Handphone Bapak

Setiap kali menunggu orang tuanya pulang kerja, Damar sering begadang dan merelakan waktu tidurnya sedikit agak lama. Dia ingin memandang wajah kedua orang tuanya setiap ingin memejamkan mata.

Seringkali harapannya dikecewakan oleh kelakuan Bapaknya sepulang kerja. Sesampai di rumah, Bapaknya hanya tersenyum tipis ke arahnya kemudian berbaring di depan TV. Selanjutnya, Damar sudah bisa menebak bahwa Bapaknya akan asyik dengan sebuah benda kecil kotak yang Dia sendiri belum tahu apa nama benda tersebut. Damar hanya sering mendengar suara dan melihat foto dirinya di benda kecil itu.

Damar selalu bertanya dalam hati, apa sih istimewanya benda tersebut. 

Setiap kali ingin bertanya langsung ke Bapaknya namun rupanya Damar tidak sampai hati mengganggu kesenangan Bapaknya karena setiap kali menatap benda kecil itu,wajah Bapaknya sumringah dan semua masalahnya sirna bahkan beberapa kali Damar memergoki Bapaknya memainkan benda itu sampai berjam-jam.

Damar mengurungkan niatnya dibelai dan dimanja Bapaknya demi benda itu. 

Atau mungkin juga Bapaknya lebih menyayangi benda itu daripada dirinya.

Damar hanya bisa bergelayut manja di ketiak Ibunya pada malam hari meski Damar pun seringkali melihat Ibunya keasikan bermain benda yang sama.

Damar sampai sekarang masih memendam pertanyaan, benda apa sebenarnya itu yang mengalihkan perhatian Bapaknya dari dirinya?

Melalui tulisan ini, Damar ingin bertanya kepada kedua orang tuanya,

“apakah keistimewaan benda tersebut dibandingkan dirinya yang merupakan anak kandungnya?”

5 4 17

00:16

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s