Month: March 2017

“Katanya”

Nak, tanggal tiap tanggal 22 desember dikenal sebagai momen hari Ibu di negeri kita. banyak sekali ucapan selamat hari Ibu yang berteberan. senang rasanya membaca dan mendengar ucapan yang ditujukan kepada para Ibu dan semoga menjadi awal bagi kita berbakti kepada Ibu. ga papa yah nak, kita ikut-ikutan ucapin hari Ibu. meski toh hakekatnya, hari … Continue reading “Katanya”

Advertisements

#7

Tentang Ibumu, ikan asin dan kemampuan memasak Sore mulai gelap dihampiri malam dan syair shalawat di mesjid terdengar merdu sesaat ketika sepeda motorku memasuki gang. Tepat di depan rumah, kumatikan mesin motor lalu bergegas memarkirnya di teras rumah, sejurus kemudian, pintu terbuka lebar oleh Ibumu yang sedari tadi menungguku dari kantor. "Kak, mau digorengin telur … Continue reading #7

#6

Sesaat setelah membaca artikel ini,pikiranku berbalik arah dua bulan yang lalu ketika ibuku datang menjengukmu nak. Wajahnya letih tak punya kesibukan dan hanya bersemayam di rumah. sama sekali tidak ada gairah. mungkin saya bisa dikatakan salah satu orang yang sudah tidak punya hobi sekarang. saya menyadari bahwa sepakbola adalah satu-satunya hobi yang pernah benar-benar kusenangi … Continue reading #6

#5

Fokus. Salah Satu hal yang penting dalam menjalani hidup. Banyak hal yang terlewati atau bahkan gagal kucapai karena saya bermasalah pada kefokusan. Nak, pada saatnya kau harus memilih sesuatu yang akan kau jalani. entah itu pilihan hidup atau apapun yang merupakan konsekuensi dari menjadi seorang manusia maka satu hal yang kusarankan, fokus nak. bersetia lah … Continue reading #5

9 Bulan

Seharusnya kutulis tiga hari lalu tepatnya tanggal 24 maret namun kemalasan dan ide yang mentok membuatku tidak bisa menuliskan satu kata pun untuk keberadaanmu di dunia yang sudah menginjak sembilan bulan. kau melewati perkembangan selayaknya bayi pada umumnya. meski sampai saat ini belum bisa duduk sendiri namun bisa dalam batas normal karena ketika dibantu untuk … Continue reading 9 Bulan

#4

Kali ini, momen dimana Ibumu benar-benar harus mengurusmu sepenuhnya tanpa bantuan siapa-siapa. mulai dari memandikan, menyusui, memberi makan dan menggendongmu hingga akhirnya kau tertidur dalam pelukannya. Nenekmu yang selama ini menemanimu sedang pulang kampung dalam rangka 100 hari wafatnya buyutmu. tradisi seperti itu sudah menjadi turun temurun di keluarga isterimu. meski demikian, keluargaku sudah tidak … Continue reading #4