Posted in Uncategorized

4 Bulan

sudah 4 bulan 3 hari. meski belum bisa tengkurap namun saya tidak pernah resah akan hal itu. biarlah waktu yang kemudian akan menemanimu bertumbuh, toh tiap bayi punya perkembangannya sendiri.

sedari awal saya berjanji untuk tidak mengharapkanmu seperti apa yang ada di alam pikiranku. saya hanya ingin melihatmu sehat lahir batin tanpa kurang satu pun. selanjutnya untuk pilihan-pilihan yang tidak terlalu prinsipil, maka biarlah kau saja yang menentukan. sesekali jika kau butuh teman cerita, kau boleh membagi ceritamu kepadaku.

kerapkali saya tidak menyenangi pertanyaan-pertanyaan iseng yang orang lontarkan kepadamu atau bahkan dari nenekmu sekalipun.

“nanti kalau besar, mau jadi apa nak.?”

pertanyaan yang paling menyebalkan menurutku. seharusnya bayi menikmati asi dari puting ibunya, sesekali menangis dan terawa tanpa harus dibebani dengan urusan orang dewasa yang akan mengganggu alam bawah sadarnya.

tidak perlu kau risau nak, tentang dimana nantinya kau sekolah, kuliah dimana bahkan kerja apa? kau nikmati saja sekarang dalam gendongan ibumu dan di atas ayunan yang kami belikan.

27 10 16

Posted in Uncategorized

LAGU

Meski tidak bisa menyanyi, dalam artian yang sebenarnya namun Saya adalah penyuka segala jenis musik. naluriah bahwa semua manusia menyukai irama toh menurut Sabrang, bicara kalau tidak pakai nada pun tidak enak.

bukan tidak pernah namun seringkali dulu saat masih remaja, Saya belajar memainkan alat musik namun selalu gagal total. mungkin penyebabnya karena  sama sekali tidak ada DNA musik yang mengalir di dalam aliran darahku

Saya tetap menikmati setiap irama dan jenis musik apapun. meski beberapa faksi di agama yang Saya anut melarang mendengarkan musik namun toh tidak sedikit pula dari ahli agama yang sama sekali tidak melarang musik.

Sampai pada akhirnya kau lahir nak, Saya ingin mendengarkanmu beberapa lagu yang mengenalkanmu tentang dunia.

inilah beberapa lagu yang menurutku lumayan untuk kau dengar di setiap ujung malam saat dirimu bersiap menyambut mimpi.

Iwan Fals = Nak

lagu diatas tentang seorang lelaki yang sejatinya harus kuat karena perjalanan mereka toh akhirnya akan sendiri.

sesekali bolehlah merajuk diatas pangkuan ibu namun jangan terlena. jangan menghabiskan waktumu dengan bergantung kepada ibumu. kembali melanjutkan perjalananmu.

Katon Bagaskara = Tidurlah tidur

lagu alternatif sebagai pengantar tidur karena sudah terlalu jemu mendengarkan “nina bobo.”

setelah lelah bermain dan bercanda sepanjang hari, maka waktunya memberi hak kepada tubuh untuk merasakan hangatnya kasur.

white lion = When The Children Cry

Lagu kesukaanku. mengabarkan kepada seorang anak yang dilahirkan bahwa dunia yang sekarang tidak sedang baik-baik saja. dunia yang sedang berada pada titik klimaks kehancuran dimana beban untuk membangun kembali dunia ini berada di tangan para bocah yang baru lahir.

sebuah impian melihat dunia tanpa perang suatu saat nanti.

Nak, masih banyak lagu yang bagus untuk kau dengar. tentang lagu apa saja namun kau harus tahu bahwa lagu seringkali bukan sekedar bunyi-bunyian. seringkali lagu menjadi sebuah senjata atas impian yang akan diraih.

jangan terlalu banyak mendengarkan lagu menye-menye yang hanya bercerita tentang percintaan. seakan menganggap bahwa dunia ini hanya dipenuhi oleh masalah-masalah patah hati, jatuh cinta atau apapun seputar hubungan pria dengan wanita.

26 10 16

Posted in Uncategorized

Nenek

Saya sebenarnya ingin menulis banyak sesaat setelah membaca judul artikel ini. namun setelah membaca isinya, saya jadi malas mengulas karena toh isinya hanya berapa paragrap yang disusun atas dasar asumsi-asumsi si penulis.

saya tidak sedang mencari pembenaran nak, atau kalaupun ini dianggap sebagai pembenaran, tidak jadi soal bagiku.

memang sehari harinya, kau dirawat oleh nenekmu, saya dan ibumu bekerja sampai menjelang malam. jikalau memang ada yang menganggap hal tersebut sebagai sebuah bentuk eksploitasi seorang Nenek dan patut dihukumi dengan dosa besar, maka kami siap akan konsekuensinya.

tetapi ada banyak  hal yang harus kau tahu Nak tentang nenekmu. sebelum menikah dengan Ibumu, dia sudah mengultimatum bahwa nantinya dia ingin merawat anak-anak dari ibumu dan kau adalah salah satunya.

