Posted in #14harimenulis, Keluarga

Ayah dan Anak

Nak Damar, Ayah ingin berbagi cerita denganmu, tentang Ayah yang nampaknya masih gagal menjadi Ayah sejati bagi dirimu, entah apapun alasannya.

Nak, Ayah pernah baca cerita tentang Gus Dur. bagaimana beliau benar-benar menjadi seorang Ayah yang sejati di samping sebagai seorang guru bangsa. pada buku yang pernah Ayah baca, beliau sangat meringankan pekerjaan isterinya bahkan pada setiap malam ketika anak-anaknya yang masih bayi bangun di tengah malam, beliau lah yang bangun kemudian mengganti popoknya dan setelah semua sudah beres, beliau membangunkan isterinya kemudian menyusui anak-anaknya.

Nak, tadi malam itu, kau terbangun pada pukul 02:30. kau hanya berdua dengan nenekmu di kamar sebelah karena ibumu sedang ke luar kota. Ayah mendengar kalau kau terjaga di tengah malam.

Ayah hanya keluar menengokmu dan beberapa kali menyuruhmu tidur meski Ayah sendiri sadar bahwa kau belum mampu menangkap pesan secara verbal apatahlagi matamu menolak untuk terpejam.

Ayah menggendongmu hanya sesaat, mungkin cuma lima menit kemudian menaruhmu kembali di samping nenekmu.

ingin rasanya Ayah membaringkanmu di samping Ayah namun nenekmu khawatir jika kau berguling dari ranjang. melihat gelagatmu yang tidak kunjung tidur, Ayah memilih untuk masuk kamar dan melanjutkan tidur sedangkan nenekmu lah yang terus menjagamu sampai kau tertidur setengah jam kemudian, seperti pengakuan nenekmu pada pagi hari.

Nak, sungguh teori itu benar-benar tidak segampang dengan apa yang dibayangkan. Ayah selalu berangan-angan bisa menjagamu setiap saat dan menjadi orang yang pertama hadir ketika kau butuh sesuatu namun pada setiap hal yang kutemui tentang dirimu, Ayah selalu gagal bahkan melawan rasa mengantuk demi menemanimu begadang pun Ayah kalah.

memang sih terkadang kau nampaknya lebih butuh nenekmu pada saat-saat genting tapi toh kondisi seperti itu karena pada awalnya, Ayah kurang sabar menemanimu sejak kau masih bayi.

Nak Damar, Ayah hanya ingin kita menjadi seorang, sahabat, lawan diskusi, hubungan Ayah Anak dan iteraksi lainnya pada setiap ruang dan waktu yang pas.

Ayah susah menandaskan setiap kata-kata yang ingin kusampaikan kepadamu nak namun seperti yang kau tahu, Ayah terlalu banyak teori dan kurang keras dalam mewujudkan teori yang sudah mengendap di kepala.

20 4 17

Advertisements

Author:

Belajarlah menjadi Manusia, jangan pernah belajar menjadi Tuhan. jadilah Anugerah semesta yang membuat bahagia segenap makhluk. zen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s