INI CERITA KEMARIN

Saya meninggalkan majelis kemarin sore di masjid dekat kantor. alasannya klasik nak, tentang tauziah yang menurutku tidak adil terhadap sesama manusia.

jadi begini ceritanya.

sesaat setelah jamaah shalat ashar, muballiq kondang yang  terkenal seantero nusantara maju ke depan Jamaah kemudian memberi tauziah. awalnya berbicara tentang ayat mengenai haramnya makan babi kemudian berbicara tentang larangan memilih pemimpin yang tidak seiman.

di sini saya sudah paham arah pembicaraannya. sampai pada saat pernyataannya bahwa “sudah harga mati untuk tidak memilih pemimpin yang tidak seiman”.

saya bukanlah orang yang tidak menerima perbedaan apatahlagi cuma perbedaan pendapat, namun untuk kasus di atas, saya sampai sekarang tidak sependapat dengan siapapun yang ingin mereduksi hak-hak hidup orang lain atas nama agama sekalipun. toh memilih pemimpin yang tidak seiman masih debatable.

hampir saja saya melakukan hal yang sama ketika mendengar ceramah idul adha bebrapa waktu yang lalu di kota wisata, cibubur. khatib bercita-cita ingin mengislamkan seluruh warga kota wisata. impian yang menurutku sangat aneh. ini bukan jaman dimana kita harus mengislamkan orang lain. mungkin saja kita belum sepenuhnya islam.

terlalu berat ya nak. oke ini sekedar cerita lewat saja nak. kapan-kapan kita diskusi masalah ini kalau kau berminat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s