“Katanya”

Nak, tanggal tiap tanggal 22 desember dikenal sebagai momen hari Ibu di negeri kita. banyak sekali ucapan selamat hari Ibu yang berteberan. senang rasanya membaca dan mendengar ucapan yang ditujukan kepada para Ibu dan semoga menjadi awal bagi kita berbakti kepada Ibu.

ga papa yah nak, kita ikut-ikutan ucapin hari Ibu. meski toh hakekatnya, hari Ibu harusnya tiap saat.

Ibumu itu nak, meski bekerja lima hari dalam seminggu selama delapan jam namun dia selalu ada untukmu. kau tidak akan pernah kekurangan sedikitpun kasih sayang dari dirinya, tidak sedikitpun nak.

tidak usah saya beberkan bukti empiris tentang betapa sayangnya Ibumu terhadapmu. nanti kau akan menjumpai momen-momen yang meyakinkanmu ucapanku ini.

drat tulisan desember 16

 

Advertisements

#7

Tentang Ibumu, ikan asin dan kemampuan memasak

Sore mulai gelap dihampiri malam dan syair shalawat di mesjid terdengar merdu sesaat ketika sepeda motorku memasuki gang. Tepat di depan rumah, kumatikan mesin motor lalu bergegas memarkirnya di teras rumah, sejurus kemudian, pintu terbuka lebar oleh Ibumu yang sedari tadi menungguku dari kantor.

“Kak, mau digorengin telur atau tahu?”

“Ikan asin saja, masih ada kan?”

“Masih kok, yasudah”

Beberapa menit kemudian, aroma ikan asin menyebar di seluruh ruangan. Aku menikmatinya sambil membayangkan nikmatnya makan dengan lauk ikan asin bagian atasnya diperciki jeruk nipis kemudian disantap dengan sambel cobekan. Ah ingatanku kembali ke beberapa tahu lalu ketika hidangan seperti itu menjadi makanan istimewa yang disajikan ibuku dan disantap bersama keluargaku yang berjumlah 8 orang.

“Kak, ikannya sudah digoreng. Nanti nasinya diambil sendiri dari ricecooker ya”

“Oke, nanti saja aku makan. Masih kenyang”

Ibumu menyadari bahwa dia tidak pandai memasak namun sejak menikah denganku, dia selalu berusaha memasak apa yang yang menjadi makanan kesukaanku.

30 03 17

#6

Sesaat setelah membaca artikel ini,pikiranku berbalik arah dua bulan yang lalu ketika ibuku datang menjengukmu nak. Wajahnya letih tak punya kesibukan dan hanya bersemayam di rumah. sama sekali tidak ada gairah.

mungkin saya bisa dikatakan salah satu orang yang sudah tidak punya hobi sekarang. saya menyadari bahwa sepakbola adalah satu-satunya hobi yang pernah benar-benar kusenangi dan jika hal seperti ini terjadi maka kebosanan hidup lebih sering melanda.

untuk beberapa hari libur yang kulewati di kota ini, saya sangat kebingungan harus melakukan apa bahkan di beberapa kali kesempatan, saya berjalan tanpa tujuan kemudian kembali menjelang maghrib.

nak, hidup itu menyenangkan bagi orang-orang yang sudah menemukan semua yang menjadi hobinya. mereka menikmati hidup dengan sesuatu yang disenangi.

tetapi tidak elok pula menghukumi hidup yang sudah kita jalani nak. tidak bijak bila kemudian menyalahkan diri yang belum mampu menemukan semangat hidupnya. kita hanya perlu banyak bersyukur atas setiap langkah yang sudah kita jejak sambil mengevaluasi jejak yang keliru.

dan kau nak, seiring berjalannya waktu, kau akan melewati banyak fase yang akan memberimu pelajaran hidup dan tetaplah tegar untuk setiap hal yang akan kau lewati nak, syukur-syukur jika kau menikmati satu hal yang membuat semangat hidupmu tetap membuncah.

29 03 17

#5

Fokus. Salah Satu hal yang penting dalam menjalani hidup. Banyak hal yang terlewati atau bahkan gagal kucapai karena saya bermasalah pada kefokusan.