Suatu waktu, beberapa hari menjelang kelahiranmu, saya menyarankan supaya nenekmu tidak usah terlalu memikirkanmu dan saya berencana hired orang lain untuk merawatmu. namun apa reaksi nenekmu saat itu?

dia begitu sedih mendengar rencana saya bahkan merasa sudah tidak dianggap. dengan perasaan sedih, dia berujar “baiklah kalau memang saya tidak diizinkan merawat Damar.!!

Nah kalau sudah seperti itu, apakah saya tidak lebih berdosa lagi membuatnya sedih.

kita seringkali menjustifikasi sesuka kita hal-hal yang nampak dari luar tanpa pernah berusaha untuk tahu lebih motif dari setiap kejadian.

artikel diatas terburu-buru menghukumi suami isteri yang sibuk bekerja dan anaknya dirawat oleh neneknya. padahal yang sebenarnya terjadi adalah kebanyakan dari seorang nenek menikmati masa tuanya bersama cucu-cucunya.

memang sih beberapa kali nenekmu merasa capek kemudian seringkali saya tawarkan supaya saya cari orang lain untuk merawatmu namun dia selalu menolaknya. kalau sudah seperti itu, apakah saya harus memaksanya berhenti menjagamu supaya saya terlepas dari dosa besar..???

26 10 16

Posted in Uncategorized

Saya yang terlalu cepat curiga

Beberapa hari yang lalu, tiba-tiba saja seorang wanita sekira umur 40an sudah bercakap dengan ibumu di ruang depan saat saya keluar dari kamar mandi. entah apa yang diperbincangkan.

semula saya tidak terlalu perduli terhadap topik yang mereka bahas namun sayup-sayup dari dalam kamar, saya dengar si wanita sedang menawarkan jasanya kepada ibumu untuk membantu mencuci dengan imbalan 800 ribu per bulan.

semenit kemudian, saya keluar kemudian ikut nimbrung. saya bertanya tempat tinggalnya dan apa tujuannya.

“saya butuh kerja pak. suami saya satpam tetapi sudah habis kontraknya dan sekarang sedang tidak berkerja.kalau bisa, saya cuci gosok bayarannya 800 rb per bulan. tau sendiri pak kalau hidup di Jakarta tetapi tidak kerja.”

saya terdiam sejenak kemudian menanyakan tempat tinggalnya dan pertanyaan-pertanyaan seputar kehidupannya, lebih seperti mencurigai.

sesaat setelah si wanita pamit, saya meronggong ibumu dengan beberapa pertanyaan. apakah sebelumnya ia mengenal wanita tersebut, apa tau tempat tinggalnya.

saya kemudian dengan penuh curiga menceramahi ibumu supaya jangan terlalu cepat percaya kepada orang yang baru dikenal di kota ini. saya sejatinya trauma atas kejadian bulan lalu. ketika itu, ada pemuda yang datang meminta sumbangan pembangunan masjid namun setengah jam setelah itu, motor tetangga hilang.

sepertinya saya sudah dirasuki tabiat kelas menengah yang selalu merasa curiga kepada setiap orang yang butuh bantuan di kota ini. selalu merasa harus berhati-hati. oh betapa piciknya pikirannya saya nak.

minggu lalu saat ojt di kantor cabang. saya sering menemani kepala cabang bercerita apa saja saat istirahat kantor. suatu waktu, dia bercerita pengalamannya ketika masih di Surabaya. dia pernah mengenal seorang kontraktor yang sedang mengalami kebangkrutan. tabungannya tersisa sekitar 25 juta. hal yang dilakukan setiap hari adalah mendatangi blok M dan duduk di emperan dimana terdapat banyak pedagangan asongan yang lalu lalang. oh iya, pada saat itu, si kontraktor masih berdomisili di Jakarta.

si kontraktor kemudian mendatangi satu persatu pedagangan asongan dan membagikan sisa tabungannya untuk dijadikan modal mengembangkan usaha. dia tidak berharap imbalan, dia hanya berpesan jika suatu waktu berhasil, maka dia dia meminta supaya mereka membantu temannya yang lain.

