Posted in demam

Alergi

senja kemarin, aku pulang lebih cepat dari biasanya. aku memikirkan dirimu yang sedang demam dua hari ini, entah apa penyebabnya.tubuhmu pun dipenuhi benjolan merah. sudah diolesi caladine tiap selesai mandi namun tidak jua sembuh.

seingatku, ini kedua kalinya kau demam. sebelumnya saat masih di kontrakan mampang, tubuhmu panas dan harus dikompres. kemudian setetes parasetamol yang akhirnya harus bercampur dalam tubuhmu.

sebenarnya aku tidak terlalu sepakat jika tubuhmu yang masih bertopang pada ASI harus tercampur dengan obat namun apalah daya nak, keinginanku untuk melihatmu kembali pulih lebih besar.

sesampai di rumah, aku mendapatimu dengan senyummu ditemani nenekmu dan ibumu. sedikit lega meski ternyata suhu tubuhmu masih panas. bentolan merah di sekujur tubuhmu pun belum hilang.

selepas menunaikan shalat maghrib, aku dan ibumu terpaksa membawamu ke dokter klinik yang tidak jauh dari rumah. gerimis tidak jua menyurutkan niat kami demi kesembuhanmu.

di klinik, antrian pasien sudah membludak. sesaat setelah daftar antrian, aku menyadari bahwa sebagian besar pasien ternyata bukan balita namun di klinik tersebut, ada banyak pasien mulai dari sakit dalam sampai ibu hamil yang hendak konsultasi kehamilannya.

aku menggendongmu sambil menunggu giliran. puluhan orang pun sedang asyik dengan pikiran masing-masing di ruang tunggu. ada pula beberapa ibu hamil yang hendak memeriksakan kandungannya.

butuh setengah jam sebelum namamu di panggil nak. dokternya seorang perempuan yang menurut perkiraanku seumuran dengan ibuku.

setelah ibumu menjelaskan tentang gejala yang sedang kau alami, dokter memberi tanggapan bahwa kemungkinan besar dirimu alergi. benjolan merupakan efek dari alergi dan panas tubuh yang meningkat pun akibat alergi.

ibumu disarankan untuk sementara tidak makan ikan, kacang dan telur.

tadi pagi sebelum berangkat kerja, kusempatkan meraba dahimu dan ternyata masih sedikit panas.

siang tadi, kukirim pesan wa ke nenekmu menanyakan kabarmu. katanya panasmu sudah turun namun masih rewel, mungkin masih proses penyembuhan.

cepat sembuh nak. kami menyayangimu.

16 11 16

Advertisements

Author:

Belajarlah menjadi Manusia, jangan pernah belajar menjadi Tuhan. jadilah Anugerah semesta yang membuat bahagia segenap makhluk. zen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s