Nak, pada saatnya kau harus memilih sesuatu yang akan kau jalani. entah itu pilihan hidup atau apapun yang merupakan konsekuensi dari menjadi seorang manusia maka satu hal yang kusarankan, fokus nak. bersetia lah pada hal-hal baik yang sudah kau rencanakan, jangan seperti diriku yang mudah berubah konsentrasinya.

Saya pernah bermimpi menjadi seorang pemain sepakbola namun hanya gara-gara tidak ada dukungan dari orangtua membuat impianku melemah. saya pun pernah bercita-cita melanjutkan sekolah di luar Negeri namun sesuatu dan lain hal, saya kemudian tidak tekun dan gagal mencapai tujuan. saya pernah bermimpi setia di garis perlawanan dengan sistem sedang berjalan namun akhirnya harus tunduk dan, jika bisa dikatakan, terjerumus ke sistem itu sendiri.

apa yang membuatku gagal dalam banyak  hal nak? mungkin jika kurenungkan lebih dalam adalah kombinasi dari sikapku yang gagal fokus dan kurang bersetia pada hal yang sudah kurencakan dari awal.

itulah mengapa nak, saya ingin kau lebih fokus dalam hidup dan bersetia dari setiap pilihan-pilihan terbaik yang sudah kau rencakan. jangan terlalu mudah untuk berpindah konsentrasi ke hal lain selama pilihanmu belum terwujud.

untuk hal-hal yang kumaksud semisal pilihan sadar, mungkin akan kau temui nantinya jawabanmu sendiri seiring perjalanan hidupmu karena jawaban dari setiap pertanyaan hidup itu dicicil oleh perjalanan waktu. tidak ada yang terjawab tuntas sampai akhirnya kita berada di penghujung waktu.

dan, Itulah Hidup Nak

29 03 17

9 Bulan

Seharusnya kutulis tiga hari lalu tepatnya tanggal 24 maret namun kemalasan dan ide yang mentok membuatku tidak bisa menuliskan satu kata pun untuk keberadaanmu di dunia yang sudah menginjak sembilan bulan.

kau melewati perkembangan selayaknya bayi pada umumnya. meski sampai saat ini belum bisa duduk sendiri namun bisa dalam batas normal karena ketika dibantu untuk duduk, kau sudah bisa menahan keseimbanganmu. kau sudah sangat lincah memutar badan sehingga butuh penjagaan extra ketika di kasur. seringkali diakali dengan menaruh bantal di sekelilingmu.

kau juga sudah makan makanan tambahan selain ASI dan susu formula. secara regular, kau sudah makan bubur dan buah terutama alpukat. saya senang melihatmu sangat lahap ketika makan.

untuk pola tidurmu, entah kenapa setiap kali nenekmu bangun sekitar pukul 4 dinihari, kau pun serta merta ikut terbangun kemudian bermain sendiri dan terkadang menangis ketika tidak melihat nenekmu di sampingmu.

27 Maret 2017

#4

Kali ini, momen dimana Ibumu benar-benar harus mengurusmu sepenuhnya tanpa bantuan siapa-siapa. mulai dari memandikan, menyusui, memberi makan dan menggendongmu hingga akhirnya kau tertidur dalam pelukannya.

Nenekmu yang selama ini menemanimu sedang pulang kampung dalam rangka 100 hari wafatnya buyutmu. tradisi seperti itu sudah menjadi turun temurun di keluarga isterimu. meski demikian, keluargaku sudah tidak menganut tradisi memperingati hari kematian seseorang.

Gini nak. mungkin suatu saat nanti, kau menemukan beberapa tradisi yang berbeda dari pihak saya dan Ibumu, termasuk tradisi kematian. keluargaku yang mendaku sebagai penganut kelompok Muhammadiyah, sudah tidak memperingati kematian seseorang. paling banter 3 hari itupun sangat tidak dianjurkan memotong  hewan untuk menjamu para handai tauladan yang datang melayat. biasanya hanya aneka kue dan air mineral. sedangkan dari pihak Ibumu, peringatan kematian masih sangat kental. dari cerita yang kudengar dari Ibumu, puncak dari memperingati kematian seseorang adalah 100 hari pasca kematian. sebenarnya tidak ada yang aneh karena pada dasarnya diisi dengan pengajian meski tetap harus mengeluarkan dana ekstra karena undangan yang datang dijamu dengan daging hewan entah kambing maupun sapi.

