3 Oktober #1

setahun berlalu yang belum berarti apa-apa, perjalanan langkah baru dimulai. menyatukan visi hidup dalam setiap aspek perbedaan. 365 hari yang telah terlewati serasa baru seminggu.

untuk setiap perhatianmu dan tangisanmu disaat saya sedang tidak memperdulikanmu. pada setiap hati yang kau berikan untukku meski dalam beberapa momen, saya mengacuhkanmu dalam diam.

Inilah kita yang sedang belajar dan berusaha menetapkan hati untuk tetap berpegangan tangan bersama sampai ajal tiba.

tidak banyak yang bisa kutulis mengenang setahun ikrar pernikahan saya dan ibumu, nak. selain karena waktu yang masih sependek kaki melangkah, juga karena kata-kata hanya akan mereduksi rasa yang selama ini kita resapi.

tetapi tidak salah untuk mengenang perjalanan setahun berjalan. mnginsafi ucap dan langkah yang menyakiti kemudian melihat ke depan atas harapan-harapan sederhana yang kita impikan sejak pertama kali berikrar.

Nak, setahun yang lalu. Jum’at pagi tanggal 2, saya bergegas menuju Soetta kemudian terbang ke Juanda. esok hari, momen spesial akan saya langsungkan bersama ibumu.

Saya dan keluarga dari kampung menyewa sebuah rumah di Perumahan Dumai, jln. Trijaya. jaraknya hanya sepelemparan senyuman dari rumah nenekmu yang akan menjadi saksi bersejarah atas komitmen yang kuucapkan kepada ibumu.

Sabtu pagi tanggal 3 Oktober 2015. momen yang akan menambah tanggung jawabku sebagai seorang laki-laki. saya mempersunting ibumu di rumahnya Perumahan Dumai, jl. Caturjaya IX no. 86, Madiun.

setelah itu, saya resmi menjadi pasangan ibumu nak. tanggung jawab saya menemani ibumu dalam suka dan duka sampai pada akhirnya kau hadir di antara kami.

pertama kali menjadi pasangan suami isteri, saya dan ibumu tinggal di sebuah kos tanpa kamar yang berukuran sekira 4X6 meter. di situ saya dan ibumu melewati hari-hari kami di Ibu kota selama 4 bulan kemudian memilih mengontrak sebuah rumah petakan dengan 1 kamar.

Nak, pernikahan tidak semudah yang ada dalam pikiran sesaat masih dalam perencanaan. butuh kesiapan fisik dan mental dalam menjalani pernikahan itu sendiri. tidak ada yang mudah nak setahun terakhir, saya bahkan sudah mulai ngos-ngosan namun saya masih tetap percaya bahwa saya dan ibumu akan selalu berjalan beriringan sambil memupuk kebersamaan kami dengan bahagia-bahagia kecil yang kami ciptakan sendiri, apatahlagi sudah ada dirimu diantara kami.

Nak, saya sudah tidak terlalu banyak keinginan-keinginan ambisius selain melihatmu bertumbuh dalam keadaan sehat lahir batin. memenuhi setiap kebutuhan kita dan sedikit bermanfaat kepada sesama.

mungkin impian saya untuk masa yang akan datang adalah berpindah dan menetap di kota kecil. menikmati hidup yang tidak terlalu terburu-buru seperti kehidupan Jakarta.

saya tidak perlu menceritakanmu tentang kebaikan ibumu nak. akan banyak hal yang tereduksi jika bercerita tentang ibumu, satu hal yang pasti, dia sangat menyayangimu dengan sepenuh hatinya.

#catatan ulang tahun pernikahan

3 oktober 2015 – 3 oktober 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s