Akhir tahun yang luka

Nak, mungkin dalam diammu kau bertanya,apa gerangan malam ini sehingga suara seperti meriam bersahut-sahutan di setiap celah kota ini.

Tidak sedang terjadi apa-apa kok nak. Hanya segelintir orang yang berbahagia dan menghamburkan uang membeli petasan yang hanya berakhir dengan bunyi melengkik di udara.

Entahlah kenapa harus merayakan pergantian tahun? Atau mungkin mereka merasa menanga telah mencapai tahun 2017 padahal menurutku,tidak ada yang perlu dibanggakan toh waktu hanyalah bergerak sesuai kodratnya. Kalaupun kita sudah melangkah jauh bersama waktu, seharusnya kita harus lebih merenungi diri.

Oh iya,di akhir tahun ini,ada kabar sedih nak. Salah seorang nenekku di Makassar telah menemui ujung perjalanan di dunia ini. Dia tidak bisa lagi ditemuai sebagai wujud manusia.

 

Begitulah nak pergantian tahun yang mereka rayakan dengan ceria sedangkan kita harus menahan onak dalam hati mengingat nenek yang baru saja mangkat.

 

31 12 16. 22:22 WIB

Advertisements

orang Baik

“Seseorang yang rajin shalat, ngaji, sedekah dan lain-lain, belum bisa dikatakan baik bila masih suka menipu dan memiliki sifat iri hati.” Prof Quraish Shihab.

kalimat di atas saya copot dari status salah seorang anak Kyai Mustafa Bisri.

seringkali saya bercerita nak bahwa di wilayah yang tidak prinsipil, kau boleh mendebatku ataupun bahkan tidak setuju dengan pendapatku namun ketika sudah masuk dalam ranah prinsipil maka sudah tidak ada perdebatan.

kita harus keras kepada diri atas nilai-nilai prinsip yang diyakini. berkata dan berlaku jujur adalah salah satu prinsip yang harus kita pegang nak. Jujur dalam setiap hal kecuali dalam 3 hal. Bohong kepada Isteri untuk menyenangkannya, bohong dalam situasi perang dan berbohong demi mendamaikan orang yang sedang bertikai.

jangan sekali-kali permisif pada hal-hal yang prinsipil.

saya bersepakat pada tema besar yang selalu diangkat Aa Gym dalam setiap ceramahnya tentang manajemen Qalbu, bagaimana kita selalu perfokus pada hal-hal yang tak terlihat dalam diri kita seperti membersihkan hati. pekerjaan tersebut butuh perjuangan keras dan tidak instan. butuh bertahun-tahun untuk mencapai puncak keberhasilan dalam berdamai dengan diri.

Nak, ingat-ingatlah kataku. jauhkan dirimu dari iri hati, dengki, sombong dan semua penyakit yang menyerang nurani. manusiawi jika perasaan seperti iri hati hinggap di dalam diri kita namun jangan berlama-lama menyimpannya.

Dalam mengajak kebaikan, bersikap keraslah kepada diri sendiri dan lemah-lembutlah kepada orang lain. Jangan sebaliknya.” Kyai Mustafa Bisri

29 12 16

Ibumu

Ibu masih selalu saja menanyakan kapan saya pulang? setiap kali Isteriku sudah tiba di rumah, Ibu tidak henti-hentinya menanyakan jam berapa saya pulang kantor.

kemarin, Isteriku menyarankan supaya saya tidak perlu berlama-lama di kantor jika tidak ada pekerjaan karena dia selalu bingung menjawab apa saat ditanya kapan saya pulang kantor.

Nak, seorang Ibu akan selamanya menjadi Ibu untuk anak-anak mereka, tidak perduli apakah anak mereka sudah berkeluarga atau belum. bahkan mungkin sampai anak-anaknya sudah berumur, Ibu tidak akan pernah lupa menanyakan remeh temeh. apakah sudah makan? apakah sudah mandi? atau bahkan hanya sekedar menyuruh untuk cuci kaki lalu kemudian tidur siang.

beberapa waktu lalu, Ibu bercerita kepada seorang temanku yang juga merantau di kota ini. samar-samar kudengar Ibu berkata kepada temanku bahwa kekhawatiran paling besar di saat saya pertama kalinya berangkat ke kota ini dan entah siapa yang akan kutuju. meski beberapa hari sebelum memutuskan merantau, saya sudah memberitahu Ibu bahwa untuk beberapa saat, saya akan menumpang di kos teman. naluriah seorang Ibu yang selalu merasa khawatir di saat anaknya pergi jauh.