Nak, untuk hal-hal seperti ini, tidak perlu terlalu risau karena  toh, saya dan Ibumu tidak terlalu saklek akan perbedaan yang sifatnya tradisi sepanjang tidak mengganggu akidah yang diyakini.saya belum tahu persis apakah budaya memperingati kematian berasal dari kepercayaan orang Jawa ataukah dari NU?

Oh iya. nenekmu kembali ke sini 2 hari lagi. ini berarti kau dan Ibumu masih punya banyak waktu bercengkerama. sejauh ini, Ibumu berhasil memandikanmu meski jauh hari sebelumnya, dia khawatir tentang hal itu. bobotmu yang sudah mencapai 10 kg menjadi tantangan tersendiri bagi Ibumu ketika harus memasukkanmu ke bak.

3 3 17

#2

Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri, bersuka karena usahanya sendiri, dan maju karena pengalamannya sendiri.Pramudya Ananta T

Saya merasa sudah terlalu permisif atas beberapa prinsip yang kuyakini. membiarkan banyak hal syubhat bahkan yang haram mencemari darah saya atau bahkan dari kita.

Nak, sebelum menjalani hidup seperti sekarang, saya berjanji bersama Ibumu bahwa kita hanya ingin semua hal yang ada di diri kita merupakan hal yang halal dan toyyib. namun entah kenapa, beberapa kali saya membiarkan sesuatu yang syubhat merasuki kehidupan kita.

di beberapa kesempatan, Ibumu meminta saran mengenai dana yang tidak jelas. saya dan Ibumu bersepakat untuk tetap menggunakannya tetapi bukan dalam bentuk makanan. bisa dalam bentuk pakaian atau yang paling aman menurutku adalah digunakan untuk membayar taxi saat plesiran.

Saya terlalu permisif nak, untuk hal-hal yang prinsipil

1 3 17

#1

Saya baru ingat nak. beberapa bulan yang lalu,  Ibumu membeli popok via online. barangnya datang namun status di situs online dibatalkan sehingga uang pembayaran popok tersebut tidak diteruskan ke seller oleh pihak ketiga.

beberapa bulan kemudian, saya baru menyadari bahwa ada hak orang lain yang belum ditunaikan sedangkan kau sudah menggunakan barang tersebut.

Terbersit rasa bersalah atas kelalaianku karena sejak keberadaanmu di rahim Ibumu, saya sudah merancang konsep atas apa yang harus kulakukan untukmu, atas semua hal yang tidak boleh kuberikan kepadamu dan prinsip-prinsip lainnya yan menurutku baik untuk perkembanganmu.

Salah satu hal yang coba kupegang teguh adalah berhati-hati untuk setiap nafkah yang kuberikan untukmu. saya berjanji untuk menjagamu dari yang haram bahkan yang syubhat sekalipun.

Popok yang belum dibayar sudah kau pakai merupakan pelanggaran berat atas ikrarku membesarkanmu. seharusnya saya lebih awas atas hal-hal kecil sekalipun.

Bulan lalu, saya berusaha menghubungi pihak situs jualan online untuk menanyakan nomor rekening seller. setelah beberapa kali email, akhirnya situs tersebut mengirimkan nomor rekening penjual. ada dua opsi untuk mengembalikan dana pembelian popok. pertama memesan ulang di lapak yang sama dengan harga yang sama namun barang tidak dikirim atau langsung mentrasfer uang sejumlah pembelian popok.

Saya memilih untuk langsung transfer dana karena tidak mau repot dan prosesnya pasti berbelit-belit. setelah itu, saya lega karena sudah menunaikan utang atas barang yang sudah kau pakai.

1 3 17