Posted in Keluarga

Disambangi Nenek

Nenekmu baru bisa menengokmu di usiamu yang menginjak 5 bulan. maklumlah nak, nenekmu tidak tahan naik mobil. bayangkan, dia sudah mulai pusing sejak seminggu sebelum keberangkatan. benar nak, nenekmu mabok perjalanan.

kayaknya hal tersebut menurun kepadaku. sejak pertama kali akan mendaftar di perguruan tinggi yang berada di Makassar, perjalanan dari kampung ke Makassar menjadi momok menakutkan bagiku. bukan, bukan karena saya fobia perjalanan tetapi saya mengidap kebiasaan mabok perjalanan. sangat tidak mengenakkan nak.

bayangkan nak, cukuplah bayangkan saja tidak perlu kau mengalaminya.

ketika mabok perjalanan, perut serasa dikuras dan semua isinya dipaksa keluar. kepala pusing tak karuan dan badan seperti tidak bertenaga. itu baru dari segi fisik nak. jangan ditanya masalah psikis, bayangkan saja remaja seperti saya naik mobil penumpang jenis toyota LGX bersama penumpang lainnya, alangkah malunya jika harus uek-uek sepanjang perjalanan. apatahlagi ada penumpang gadis manis.

jika penumpang lain tidak ada yang dikenal sih sepertinya tidak ada masalah. toh bisa cuek aja. tetapi aib tersebut akan tersebar di seantero kampung jika ada penumpang yang kebetulan berasal dari daerah yang sama.

tahun pertama kuliah di Makassar, perjalaan pergi ataupun pulang selalu menjadi momok menakutkan. bagaimana tidak, jalanan dari kampung ke Makassar seperti kreasi tikungan yang tak ada habisnya. mungkin yang merancang jalanan tersebut sedang belajar menggambar tikungan. belum kelar badan miring ke kiri, tiba-tiba tikungan kanan. tikungan menjadi musuh besar bagi orang yang mengidap mabok perjalanan karena akan semakin membuat kepala pusing.

Nenekmu sampai sekarang masih belum berhasil menaklukkan perjalanan jauh. dia paling anti melangkahkan kakinya jauh dari kampung halaman. selain karena memang aktivitasnya lebih banyak di kampung, perjalanan via mobil juga menjadi alasan utama kenapa nenekmu jarang berpergian jauh.

nah, akhirnya sampai juga nenekmu di sini. di kota yang teramat jauh dari kampungnya. saya sedari beberapa minggu belakang tidak gentar membujuk nenekmu supaya mau datang berkunjung, hitung-hitung sekalian mengajaknya liburan.

alhasil, rayuanku bersambut. Nenekmu berangkat ke sini tanggal 10 desember minggu lalu bersama tantemu. meski harus berjibaku dengan mabok perjalanan, tetapi toh nenekmu sampai di kota ini dengan sehat dan selamat.

Akhirnya dia melihatmu, menggendongmu dan tidak bosan menciummu. entah bagaimana perasaannya saat pertama kali melihatmu namun dari raut wajahnya, jelas terpancar kebahagiaan.

kemungkinan Nenekmu di sini sampai akhir tahun. dia masih menikmati masa-masa bersamamu.

Berbahagialah Nak, bukan saya dan ibumu saja yang menyayangimu. banyak orang-orang di samping kita yang juga amat sangat mengasihimu.

14 12 16 11:38

Advertisements

Author:

Belajarlah menjadi Manusia, jangan pernah belajar menjadi Tuhan. jadilah Anugerah semesta yang membuat bahagia segenap makhluk. zen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s