Akhir tahun yang luka

Nak, mungkin dalam diammu kau bertanya,apa gerangan malam ini sehingga suara seperti meriam bersahut-sahutan di setiap celah kota ini.

Tidak sedang terjadi apa-apa kok nak. Hanya segelintir orang yang berbahagia dan menghamburkan uang membeli petasan yang hanya berakhir dengan bunyi melengkik di udara.

Entahlah kenapa harus merayakan pergantian tahun? Atau mungkin mereka merasa menanga telah mencapai tahun 2017 padahal menurutku,tidak ada yang perlu dibanggakan toh waktu hanyalah bergerak sesuai kodratnya. Kalaupun kita sudah melangkah jauh bersama waktu, seharusnya kita harus lebih merenungi diri.

Oh iya,di akhir tahun ini,ada kabar sedih nak. Salah seorang nenekku di Makassar telah menemui ujung perjalanan di dunia ini. Dia tidak bisa lagi ditemuai sebagai wujud manusia.

 

Begitulah nak pergantian tahun yang mereka rayakan dengan ceria sedangkan kita harus menahan onak dalam hati mengingat nenek yang baru saja mangkat.

 

31 12 16. 22:22 WIB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s