begitulah kebiasaan yang dilakukan oleh si kontraktor saat berada di ambang kebangkrutan. namun semesta tidak buta terhadap kebaikannya. setelah itu, dia tidak pernah sepi proyek sampai pada kesuksesannya. begitulah cara kerja Tuhan ketika kita ikhlas.

namun apa yang saya lakukan saat ada orang yang mendatangi rumah kita meminta bantuan.? saya bahkan mencurigainya Nak.

tadi siang, ada khutbah di masjid DT. inti ajarannya bahwa memang terkadang ada pengemis di kota ini yang sebenarnya menjadikan mengemis sebagai pekerjaan tanpa mau berusaha namun ada juga yang benar-benar pengemis makanya saat ada yang mendatangi rumah kita, jangan terlalu curiga. jangan sampai mereka itu benar-benar pengemis yang dikirim oleh Tuhan untuk menguji kemurahan kita.

begitulah Nak bapakmu ini. sejengkal lagi bergabung dengan gerembolan kelas menengah yang tak tahu diri.

semoga kau belajar banyak kepada ibumu suatu saat nanti tentang berbagi. dia tidak pernah punya tendensi apa-apa selain niat tulus.

25 10 16

Posted in Uncategorized

Paradoks

Nak, banyak hal paradoks yang sering dijumpai dalam hidup. antara keinginan kita dan orang di sekitar kita. sebenarnya sih bukan paradoks jika sudah menelaah setiap hikmah namun begitulah manusia dan saya khususnya yang terlalu picik dalam melihat fenomana. terlalu indrawi tanpa melibatkan Tuhan.

Hari ini ibumu mengabarkan dia merasa mual. sedetik kemudian darahku berdesir dan hampir pasti saya ikutan mual nak.

ibumu ingin segera mengecek ke dokter dan membeli tespack. bukan apa-apa nak jika saya dan ibumu merasa was, kau masih berumur 3 bulan nak. ah, kau pasti paham apa yang sedang saya bicarakan.

selagi dalam kewas-wasannya, ibumu membeli tespack dan barusan dia mengabariku bahwa hasilnya negatif namun tidak berhenti di situ, nenekmu bercerita bahwa menantunya pernah tespack beberapa kali yang hasilnya negatif ternyata hamil.

oh tidak nak, kami memang cemas namun seharusnya tidak berlebihan. kami khusunya saya ingin jika kau punya adik namun tidak secepatnya ini, saya berharap kau punya adek saat umurmu 2 atau 3 tahun.

nak, itu yang saya maksudkan hidup ini paradoks. di saat kami was-was jika ibumu hamil namun ada saudaraku di kampung yang sudah menikah 3 tahun lamanya namun belum jua hamil. mereka bahkan harus rela konsultasi ke dokter.

bukankah itu hal yang sangat paradoks nak.

namun begitulah hidup. kita tidak bisa terlalu membuatnya menjadi rumit.

Cipaku, 10 10 16

Posted in ulang tahun

3 Oktober #1

setahun berlalu yang belum berarti apa-apa, perjalanan langkah baru dimulai. menyatukan visi hidup dalam setiap aspek perbedaan. 365 hari yang telah terlewati serasa baru seminggu.

untuk setiap perhatianmu dan tangisanmu disaat saya sedang tidak memperdulikanmu. pada setiap hati yang kau berikan untukku meski dalam beberapa momen, saya mengacuhkanmu dalam diam.

Inilah kita yang sedang belajar dan berusaha menetapkan hati untuk tetap berpegangan tangan bersama sampai ajal tiba.

tidak banyak yang bisa kutulis mengenang setahun ikrar pernikahan saya dan ibumu, nak. selain karena waktu yang masih sependek kaki melangkah, juga karena kata-kata hanya akan mereduksi rasa yang selama ini kita resapi.

tetapi tidak salah untuk mengenang perjalanan setahun berjalan. mnginsafi ucap dan langkah yang menyakiti kemudian melihat ke depan atas harapan-harapan sederhana yang kita impikan sejak pertama kali berikrar.

Nak, setahun yang lalu. Jum’at pagi tanggal 2, saya bergegas menuju Soetta kemudian terbang ke Juanda. esok hari, momen spesial akan saya langsungkan bersama ibumu.

Saya dan keluarga dari kampung menyewa sebuah rumah di Perumahan Dumai, jln. Trijaya. jaraknya hanya sepelemparan senyuman dari rumah nenekmu yang akan menjadi saksi bersejarah atas komitmen yang kuucapkan kepada ibumu.

