Cerita Sepupumu

tahu kan kalau ada sepupumu di kampung, seorang gadis mungil berumur 5 tahun? iya, namanya Meisya.

Beberapa kalimat yang terlalu formal untuk ukuran bocah seusianya diucapkannya secara fasih. dalam beberapa kesempatan saat saya berbicara dengannya melalui telepon, Saya selalu tidak bisa menahan tawa pada setiap kalimat yang diucapkannya dalam menanggapi pertanyaanku, selaiknya orang dewasa.

“Saya sakit hati tidak diajak.” begitulah tanggapan Meisya setelah kuberitahu bahwa nenekmu akan mengunjungi kita di kota ini. saya tak bisa menahan tawa mendengar kalimat yang meluncur dari mulutnya. entah dari mana dia mempelajari kalimat tersebut.

“Meisya, mau dibelikan apa kalau nenek pulang” Godaku kepada Meisya via telepon.

“tidak usah buang-buang waktu membelikan saya oleh-oleh.” jawabnya dengan lugas.

“Meisya, mau ga jaga Damar kalau diajak ke kampung?” tanya tantemu dengan nada bercanda

“tidak ah, saya lagi sibuk. timpalnya.

Anak-anak sekitaran umur 5 tahun cepat belajar meniru perkataan orang lain. saya yakin mayoritas anak seusia Meisya seringkali meniru perkataan orang dewasa. maka dari itu, kita seharusnya mampu menahan setiap perkataan di depan anak-anak yang dalam pertumbuhannya belajar meniru.

Cipaku, 21 12 16

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s