Nak, sulit rasanya untuk menuliskan perasaan seorang Ibu mereka punya hati yang tak terbatas untuk setiap anak-anaknya.

Ibumu pun demikian halnya nak. dulu sebelum menikah, Ibumu tidak terlalu suka dekat sama bocah. entah apa alasannya karena jika ditanya, katanya tidak suka aja sama anak kecil. namun semenjak kehadiranmu yang lahir dari rahimnya, Ibumu tidak bisa lepas dari dirimu. dia akan melakukan apa saja untukmu.

semua hal yang kau butuh ada pada Ibumu.

28 12 16

Cerita Sepupumu

tahu kan kalau ada sepupumu di kampung, seorang gadis mungil berumur 5 tahun? iya, namanya Meisya.

Beberapa kalimat yang terlalu formal untuk ukuran bocah seusianya diucapkannya secara fasih. dalam beberapa kesempatan saat saya berbicara dengannya melalui telepon, Saya selalu tidak bisa menahan tawa pada setiap kalimat yang diucapkannya dalam menanggapi pertanyaanku, selaiknya orang dewasa.

“Saya sakit hati tidak diajak.” begitulah tanggapan Meisya setelah kuberitahu bahwa nenekmu akan mengunjungi kita di kota ini. saya tak bisa menahan tawa mendengar kalimat yang meluncur dari mulutnya. entah dari mana dia mempelajari kalimat tersebut.

“Meisya, mau dibelikan apa kalau nenek pulang” Godaku kepada Meisya via telepon.

“tidak usah buang-buang waktu membelikan saya oleh-oleh.” jawabnya dengan lugas.

“Meisya, mau ga jaga Damar kalau diajak ke kampung?” tanya tantemu dengan nada bercanda

“tidak ah, saya lagi sibuk. timpalnya.

Anak-anak sekitaran umur 5 tahun cepat belajar meniru perkataan orang lain. saya yakin mayoritas anak seusia Meisya seringkali meniru perkataan orang dewasa. maka dari itu, kita seharusnya mampu menahan setiap perkataan di depan anak-anak yang dalam pertumbuhannya belajar meniru.

Cipaku, 21 12 16

Cerita Hidup

Ada masa di mana beberapa hal yang dianggap ideal harus diturunkan beberapa derajat demi seorang yang dicintai. entah itu masalah hobi, ataupun tentang ide-ide yang sedang diperjuangkan.

Nak, bajumu bejibun. tersusun rapi dalam kotak yang kami khususkan untuk pakaianmu. bahkan ada beberapa stelan baju yang hanya sekali atau dua kali kau kenakan kemudian hanya terdiam dalam lemari. entah karena badanmu sudah tidak muat, mungkin juga karena bingung harus memilih baju mana yang cocok kau kenakan.

seringkali saya kecewa terhadap diriku nak. membeli sesuatu dengan nafsu dan hanya berakhir sebagai barang tak terpakai. saya pernah bercita-cita untuk hidup dalam kesederhanaan dalam semua hal.

tetapi ada satu hal nak yang sangat sulit untuk saya rasionalisasikan, cinta.

semenjak kehadiranmu, saya seperti mencurahkan setiap hal demi kebahagiaanmu dan terlebih ibumu. dia yang sering tidak tahan jika melihat barang yang menurutnya cocok untukmu. baju-baju tersebut salah satu bukti cintanya terhadapmu meski mungkin juga, kau sudah cukup bahagianya dengan kasihnya tanpa harus berlebihan dalam memenuhi setiap kebutuhanmu.

susah untuk mendeskripsikan apa yang sering kita sebut cinta. kau seperti sentrum untuk setiap hal yang kami kerjakan.

ah nak. namun pelan tapi pasti. ada suatu waktu di mana saya harus mengajarkanmu terhadap kesederhanaan atau lebih tepatnya kita bertukar pikiran tentang ide hidup sederhana yang membahagiakan.

untuk saat ini, saya berpandangan bahwa hidup tidak melulu tentang materi. kau boleh bantah nak, tunggu sampai waktunya. kita diskusi sampai larut malam tentang hal-hal yangĀ  menyangkut hidup atau apa saja.

