Posted in Ibu, Keluarga

Cerita Awal Tahun

Tahun 2017.

seharusnya saya lebih giat lagi menulis tentang Damar. meninggalkan jejak dalam tulisan serupa menjaga ingatan akan hal-hal kecil yang terlewati. otak kita tidak serupa memori yang bisa merekam dengan abadi setiap apa yang didengar. perlu jejak tinta dalam membantu otak menjaga kenangan.

saya panggil saja namamu, Damar.

sebulan ini, Damar ditemani Ibuku di rumah yang datang membesuknya. maklumlah, sejak Damar nongol di dunia enam bulan yang lalu, belum ada keluargaku yang menengoknya karena perkara jarak yang terlampau jauh. Alhasil, Ibuku memaksakan diri datang meski dengan perjuangan yang berat karena tidak terbiasa bepergian dengan kendaraan. ya, Ibuku mabok perjalanan.

sebulan terakhir, rumah lumayan ramai karena ada juga kakakku yang datang menemani Ibuku. Damar nampaknya menikmati keramaian di rumah. dia tidak henti-hentinya melepas tawa setiap kali kakakku menggodanya.

Damar semakin bugar, sehat dan sedang lucu-lucunya.

hanya saja, pasca dirawat di rumah sakit beberapa bulan yang lalu karena demam tinggi akibat infeksi, kulitnya kemungkinan alergi. setiap dirinya terpapar angin maka tidak lama kemudian, akan muncul benjolan merah di sekujur tubuhnya yang terkena angin. namun biasanya, tidak lama setelah diolesi salep, benjolan merah tersebut akan hilang tak berbekas.

dua hari ini, ada benjolan yang nampaknya seperti “bundang” di bagian lehernya. benjolan yang di dalamnya terdapat nanah. saya sering mengalami hal yang sama saat masih bocah. mungkin karena “bundang” tersebut, Damar agak rewel dua hari terakhir. berbagai jurus dilakukan mbahnya untuk menenangkannya namun seringkali gagal. Damar tetap melanjutkan tangisannya.

saat seperti itu, Ibunya pasti ikut-ikutan sedih. alih-alih berusaha menenangkan Damar, dia malah sibuk menyeka tetasan air mata berhamburan dari sudut matanya.

tetap sehat nak. doa kami selalu menyertaimu.

7 1 17

Advertisements

Author:

Belajarlah menjadi Manusia, jangan pernah belajar menjadi Tuhan. jadilah Anugerah semesta yang membuat bahagia segenap makhluk. zen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s