Posted in Renungan, Waktu

#6

Sesaat setelah membaca artikel ini,pikiranku berbalik arah dua bulan yang lalu ketika ibuku datang menjengukmu nak. Wajahnya letih tak punya kesibukan dan hanya bersemayam di rumah. sama sekali tidak ada gairah.

mungkin saya bisa dikatakan salah satu orang yang sudah tidak punya hobi sekarang. saya menyadari bahwa sepakbola adalah satu-satunya hobi yang pernah benar-benar kusenangi dan jika hal seperti ini terjadi maka kebosanan hidup lebih sering melanda.

untuk beberapa hari libur yang kulewati di kota ini, saya sangat kebingungan harus melakukan apa bahkan di beberapa kali kesempatan, saya berjalan tanpa tujuan kemudian kembali menjelang maghrib.

nak, hidup itu menyenangkan bagi orang-orang yang sudah menemukan semua yang menjadi hobinya. mereka menikmati hidup dengan sesuatu yang disenangi.

tetapi tidak elok pula menghukumi hidup yang sudah kita jalani nak. tidak bijak bila kemudian menyalahkan diri yang belum mampu menemukan semangat hidupnya. kita hanya perlu banyak bersyukur atas setiap langkah yang sudah kita jejak sambil mengevaluasi jejak yang keliru.

dan kau nak, seiring berjalannya waktu, kau akan melewati banyak fase yang akan memberimu pelajaran hidup dan tetaplah tegar untuk setiap hal yang akan kau lewati nak, syukur-syukur jika kau menikmati satu hal yang membuat semangat hidupmu tetap membuncah.

29 03 17

Advertisements

Author:

Belajarlah menjadi Manusia, jangan pernah belajar menjadi Tuhan. jadilah Anugerah semesta yang membuat bahagia segenap makhluk. zen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s