Posted in #14harimenulis, Ibu, Keluarga

Ibu Liburan

Damar masih saja melongo tanpa mengerti sesaat setelah ibunya pamit dengan barang bawaan yang sepertinya akan bepergian jauh.

“Saya pergi dulu ya nak” ucap ibunya sambil melancarkan ciuman bertubi-tubi di setiap sisi wajah Damar.

tidak ada nada protes dari mulut Damar. dia sudah mulai kebal atas perasaan sentimental setiap kali ditinggal oleh ibu maupun bapaknya. toh Damar sudah mulai betah hanya berdua dengan neneknya di rumah. bagi Damar, yang penting bukan neneknya yang jauh dari sisinya.

Damar suatu waktu pernah mendengar Bapaknya bercerita bahwa sewaktu kecil, bapaknya tidak bisa jauh dari ibunya. pernah suatu waktu ketika ibu Bapaknya-nenek Damar dari garis keturunan Bapak- melahirkan anak bungsu dan harus dirujuk ke kota, bapak Damar mengamuk dan membuat semua isi rumah merajuk untuk diikutkan, alhasil salah seorang pamannya mengajaknya untuk menyusul ibunya yang sedang melahirkan di kota.

Damar tidak memungkiri bahwa dia pun sangat sayang kepada ibunya namun bukan berarti dia harus protes atas setiap aktivitas yang dilakoni ibunya, toh Damar sudah mulai sedikit mengerti bahwa setiap hal yang dijalani ibunya hanya untuk dirinya, untuk setiap kebutuhan hidupnya.

Damar ingin suatu waktu, dia punya banyak waktu senggang bersama kedua orang tuanya, bepergian kemana saja yang mereka suka dan menikmati belaian tangan orang tuanya.

20 4 17

Advertisements

Author:

Belajarlah menjadi Manusia, jangan pernah belajar menjadi Tuhan. jadilah Anugerah semesta yang membuat bahagia segenap makhluk. zen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s