Kisah tetangga kita

Saya tidak pernah benar-benar  bercerita banyak dengan tetangga sebelah sampai akhirnya pada suatu malam ketika itu dia kehilangan motornya di teras rumah.

Dia mengetuk pintu dan memberitahu perihal motornya yang hilang.

Semenjak itu. saya, ibumu dan nenekmu sering bertegur sapa minimal melempar senyum tipis saat berpapasan.

Saya pun tidak pernah mengetahui tentang keluarganya selain dua anaknya yang masih kecil sering lewat depan rumah saat hendak main sepeda sampai akhirnya suatu hari, nenekmu berbagai cerita dengannya.

Bapak tetangga kita bercerita kepada nenekmu bahwa dia sudah cerai dengan isterinya belum lama ini. Isterinya tinggal di daerah Tanjung priok.

Kedua anaknya ikut dengannya atas kemauan sendiri.

Dari cerita nenekmu pula, saya baru tahu kalau ternyata dia berprofesi sebagai ojek online. Saya takjub mendengar kisahnya yang diceritakan oleh nenekmu bahwa pagi hari sebelum narik, dia mengantar kedua anaknya sekolah kemudian setelah itu baru ngojek. Sore hari saat waktu pulang sekolah, dia akan menjemput anaknya sekolah.

Dia ngojek lagi malam hari dan terkadang pulang jam 11.

Setelah tahu bahwa dia ngojek online, saya baru merasakan kesedihan saat dia kehilangan motornya beberapa hari yang lalu. Betapa dia benar-benar terpukul karena motor tersebut adalah perantara rejekinya. meski begitu, kulihat wajahnya yang tenang saat kejadian malam itu. Sembari mengusap dadanya dia berkata kepada saya, tadi mau keluar nyariin obat buat anak yang lagi sakit malah kehilangan motor.

Perjuangan hidupnya keras. Sesekali ketika saya mengeluh, saya akan mengingat betapa beratnya bapak sebelah rumah. Sesekali kedua anaknya yang  belum sampai berumur 10 tahun ditinggal berdua sementara bapak itu ngojek.

Betapa mengerikannya membayangkan jika terjadi apa-apa terhadap bapak tetangga di jalanan sementara anaknya yang masih sangat belia hanya berdua di rumah.

Oh, Tuhan. Semoga itu tidak pernah terjadi.

Nak, saya selalu berusaha untuk tidak pernah sekalipun merasa jengkel terhadapmu meski kau rewel disaat saya pulang kerja dalam keadaan capek, sebisa mungkin saya tidak akan pernah melakukan hal itu nak, bahkan saya berjanji untuk tidak menyentuhmu ketika hati saya tidak tenang. Saya ingin kau kupeluk dengan segenap energi positif dari dalam diriku.

Saat menulis ini. Saya mendengar bapak sebelah rumah baru pulang ngojek. Semesta memberkati usaha kerasmu pak.

27 9 16 23:25

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s