20 12 16

Disambangi Nenek

Nenekmu baru bisa menengokmu di usiamu yang menginjak 5 bulan. maklumlah nak, nenekmu tidak tahan naik mobil. bayangkan, dia sudah mulai pusing sejak seminggu sebelum keberangkatan. benar nak, nenekmu mabok perjalanan.

kayaknya hal tersebut menurun kepadaku. sejak pertama kali akan mendaftar di perguruan tinggi yang berada di Makassar, perjalanan dari kampung ke Makassar menjadi momok menakutkan bagiku. bukan, bukan karena saya fobia perjalanan tetapi saya mengidap kebiasaan mabok perjalanan. sangat tidak mengenakkan nak.

bayangkan nak, cukuplah bayangkan saja tidak perlu kau mengalaminya.

ketika mabok perjalanan, perut serasa dikuras dan semua isinya dipaksa keluar. kepala pusing tak karuan dan badan seperti tidak bertenaga. itu baru dari segi fisik nak. jangan ditanya masalah psikis, bayangkan saja remaja seperti saya naik mobil penumpang jenis toyota LGX bersama penumpang lainnya, alangkah malunya jika harus uek-uek sepanjang perjalanan. apatahlagi ada penumpang gadis manis.

jika penumpang lain tidak ada yang dikenal sih sepertinya tidak ada masalah. toh bisa cuek aja. tetapi aib tersebut akan tersebar di seantero kampung jika ada penumpang yang kebetulan berasal dari daerah yang sama.

tahun pertama kuliah di Makassar, perjalaan pergi ataupun pulang selalu menjadi momok menakutkan. bagaimana tidak, jalanan dari kampung ke Makassar seperti kreasi tikungan yang tak ada habisnya. mungkin yang merancang jalanan tersebut sedang belajar menggambar tikungan. belum kelar badan miring ke kiri, tiba-tiba tikungan kanan. tikungan menjadi musuh besar bagi orang yang mengidap mabok perjalanan karena akan semakin membuat kepala pusing.

Nenekmu sampai sekarang masih belum berhasil menaklukkan perjalanan jauh. dia paling anti melangkahkan kakinya jauh dari kampung halaman. selain karena memang aktivitasnya lebih banyak di kampung, perjalanan via mobil juga menjadi alasan utama kenapa nenekmu jarang berpergian jauh.

nah, akhirnya sampai juga nenekmu di sini. di kota yang teramat jauh dari kampungnya. saya sedari beberapa minggu belakang tidak gentar membujuk nenekmu supaya mau datang berkunjung, hitung-hitung sekalian mengajaknya liburan.

alhasil, rayuanku bersambut. Nenekmu berangkat ke sini tanggal 10 desember minggu lalu bersama tantemu. meski harus berjibaku dengan mabok perjalanan, tetapi toh nenekmu sampai di kota ini dengan sehat dan selamat.

Akhirnya dia melihatmu, menggendongmu dan tidak bosan menciummu. entah bagaimana perasaannya saat pertama kali melihatmu namun dari raut wajahnya, jelas terpancar kebahagiaan.

kemungkinan Nenekmu di sini sampai akhir tahun. dia masih menikmati masa-masa bersamamu.

Berbahagialah Nak, bukan saya dan ibumu saja yang menyayangimu. banyak orang-orang di samping kita yang juga amat sangat mengasihimu.

14 12 16 11:38

Menjelang malam

Nak, tadi sepulang menjemput ibumu, ada tabrakan di persimpangan lampu merah kuningan. Saya tidak tahu apakah orangnya luka parah. tetapi satu hal yang pasti nak, motor dari arah mampang ke kuningan yang menyerobot lampu merah.

Entah mungkin dia sedang kejar setoran atau keluarga sedang ada masalah namun menurutku, kekhilafan yang besar menyerobot lampu merah di kawasan tersebut karena perempatan dari kuningan selaiknya zona neraka. Begitu padat dan semua seakan terburu-buru. Ada celah dikit, gas langsung menukik.

Tabrakan seperti itu hal yang lumrah di kota ini Nak. warganya dan juga termasuk saya, masih sering mengabaikan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas.

Desember 2016

Semacam refleksi diri

Damar

ini hanyalah sebuah refleksi ringan atas beberapa momen yang sudah kita lalui bersama sejak kelahiranmu, 5,5 bulan lamanya.

sejak kelahiranmu, nenek dari ibumu atau yang sering kami panggil uti, ikut menetap di Jakarta bersama kita. sepertinya saya sudah menulis alasan kenapa nenekmu- selanjutnya akan kupanggil uti- menetap di sini bersama kita. saya lupa link tulisannya, biarlah kau sendiri scroll di lapak ini tentang tulisan tersebut.

tidak ada masalah signifikan yang dijumpai selama kita hidup berempat. semuanya berjalan normal sesuai rencana yang jauh sebelum menikah sudah kami rencanakan. pagi hari, saya dan ibumu berangkat ke kantor, kemudian pulang menjelang adzan maghrib. seringkali pulang jam 8 malam saaat ibumu ada tugas tambahan.

