Teriakan Ayah

Damar merasa tidak enak terhadap bapaknya. akhir-akhir ini, bapaknya selalu berteriak ketika dirinya sedang menginginkan sesuatu lalu kemudian menangis sedangkan Damar sama sekali tidak menginginkan hal tersebut. dia hanya mengikuti naluriah sebagai seorang bayi bahwa ketika haus, lapar mengantuk atau hal apapun yang tidak sesuai dengan keinginannya, maka otomatis dia menangis. salah satu cara mengekspresikan keinginannya hanya dengan menangis. tidak sedikitpun niatnya membuat marah bapaknya.

Damar  hanya ingin sekali jika bapaknya mengerti dirinya sebagai seorang bayi. dia hanya butuh perhatian dan cinta tanpa harus dengan teriakan ataupun suara dengan nada yang keras toh Damar juga tidak akan melawan.

dalam beberapa kali momen, Damar tidak mau digendong oleh kedua orang tuanya jika sedang mengantuk. dia sudah terlanjur pewe dalam gendongan neneknya jika hasrat tidurnya minta dipenuhi. bukan apa-apa atau juga bukan karena Damar ingin menjaga jarak dengan orang tuanya, hanya saja tubuhnya dengan otomatis sudah terkoneksi dengan hangatnya pelukan neneknya karena hanya neneknya seorang yang selalu hadir di sampingnya setiap saat dan tak pernah jauh darinya.

hal itu pula yang membuat perasaan Damar selalu sedih setiap kali tidak melihat neneknya jika butuh sesuatu ataupun jika melihat neneknya hendak bepergian.

Damar benar-benar tidak ingin jauh dari neneknya bukan berarti tidak sayang terhadap kedua orang tuanya.

18 4 17

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s