Sabtu pagi tanggal 3 Oktober 2015. momen yang akan menambah tanggung jawabku sebagai seorang laki-laki. saya mempersunting ibumu di rumahnya Perumahan Dumai, jl. Caturjaya IX no. 86, Madiun.

setelah itu, saya resmi menjadi pasangan ibumu nak. tanggung jawab saya menemani ibumu dalam suka dan duka sampai pada akhirnya kau hadir di antara kami.

pertama kali menjadi pasangan suami isteri, saya dan ibumu tinggal di sebuah kos tanpa kamar yang berukuran sekira 4X6 meter. di situ saya dan ibumu melewati hari-hari kami di Ibu kota selama 4 bulan kemudian memilih mengontrak sebuah rumah petakan dengan 1 kamar.

Nak, pernikahan tidak semudah yang ada dalam pikiran sesaat masih dalam perencanaan. butuh kesiapan fisik dan mental dalam menjalani pernikahan itu sendiri. tidak ada yang mudah nak setahun terakhir, saya bahkan sudah mulai ngos-ngosan namun saya masih tetap percaya bahwa saya dan ibumu akan selalu berjalan beriringan sambil memupuk kebersamaan kami dengan bahagia-bahagia kecil yang kami ciptakan sendiri, apatahlagi sudah ada dirimu diantara kami.

Nak, saya sudah tidak terlalu banyak keinginan-keinginan ambisius selain melihatmu bertumbuh dalam keadaan sehat lahir batin. memenuhi setiap kebutuhan kita dan sedikit bermanfaat kepada sesama.

mungkin impian saya untuk masa yang akan datang adalah berpindah dan menetap di kota kecil. menikmati hidup yang tidak terlalu terburu-buru seperti kehidupan Jakarta.

saya tidak perlu menceritakanmu tentang kebaikan ibumu nak. akan banyak hal yang tereduksi jika bercerita tentang ibumu, satu hal yang pasti, dia sangat menyayangimu dengan sepenuh hatinya.

#catatan ulang tahun pernikahan

3 oktober 2015 – 3 oktober 2016

Posted in Uncategorized

Jazbaa

Seorang pria baru menjadi ayah ketika anaknya sudah dilahirkan sedangkan seorang wanita sudah menjadi ibu saat janinnya mulai berkembang”

kurang lebih seperti itu pendapat Verma ketika berbicara dengan Yohan.

Tidak sepenuhnya benar namun juga tidak salah sama sekali. Seorang Ibu dipilih oleh Tuhan menjadi aktor utama dalam kelahiran seorang manusia sehingga tidak bisa dipungkiri ikatan ibu dengan anaknya sangat kuat.

Verma seorang pengacara kondang yang juga seorang Ibu dari gadis mungil bernama Sanaya. Tepatnya dia seorang single parent ditinggalkan pergi oleh suaminya karena tidak ingin mempunyai anak perempuan sebagai anak pertama.

Verma memilih membesarkan anknya sendiri sambil meniti karir sebagai pengacara.

Singkat cerita, suatu waktu saat lomba lari di sekolahnya, Sanaya diculik dan sebagai tebusannya, Verma harus menjadi pengacara seorang terdakwa pembunuhan yang divonis hukuman mati.

Verma berada di persimpangan, memilih peran sebagai Ibu untuk menyelamatkan putrinya ataukah menyelamatkan karirnya sebagai seorang pengacara.

Verma akhirnya memilih menajdi pengacara terdakwa demi menyelamatkan nyawa anaknya.

Verma mulai bekerja mencari bukti demi melepaskam kliennya dari hukuman yang notabene seorang pembunuh. Verma hanya butuh 4 hari sebelum sidang.

Verma mengalami gejolak batin ketika Ibu dari korban pembunuhan menerornya dengan kata-kata bahwa usaha yang dia lakukan demi melepaskan terdakwa dari jeratan hukuman sama saja membunuh anaknya.

Sanaya adalah alasan dari semua tindakan yang diambil oleh Verma.

Di persidangan, Verma memaparkan semua bukti yang diperolehnya sehingga terdakwa bebas dari hukuman.

Pada akhirnya, terkuak misteri bahwa Sanaya ternyata diculik oleh Ibu korban pembunuhan.

Dia melakukan hal tersebut karena tidak sudi jika pembunuh anaknya dihukum mati oleh penegak hukum, dia ingin melakukan hukuman tersebut dengan tangannya sendiri yang pada akhirnya terwujud.

Si Ibu korban membunuh terdakwa dengan cari membakarnya hidup-hidup.

Nak, cerita di atas adah sebuah film hindi yang kutonton tadi siang hasil donlot menggunakan fasilitas kantor.

Mungkin terkesan tidak menarik nak, namun di film tersebut, benar-benar ditunjukkan kasih sayang ibu terhadap anaknya tanpa memerlukan alasan-alasan.

Begitulah mungkin perasaan ibumu kepadamu nak.

1 10 16