praktis dari jam 7 pagi sampai jam 6 sore dan kadang-kadan gsampai jam 8 malam, kau hanya berinteraksi dengan utimu. mungkin kau banyak belajar dari apa yang kau lihat dari uti entah itu gerakan ataupun ucapan.

saya dan ibumu hanya memiliki sedikit waktu mencandaimu, memandangmu pun menggendongmu. apalagi sepulang kerja, kami terutama saya masih sangat sering memainkan hp dalam jumlah menit yang terlalu lama, alhasil benar-benar saya hanya sedikit waktu bersamamu.

rutinitas tersebut berulang selama 5 hari dalam seminggu. kita hanya berkumpul bersama saat weekend. terkadang ke mall, taman dan bertandang ke rumah saudara uti.

tidak ada yang salah kan nak? mungkin memang tidak ada,

tetapi kemudian, saya dan ibumu merasa kurang memberimu sesuatu yang merekatkan keintiman antara anak dan orang tua. bagaimana tidak nak, setiap kali kau menangis, entah haus, mengantuk ataupun ada sesuatu yang tidak sesuai keinginanmu, kau tidak akan pernah diam jika saya atau ibumu yang menenangkanmu. kau baru meredakan tangisanmu ketika berada dalam pelukan uti.

beberapa kali ibumu mengakali cara bagaimana menenangkanmu. ibumu mengenakan baju yang sering dipakai uti kemudian menggendongmu namun tetap saja, kau bisa membedakan pelukan mereka, kau masih saja melanjutkan tangisanmu.

saya janji nak, suatu waktu saat kau sudah bertumbuh, saya ingin mengajakmu nak, entah berdua atau bersama dengan ibumu dan uti, tetapi saya ingin mengajakmu sekali atau beberapa kali berjalan berdua melihat hal-hal yang ditawarkan dunia. ke mana saja kaki membawa kita melangkah bahkan dalam benakku, ingin suatu waktu mengajakmu plesiran ke luar negeri, bukan gaya-gayaan ataupun sebuah prestise dan dianggap kekinian, sama sekali itu bukan tujuanku nak. saya hanya ingin memperlihatkanmu bahwa dunia banyak sisi, banyak paradigma dan sesuatu yang berwarna sehingga caramu melihat dunia.

Semoga nak

Cipaku 6 12 16

Kenali diri

“Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Carilah kekurangan diri sendiri dan perhatikan kelebihan orang lain. Twit Gus Mus 22 09 16”

Beberapa hari ini, saya mencoba mencari cerita untukmu nak. sudah akhir tahun namun saya belum jua menemukan kisah yang perlu kubagi di lapakmu.

ada sih beberapa momen bulan ini bahkan begitu besar dan menyedot perhatian seluruh Masyarakat di penjuru negeri tetapi saya kurang sreg membagikan cerita itu. bukan apa-apa nak, kelihatnya terlalu banyak fitnah yang berseliweran.

oh iya nak, tadi scroll akun twitter Gus Mus kemudian membaca twit yang kuposting di awal tulisan ini. banyak sih twit Gus Mus yang inspiratif bahkan semuanya.

saya termasuk orang yang kadang larut dalam menilai kekurangan orang lain namun sekeras hati pun saya selalu menghindari tabiat tersebut.

Nak, sejatinya kau perlu tau bahwa hal manusiawi bahwa menceritakan ataupun menilai kejelekan seseorang adalah hal yang menyenangkan apatahlagi orang yang tidak kita sukai, namun belajarlah untuk menghindari tabiat seperti itu.

belajar membedakan antara mengkritik sifat seseorang dengan membenci pribadinya. kita boleh saja mengkritisi pemikiran orang yang dianggap tidak sependapat dengan hal yang kita yakini namun jangan sesekali membenci membabi buta.

dadaku serasa sesak dua bulan terakhir nak. fenomena yang kukatakan di atas menguras pikiran rakyat benar-benar menimbulkan kegelisahan hati

bagaimana tidak, masyarakat menjadi terpolarisasi menjadi dua kubu yang saling mengklaim kebenaran ada di pihaknya. saya tidak sedang berada di salah satu kubu tersebut. saya berusaha menempatkan diriku di posisi di mana setiap kebenaran yang muncul dari kedua kelompok akan kuamini sedangkan sesuatu yang tidak kusepakati akan kutolak.

oh, gini aja nak supaya tidak terlalu panjang. belajarlah untuk mengenali dirimu, mengontrol diri dan melenyapkan egomu kemudian jangan sesekali membenci apa yang tidak kau pahami.

jangan menebar kebencian, jangan menebar kebencian, jangan kuasai nuranimu dengan kebencian.

5 12 16