hal yang harus ditinggalkan. aku harus berdamai dengan kehidupanku sekarang, begitu pikirku.

Semua rencana buyar adanya ketika H-3 lebaran, isteriku yang juga ibumu terserang demam berdarah. Dia harus diopname sampai H+1 lebaran.

Aku melaksakan shalat ied di parkiran rumah sakit dengan perasaan nelangsa. Pikiranku tidak henti-hentinya melayang ke kampung halaman, menghadirkan wajah ibuku yang pasti sedang sibuk-sibuknya di malam lebaran dengan segenap aktivitas masak memasak.

Rawamangun, 21 07 2016