Posted in Keluarga, Uncategorized

#4

Kali ini, momen dimana Ibumu benar-benar harus mengurusmu sepenuhnya tanpa bantuan siapa-siapa. mulai dari memandikan, menyusui, memberi makan dan menggendongmu hingga akhirnya kau tertidur dalam pelukannya.

Nenekmu yang selama ini menemanimu sedang pulang kampung dalam rangka 100 hari wafatnya buyutmu. tradisi seperti itu sudah menjadi turun temurun di keluarga isterimu. meski demikian, keluargaku sudah tidak menganut tradisi memperingati hari kematian seseorang.

Gini nak. mungkin suatu saat nanti, kau menemukan beberapa tradisi yang berbeda dari pihak saya dan Ibumu, termasuk tradisi kematian. keluargaku yang mendaku sebagai penganut kelompok Muhammadiyah, sudah tidak memperingati kematian seseorang. paling banter 3 hari itupun sangat tidak dianjurkan memotong  hewan untuk menjamu para handai tauladan yang datang melayat. biasanya hanya aneka kue dan air mineral. sedangkan dari pihak Ibumu, peringatan kematian masih sangat kental. dari cerita yang kudengar dari Ibumu, puncak dari memperingati kematian seseorang adalah 100 hari pasca kematian. sebenarnya tidak ada yang aneh karena pada dasarnya diisi dengan pengajian meski tetap harus mengeluarkan dana ekstra karena undangan yang datang dijamu dengan daging hewan entah kambing maupun sapi.

Nak, untuk hal-hal seperti ini, tidak perlu terlalu risau karena  toh, saya dan Ibumu tidak terlalu saklek akan perbedaan yang sifatnya tradisi sepanjang tidak mengganggu akidah yang diyakini.saya belum tahu persis apakah budaya memperingati kematian berasal dari kepercayaan orang Jawa ataukah dari NU?

Oh iya. nenekmu kembali ke sini 2 hari lagi. ini berarti kau dan Ibumu masih punya banyak waktu bercengkerama. sejauh ini, Ibumu berhasil memandikanmu meski jauh hari sebelumnya, dia khawatir tentang hal itu. bobotmu yang sudah mencapai 10 kg menjadi tantangan tersendiri bagi Ibumu ketika harus memasukkanmu ke bak.

3 3 17

Advertisements

Author:

Belajarlah menjadi Manusia, jangan pernah belajar menjadi Tuhan. jadilah Anugerah semesta yang membuat bahagia segenap makhluk. zen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s