Paradoks

Nak, banyak hal paradoks yang sering dijumpai dalam hidup. antara keinginan kita dan orang di sekitar kita. sebenarnya sih bukan paradoks jika sudah menelaah setiap hikmah namun begitulah manusia dan saya khususnya yang terlalu picik dalam melihat fenomana. terlalu indrawi tanpa melibatkan Tuhan.

Hari ini ibumu mengabarkan dia merasa mual. sedetik kemudian darahku berdesir dan hampir pasti saya ikutan mual nak.

ibumu ingin segera mengecek ke dokter dan membeli tespack. bukan apa-apa nak jika saya dan ibumu merasa was, kau masih berumur 3 bulan nak. ah, kau pasti paham apa yang sedang saya bicarakan.

selagi dalam kewas-wasannya, ibumu membeli tespack dan barusan dia mengabariku bahwa hasilnya negatif namun tidak berhenti di situ, nenekmu bercerita bahwa menantunya pernah tespack beberapa kali yang hasilnya negatif ternyata hamil.

oh tidak nak, kami memang cemas namun seharusnya tidak berlebihan. kami khusunya saya ingin jika kau punya adik namun tidak secepatnya ini, saya berharap kau punya adek saat umurmu 2 atau 3 tahun.

nak, itu yang saya maksudkan hidup ini paradoks. di saat kami was-was jika ibumu hamil namun ada saudaraku di kampung yang sudah menikah 3 tahun lamanya namun belum jua hamil. mereka bahkan harus rela konsultasi ke dokter.

bukankah itu hal yang sangat paradoks nak.

namun begitulah hidup. kita tidak bisa terlalu membuatnya menjadi rumit.

Cipaku, 10 10 16

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s