KI & KA

Ki : Kalau kau tak mau berkecimpung dalam dunia bisnis, untuk apa kuliah MBA?

Ka :Sebelum menentang sesuatu, kau harus benar-benar memahaminya dulu.”

Nak, hidup di zaman sekarang membutuhkan beribu kali lipat kekuatan mental untuk memilih dan memilah kecenderungan nilai. perkembangan iptek benar-benar berada pada titik nadir, menggulung apa saja dan mengaburkan nilai. semua menjadi seperti malaikat dan yang lain adalah iblis begitupun sebaliknya.

kita dicekoki dengan berita setiap menitnya. semua berusaha memonopoli kebenaran. ketika tidak berhati-hati maka setiap berita yang disajikan dan kita konsumsi akan menjadi kebenaran di kepala. jadi kita harus punya prinsip sendiri nak, punya pertahanan diri untuk lebih jernih melihat setiap masalah.

“Adolf Hitler menulis dalam otobiografinya bahwa jika kebohongan diulangi secara terus-menerus, maka pikiran manusia akan mempercayainya. Kebohongan pun diterimanya sebagai kebenaran. Pengulangan adalah metode hypnosis. Apa yang diulangi secara terus-menerus itu akan terukir pada dirimu. Inilah yang menyebabkan ilusi dalam hidup.”

maksud saya menulis cerita ini nak lebih kepada usaha mengajakmu untuk mengilmui sesuatu sebelum kau memilih bersepakat ataupun berseberangan, jangan langsung menyetujui sesuai yang sama sekali tidak ada pengetahuanmu tentang itu dan juga jangan membenci sesuatu ketika kau belum mempelajarinya ataupun paham seluk beluk tentang sesuatu yang akan kau benci.

belajarlah dan terus belajar. jangan letih mempelajari sesuatu. belajar tidak sekedar menyangkul kata demi kata dari lembaran buku namun lebih luas lagi, belajar dari banyak hal, dari alam semesta.

niatan belajar haruslah fokus pada pencerahan diri. tidak untuk sebuah prestise ataupun alat mengejar impian.

ini menurut saya semata nak bahwa sebenar-benarnya bekal untuk menghadapi zaman yang akan kau hadapi adalah ilmu.

ini pesan dari seorang yang kuanggap Guru di Makassar. beliau berpesan kepadaku bahwa ” belajarlah dari kelompok atau sekte manapun, tidak perlu memilih-milih namun ingat bahwa harus ada pertahanan semacam prinsip di dalam dirimu, jika yang diajarkan sesuatu yang baik maka ambillah namun jika ajarannya membenci maka buang jauh-jauh. tiap golongan pasti ada kebaikannya dan kekurangannya dan yang kita butuhkan hanyalah kebaikannya.

oh iya nak, sampai lupa memberitahumu maksud judul tulisan ini. KI & KA itu adalah judul film India nak, dan dua kalimat di awal tulisan adalah percakapan di film tersebut. Kia- pemeran cewek-heran terhadap Kabir -pemeran cowok- yang bergelar MBA tetapi tidak menyukai pekerjaan tentang bisnis.

tidak tahan akan rasa penasarannnya, Kia menanyakan kepada Kabir kenapa bersusah payah kuliah dan meraih gelar MBA jika toh pada akhirnya tidak menyukai pekerjaan di bidang bisnis. Kabir dengan mantap menjawab bahwa jika ingin menentang sesuatu maka terlebih dahulu kau harus memahami sesuatu yang ingin kau tentang. keren kan nak cara berpikir Kabir.

oh iya, masih banyak kok hal yang bisa diambil dari film tersebut nak, tetapi tidak semua harus disepakati. nontonlah suatu saat apalagi pemeran ceweknya Kareena Kapoor. sini saya bisiki nak, dia itu salah satu aktris favoritku, he.he

mau saya ceritakan resensinya nak? oke saya cerita sedikit. film yang bercerita tentang gender. seorang pria yang lebih suka hidup di rumah mengerjakan pekerjaan rumah menikah dengan seorang perempuan yang sangat ambisius mengejar karir.

alhasil Kabir tinggal di rumah dan berperan layaknya ibu rumah tangga sedangkan Kia bekerja kantoran mencari nafkah. banyak pertentangan karena mereka melawan sesuatu yang umum tetapi sebenarnya tidak ada yang salah sih, toh kesepekatan awal mereka seperti itu nak.

etapi tunggu dulu nak, saya katakan tadi kita tidak boleh mengamini begitu saja apa yang kita lihat. menurut saya nak, tetap saja lelaki itu yang harus memberi nafkah dalam bentuk materi kepada keluarganya. lelaki harus bekerja menghidupi keluarganya.

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka”. [an-Nisâ`/4:34].

“Bertakwalah kalian kepada Allah terhadap istri-istri kalian. Sesungguhnya kalian telah mengambil mereka dengan perlindungan dari Allah . . . Dan hak mereka (yang menjadi kewajiban) atas kalian adalah (memberi) makan dan pakaian dengan cara yang baik”. [HR Muslim, no. 1218].

sebagai penutup nak, sekali lagi jangan tiba-tiba kau bersepakat dengan pendapatku. kembali ke hal pertama bahwa belajarlah dulu siapa tau kau punya perspektif yang berbeda denganku dan kau sepakati. intinya sih belajar nak dan mengilmui sesuatu dengan niat mencari kebenaran.

sudah dulu yah nak, saya terlalu banyak meracu kepadamu. tidurlah di pangkuan nenekmu.

29 11 16

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s