Posted in Uncategorized

4 November

tidak ada yang istimewa tentang hari ini, tanggal 4 november. hanya saja ada sedikit ribut-ribut di sekitar Istiqlal dan istana.

tetapi jangan khawatir nak. mereka cuma sekedar ngumpul, orasi, pawai kemudian nantinya akan bubar dan pulang ke rumah masing-masing dengan segenap luapan yang beraneka ragam.

Nak, saya beritahu sedikit kenapa ada beribu orang yang sedang berkumpul di masjid Istiqlal.

mereka sedang berkumpul dengan satu isu nak. mereka menuntut seorang pejabat yang “katanya” menistakan agama. mungkin iya pun juga mungkin tidak. saya tidak berani menjustifikasi apakah benar atau tidak pejabat tersebut menistakan agama beberapa hari lalu saat sedang pidato di kepulauan seribu.

saya juga ragu nak apakah imanku masih sangat lemah sehingga sama sekali tidak tergerak untuk ambil bagian pada acara kumpul-kumpul di Istiqlal hari ini. toh agama yang sedang diisukan sedang dinistakan adalah agama yang kuanut.

namun terlepas dari semua itu nak. saya punya alasan pribadi kenapa memilih untuk tidak ikut. tepatnya banyak sekali alasanku nak.

saya merasa bahwa isu yang sedang diangkat tidak terlepas dari isu politik. pejabat yang diduga sedang menistakan agama adalah gubernur Petahana yang mencalonkan diri untuk periode berikutnya. menurutku popularitasnya sedang di atas angin dan salah satu cara menjegalnya ada dengan tuduhan menistakan agama. memang sih salah si gubernur blunder nak. kenapa toh dia berpidato membawa-bawa ayat suci agama mayoritas yang sedang dia pimpin.

alasan berikutnya, saya merasa agama yang kuanut akan terjaga oleh Tuhan dan kekhawatiran saya ketika ikut-ikutan kumpul adalah timbulnya perasaan paling benar dan merasa suci.

penat nak memikirkan semua ini. bahkan tadinya saya ingin cuti untuk tidak masuk kantor karena saya sudah yakin akan banyak sumpah serapah yang kudengar di kantor tentang si gubernur.

benar saja nak. di kantor, teman-temanku begitu semangat dalam percakapan mendiskreditkan si gubernur. saya mencoba untuk tidak peduli namun tetap saja nak, telingaku tidak bisa kusumpal dari sumpah serapah.

mereka sedang merayakan dan membanggakan agama secara formalitas tanpa pernah sekalipun memikirkan bahwa ada orang lain yang menganut agama yang berbeda. setahu saya bahwa agama Islam menjunjung tinggi kemanusiaan tanpa pandang bulu.

jadi kesimpulannya begini anakku. saya tidak mendukung si gubernur dan tidak pula kontra. saya memilih jalan saya sendiri.

kenapa saya tidak mendukung karena ada beberapa kebijakannya yang menurutku tidak pro rakyat kecil. kedua bahwa menurutku untuk menjadi seorang yang tegas, cara komunikasi tidak perlu ceplas-ceplos dalam setiap keadaan.

sudahlah nak. semoga kita dikaruniai ilmu untuk mengetahui hakekat kebenaran oleh Tuhan

 

 

Advertisements

Author:

Belajarlah menjadi Manusia, jangan pernah belajar menjadi Tuhan. jadilah Anugerah semesta yang membuat bahagia segenap makhluk. zen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s